15 Maret 2013
KUASA ROH KUDUS. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh
tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya
apa yang kamu lihat dan dengar di sini (Kisah Para Rasul 2:33). Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan
diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
(Yohanes 14:26). Ketika kita sarapan pagi setiap hari: membaca/ mempelajari
alkitab, ROH kebenaran atau ROH KUDUS itu menyertai kita atau
memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Yohanes 16:13, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu
ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri,
tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia
akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Amin. Sudahkah KUASA
ROH KUDUS mengubah setiap hidup kita?
Respon 1
Selamat pagi
semuanya. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, biarlah kita mengizinkan-Nya
untuk berbicara secara terbuka melalui firmanNya yang akan selalu mengingatkan
kita tentang kondisi hati kita yang sesungguhnya. GBU.
Respon 2
Janganlah hendaknya
kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi
4:6) Tuhan mau supaya kita jangan kuatir bahkan tidak kuatir tentang apapun
juga. Nyatakanlah kepada Tuhan yang baik dan mengasihi hidupmu segala
keinginanmu dalam doa permohonan dengan ucapan syukur. Hav a good Friday.
Respon 3
Shalom Cik Siu Siang
terima kasih banyak berkat-berkat sms renungan setiap pagi yang dengan setia
dikirim untuk Giok Lie, semua ketulusan hati yang sudah dicurahkan semuanya itu
diperhitungkan Tuhan Yesus dan dikembalikan berkali lipat ganda, baik berkat
jasmani maupun rohani juga penyertaannya senantiasa, amin. Imanuel. JBU &
JLU.
Respon 4
Jumat, 15 Maret 2013.
Bacaan: Kejadian 7; Setahun: Yosua 7-8. Nats: Pada hari itu juga masuklah Nuh
serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri
anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu. (Kejadian 7:13).
AYAH SEJATI. Paus Yohanes XXIII pernah berkata, “Seorang ayah bisa dengan mudah
memiliki anak. Jauh lebih sulit bagi seorang anak untuk bisa memiliki ayah yang
sejati.” Sebuah pernyataan yang menggelitik, tetapi diam-diam kita benarkan.
Memang, sekadar menjadi ayah sangat berbeda dengan menjadi ayah sejati. Ayah
sejati mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri sejak ia memiliki anak. Ayah
sejati mendampingi dengan kasih saat sang anak tertatih belajar menjalani
hidup. Ayah sejati tak hanya mempersiapkan warisan duniawi, tetapi menurunkan
iman yang membawa pada hidup kekal. Sebagai ayah, Nuh menunjukkan tanggung
jawabnya sebagai pemimpin yang mengarahkan hidup seluruh keluarganya. Walau
dunia tempat tinggal mereka sudah begitu kacau karena kejahatan dan ketidaktaatan,
Nuh tetap bertahan hidup benar dan tidak bercela (Kej 6:9). Tentu itu bukan hal
mudah baginya. Namun ia sanggup melakukannya, karena ia bergaul karib dengan
Tuhan. Tak heran ia mendapat kasih karunia istimewa dari Tuhan. Dan, tak
berhenti di situ saja. Ia menurunkan kepercayaannya itu kepada seluruh
keluarganya. Buktinya, di tengah masyarakat yang bersikeras tak mau mendengar
peringatan Nuh, istri, anak, dan menantunya masih mau percaya dan mengikutinya.
Dan, ketika mereka mengikuti pimpinan Nuh, mereka pun selamat dari kebinasaan
(Kej 7:23). Para ayah, di tangan Anda ada mandat Tuhan untuk memimpin keluarga
Anda pada kehidupan sejati dalam Kristus. Hiduplah karib dengan Tuhan, maka
seluruh keluarga Anda akan mengikuti dengan rela, percaya, dan sukacita. – AW.
KETIKA AYAH MENELADANKAN KETAATAN KEPADA TUHAN, MAKA KELUARGA AKAN MEMBERI
RESPON YANG SEPADAN.
No comments:
Post a Comment