30 Maret 2013
Hope For Today: DIA Tuhan yang Memberi Janji. “Maka kata Yesus kepada mereka:
Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka
pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:10)
Pengharapan akan janji-janjiNya adalah pemberian sempurna bagi kita! Kehilangan
akan janji-janji Tuhan, berarti kehilangan HIDUP! Melalui Sarapan Pagi setiap
hari bersamaNya kita dilatih untuk percaya akan janji-janjiNya yang luar biasa
ya! Amin. Alami janji-janjiNya itu melalui pembacaan firman setiap hari niscaya
itu akan menjadi pengalaman dalam hidup kita, yess!
Respon 1
Amin, saya percaya
janji Tuhan pasti digenapi. Jwu.
Respon 2
Ya amin! Kejadian
6:1-8 ada sesuatu kejadian yang terjadi, banyak kejahatan yang menyakitkan hati
Tuhan. Dalam Roma 12:1-2 hidup kita jangan serupa dengan dunia, kita harus
sadar dan berdiri teguh dengan Allah. Bersarapan pagi setiap hari Roh Tuhan
beri kita terangNya dan kita menghidupi firman itu memanifestasikan seluruh
aspek hidup kita. Amin! Selamat berkarya, Jbu.
Respon 3
PEMULUNG. Suatu
ketika seorang guru bertanya kepada murid-muridnya tentang siapa Tuhan itu?
Steven – ayahnya Hakim, menjawab bahwa Tuhan itu adalah hakim yang mengadili
orang jahat. Lalu Albert – yang ayahnya seorang dokter, menjawab: Tuhan adalah
dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Michael – Papanya konglomerat,
menjawab: bahwa Tuhan adalah yang bisa memberikan segalanya. Semua anak ditanya
dan jawabnya adalah perspektif mereka terhadap pekerjaan bapaknya di dunia.
Tibalah giliran Sarjo yang akan ditanya oleh guru. Guru tahu bahwa Sarjo tidak
semapan teman-temannya yang hidup berkecukupan. Kepala Sarjo menunduk ke bawah,
tidak berani menatap gurunya. Sang guru bertanya kepada Sarjo, siapakah Tuhan
itu? Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa Tuhan itu adalah seorang
“pemulung”. Tiba-tiba kelas menjadi ricuh dan ribut dengan jawaban Sarjo,
bagaimana mungkin Tuhan itu “pemulung”. Gurupun bertanya, mengapa Sarjo
mengatakan bahwa Tuhan itu “pemulung”? Dengan menengadahkan mukanya, Sarjo
berkata bahwa seorang “pemulung” mengambil barang-barang yang tidak berguna,
mengumpulkannya dan membersihkannya sehingga menjadi berguna. Ayah saya juga
memungut saya dari jalanan dan membawa saya pulang ke rumahnya. Saya diasuh,
disekolahkan, dan dididik sehingga menjadi berguna. Jika ayah saya tidak
mengambil saya, entah bagaimana nasib saya sekarang di jalan. Demikian juga
Tuhan adalah seorang “pemulung” yang mengambil yang tidak berguna menjadi
berguna. Semua kelas terdiam dan tanpa terasa sang guru meneteskan air mata.
Lalu dipeluknya Sarjo dengan erat sambil menangis terharu. TUHAN YESUS amat
mengasihi kita. Kita orang yang terhilang, kita yang banyak melakukan dosa,
tapi Tuhan tak pernah memperhitungkannya. Dia mengasihi kita, melindungi kita
karena kita adalah umat pilihanNya. Jiwa kita berharga di mata-NYA. Selamat
paskah, Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment