06 Maret 2013
Rancangan BAPA: PENYALIBAN. Sebelum kita jatuh ke dalam dosa, BAPA sudah merancangkan oleh KUASA
dan kehendakNya untuk penebusan dosa-dosa kita melalui penyalibanNya di kayu
salib. Kisah Para Rasul 4:27-28, “Sebab
sesungguhnya telah berkumpul dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta
bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus,
yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan
dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.” Sudahkah kita menghargai ANUGERAH
dan KEBESARAN KASIH TUHAN ini? Mari saudaraku dengan Sarapan Pagi setiap
hari kita akan berjalan dengan KETEGUHAN IMAN yang terus akan DIKUATKAN
di dalam KRISTUS, amin.
Respon 1
Roma 5:1-11 kembali
meneguhkan iman kita bahwa Tuhan Yesus sendiri yang memberikan diriNYA untuk
menjadi pendamai dan penjamin keselamatan kita. Jangan pernah ragu akan hal
itu. Mazmur 1:1-6 adalah tips untuk menjadi orang yang berhasil. Ayo
praktekkan! Dekat dan melekat dengan Tuhan membuat hidup kita selalu berhasil,
amin.
Respon 2
Selalu ada kesempatan
ke 2 ketika kita bersungguh-sungguh untuk bertobat dan tidak hidup dalam dosa
lagi. Pesan itu yang dibawa oleh kematian Tuhan di kayu salib. Apakah kita
sudah mengambil kesempatan ini?? Tidak ada kata terlambat untuk bertobat.
Respon 3
Ya amin firman Tuhan,
“tetaplah kerjakan keselamatanmu.” Bukan hanya pekerjaan baik saja, tetapi kita
punya hati yang “menerobos”. Kita bangkit kerinduan kita padaNya, selaras
dengan hidup kita. Bagaimana Tuhan bekerja atas kita? 1. Tuhan memberikan kita
pikiran supaya naluri kita berfungsi untuk membedakan kehendak Tuhan atau
bukan. 2. Bekerja dengan segenap hati untuk Tuhan (hati yang tulus). Sehingga
Tuhan merespon setiap pelayanan kita, amin. Mari kita bersarapan pagi selalu
bersama Yesus, bertekun dalam iman, amin. Dan lebih bersemangat dalam berkarya,
haleluya! JBU.
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Rabu,
06 Maret 2013. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah” dan ia membenci
saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi
saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak
dilihatnya (1 Yohanes 4:20). Dengan apakah Tuhan nyatakan kasihNya pada kita?
Dengan menjadi manusia, dengan mati untuk kita. Lalu, dengan apakah kita
nyatakan kasih kita pada-Nya? Dengan sekedar mengatakan: “Aku mengasihiMu”kah??
Bagaimana dengan kasih dengan saudara? Jadi, adakah saat ini kita benar-benar
mengasihiNya? Ataukah kita sedang menjadi seorang pendusta? Tuhan Yesus
memberkati.
Respon 5
Ternyata hidup ini
sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA. Good morning, have a
wonderful day. God bless you.
No comments:
Post a Comment