Saturday, 2 March 2013

2 Maret 2013



02 Maret 2013
KEJUJURAN X PENDUSTA. Setiap kita pasti pernah bertindak tidak jujur di dalam hidup ini (Baca Kisah Para Rasul 5:1-11; kisah Ananias dan Safira). Kita berpikir bahwa hal itu tidak dapat diketahui oleh siapapun. INGAT Tuhan TAHU! Kita harus SADAR bahwa ketidakjujuran akan mendatangkan hukuman Tuhan dan merupakan salah satu penghalang bagi terkabulnya DOA-DOA kita! Oleh karena itu: JAGA HATI. Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 15:8, “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.” Sarapan pagi bersamaNya setiap pagi melatih kita untuk terus bertindak JUJUR, amin.

Respon 1
Ya amin. Hari-hari ini Tuhan mau agar kita berada dalam agendaNya. Apa aspek hidup kita, pertimbangan-pertimbangan yang kita miliki dan pikiran-pikiran yang muncul dalam diri kita, tidak selaras denganNya, itu mengakibatkan malapetaka, jangan sekali-kali memakai pertimbangan-pertimbangan dan pikiran-pikiran kita sendiri dalam berbicara atau bertindak, harus selaras agenda kerja Tuhan, baca 1 Samuel 13 keseluruhan. Kita harus miliki suatu tekad untuk hidup dengan akurat, hidup selaras agendaNya, amin. Bersarapan pagi bersama Yesus sehingga menjadi wujud gaya hidup di dalamNya. Amin. Dan anugerahNya membuat kita lebih bersemangat dalam berkarya, amin. JBU.

Respon 2
Renungan Sabtu Pagi: AKU MEMAAFKAN KAMU. Memaafkan orang yang pernah menyakiti kita akan membuat kita semakin KUAT. Jika kita dihina maka kita hanya perlu menahan hinaan mereka selama beberapa waktu, tapi mereka akan menanggung keburukan perbuatannya seumur hidup. Kisah berikut adalah kisah nyata dari Afrika Selatan. Selama bertahun-tahun, orang kulit putih di sana melakukan banyak kekejian pada kaum kulit hitam. Saat Apartheid berhenti dan Nelson Mandela menjadi Presiden Afrikan Selatan, beliau tidak menuntut balas. Sebaliknya, ia mendirikan sebuah komisi, yaitu Truth and Reconciliation Commission (Komisi Kebenaran dan Rujuk Damai). Pihak manapun yang telah melakukan kejahatan bisa mendatangi komisi itu, mengakui semua kesalahan dan keburukan yang pernah dilakukannya, dan ia akan diberi pengampunan walau seburuk apapun itu. Suatu hari, seorang polisi mengakui bagaimana dengan kejinya ia menyiksa mati seorang aktivis kulit hitam, dilakukan di hadapan istri aktivis yang telah meninggal itu. Polisi itu gemetar ketakutan saat mengakuinya dan merasa bersalah sepanjang hidupnya. Setelah selesai, si janda bangkit dan berlari ke arah polisi itu. Polisi itu berpikiran si janda akan membunuhnya sebagai balas dendam. Namun sebaliknya, si janda memeluk si polisi sambil berkata: “Aku memaafkan kamu.” Jika si perempuan itu bisa memaafkan pembunuh suaminya, tidakkah kita bisa mengampuni kesalahan lebih kecil yang dilakukan pada kita? Apapun yang dilakukan oleh orang kepada kita, tugas kita adalah memaafkan mereka, biarlah karma yang menegakkan keadilan. Jika saja orang-orang bisa saling memaafkan, maka dunia akan bebas dari konflik dan peperangan. Story by Ajahn Brahn (Penulis Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)

Respon 3
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 02 Maret 2013. Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: “Suruhlah keluar semua orang dari sini.” Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengeran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun (Kejadian 45:1-2). Pernah kita dikecewakan saudara kita…? Pernahkah kita disakiti saudara kita…? Pernah kita dimusuhi saudara kita…? Masihkah saat ini, luka itu membekas di hati kita…? Sampai berapa lama? Atau tepatnya, sampai berapa lama lagi…? Tidakkah kita mempunyai kasih. Ya, kasih yang cukup besar untuk membasuh itu semua…? Bila benar ada kasih dalam hati kita. Bila benar kasih itu cukup besar. Adakah kita masih dapat menahan diri kita untuk mengungkapkan kasih itu…? Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment