Friday, 22 March 2013

22 Maret 2013




22 Maret 2013
Tuhan Yesus Peduli. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11) Amin. Masihkah kita percaya bahwa Rancangan Tuhan itu yang terbaik buat kita? Adakah Tuhan itu masih peduli dengan semua pergumulan kita? Temui DIA dalam setiap Sarapan Pagi bersamaNya, yakinlah DIA sangat mengerti, dan DIA sangat peduli dengan semua pergumulan kita, temukan kedamaianNya melalui pujian, penyembahamu pagi ini niscaya engkau rasakan KEBAIKAN-NYA senantiasa.

Respon 1
“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. Dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.” “Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada.” Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati dan pikiran setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu. “Yang kita perlukan adalah hati yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun, di manapun dan dengan kondisi apapun.” Kebahagiaan itu hanya dimiliki oleh “orang-orang yang dapat BERSYUKUR.” “JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YANG KAMU MILIKI SAAT INI.” Bersyukur adalah suatu kemampuan yang bisa dipelajari oleh siapapun. Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu, melainkan hasil dari sebuah life style (gaya hidup) yang dilakukan secara berulang-ulang hingga berubah menjadi suatu kebiasaan. “JANGANLAH MENGELUH KARENA TANGAN YANG BELUM DAPAT MENGGAPAI BINTANG, TAPI BERSYUKURLAH KARENA KAKI YANG MASIH DAPAT MENGINJAK BUMI.” Jangan risau untuk nikmat yang belum kita miliki, tetapi kita risau apakah kita sudah bersyukur terhadap nikmat yang sudah kita miliki… Yang hidup pasti mati dan yang mati takkan bisa hidup lagi, jadi bersyukurlah agar bahagia saat kita menjalani hidup. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18) God bless you all.

Respon 2
Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yang kita hadapi. Tak akan pernah ditinggalkannya ku bergumul sendiri sbab Allah mengerti. 1 kata-kata yang aku ingat dari komsel kemarin pesan dari Bu Pks, kalo saat ini kita terpuruk jangan pernah kuatir dan takut itu adalah tanda-tanda akan terjadi “kebangkitan”. Kebangkitan dalam usaha, kebangkitan dalam rumah tangga, kebangkitan dalam kerohanian, kebangkitan dalam keuangan. Dan aku amini itu PASTI terjadi dalam hidupku. Sepasti musim yang terus berganti seperti itu juga musim pemulihan kan terjadi dalam hidupku. Amin..

Tanggapan Saya untuk Respon 2
Shalom Rita selamat pagi! Respon yang sangat luar biasa, percayalah DIA ada dalam setiap musim hidup kita, DIA Allah IMANUEL, DIA turut bekerja dalam SEGALA PERKARA untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang mengasihiNya, Roma 8:28. Amin.

Respon 3
Amen. Saya percaya itu Cik, saya pengen punya iman kayak Abraham sekalipun tidak ada dasar untuk berharap saya akan tetap berharap Cik. Firman Tuhan tentang kebangkitan ini semakin memberi saya kekuatan. Dan saya percaya ini adalah cara Tuhan untuk memberi saya kekuatan.

Tanggapan Saya untuk Respon 3
Shalom Rita, selamat siang! Ya Rita saya percaya hanya DIA yang sanggup mengubah setiap hati kita untuk diperbaharui diberi pencerahan dikuatkan bahkan “percaya” sekalipun belum melihat ya! Itu juga yang menjadi kekuatan saya: percaya bahwa DIA yang menyediakan semua kebutuhan kita, ngga tahu jalannya dari mana? Kapan? Bagaimana? Kita ngga ngerti? Hanya kita diminta sabar ya. WaktuNya Tuhan bukan waktunya kita! Selamat beraktivitas, Jbu.

Respon 4
Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! (Mazmur 3:9) Pertolongan dan berkat datang dari TUHAN. Berharap kepada TUHAN, karena pengharapan kita kepada Yesus seperti sauh yang kuat dan tidak mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 5
Tuhan memberikan yang kita butuhkan agar kita bisa memberikan apapun untuk sesama yang membutuhkan. Amin. GBU.

Respon 6
Amin, saya percaya Tuhan berkarya dalam hidup kita, met aktivitas, Jwu.

Respon 7
Marilah kita BERSYUKUR… “Dahulukan SYUKUR dari SABAR.” Namun keduanya bisa jalan beriringan, mengapa? Rasa syukur, membuat hidup kita menjadi indah. Rasa syukur, membuat yang sedikit terasa cukup dan berkah. Rasa syukur, mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga. Rasa syukur, mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yang bernilai. Rasa syukur, hidangan sederhana terasa menjadi istimewa. Rasa syukur, mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman. Rasa syukur, mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga. Rasa syukur, mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan. Rasa syukur, mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan. Rasa syukur, mengubah penolakan menjadi penerimaan. Rasa syukur, mengubah kebencian di hati menjadi kasih sayang. Rasa syukur, menciptakan kedamaian dan ketenangan hati. Rasa syukur, mengubah emosi menjadi latihan kesabaran. Rasa syukur, menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis. Rasa syukur, menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan. Rasa syukur, menjadikan hari esok penuh harapan. Rasa syukur, menciptakan visi ke depan yang penuh harapan. Bila hati kita dipenuhi rasa syukur, hidup menjadi senantiasa indah dan damai. Nehemia 6:1-16, ketidaksabaran hanya akan membuat kita gagal untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan. “Bapa sorgawi, tolonglah agar kami bisa bersabar di dalam menantikan segala cita-cita kami terwujud. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amien!” Semoga hari ini kita lebih baik dari kemarin. Tetap semangat!

No comments:

Post a Comment