Tuesday, 3 June 2014

3 Juni 2014



Ibrani 10:14, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Korban satu-satunya yang dipersembahkan Kristus di Kayu Salib adalah keselamatan sempurna untuk selama-lamanya! Keselamatan sempur-na didalam Kristus diberikan kepada semua orang yang dikuduskan ketika kita mengham-piri-Nya melalui Kristus dan percaya. “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan  dari  hati  nurani  yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (ayat 22) dan “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25). Amin!


Respon 1
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku. (Mazmur 86:7). Tuhan menjawab seruan doamu! Tuhan Yesus setia.

Respon 2
Selasa, 3 Juni 2014. Bacaan: Amsal 10:1-32. Setahun: Ezra 6-7. Nats: Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk. (Amsal 10:7). KUBURAN NOMMENSEN. Ketika masih SMA di Sigumpar, Sumatera Utara, Pak Siregar sering membolos. Agar tidak kepergok guru atau orangtua, ia dan temannya bersembunyi sambil merokok di kuburan tak jauh dari sekolah. Kuburan itu tak lain makam Nommensen, misionaris Jerman yang dikenal sebagai Rasul Orang Batak. Membaca tulisan di nisan itu, Pak Siregar muda merenung. “Untuk apa orang ini datang jauh-jauh dari Jerman untuk mati di sini?” Pertanyaan itu tersimpan di benaknya hingga bertahun-tahun. Ketika kuliah, seseorang memberitakan Injil kepadanya, dan ia bertobat. Saat itulah ia benar-benar mengerti alasan kedatangan Nommensen, yaitu untuk memberitakan Kristus, karena hanya Dialah jalan keselamatan. Arah hidupnya pun berubah. Sekarang, Pak Siregar telah melayani selama belasan tahun sebagai pemberita Injil yang berani. Kitab Amsal memuat berbagai nasihat, petuah, atau panduan untuk hidup secara sejahtera. Pasal ini merupakan kumpulan nasihat Salomo. Ia antara lain berbicara tentang kenangan yang muncul saat kita mendengar  nama  tertentu.  Terdapat kontras yang tajam antara mengingat nama orang benar dan nama orang fasik (jahat). Warisan orang benar-teladan, gaya hidup, nasihat, iman, dll.-masih dapat memberkati seseorang sekalipun ia sudah tiada. Hal itu dapat menginspirasi orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik. Marilah kita setia menjalani hidup sebagai orang yang telah dibenarkan Kristus, agar dapat memberkati orang lain tiap kali mereka mengingat kita. --Hembang Tambun. Menjalani hidup dengan menjadi berkat akan mewariskan kenangan penuh makna setelah kita tiada.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 3 Juni 2014. Praise God. “Tapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya Kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang Percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). Percaya & menerima Nama Yesus akan dipenuhi oleh Roh  Kudus  sebagai  Kuasa  yang  bekerja  di dalam kita untuk menolong kita berubah, kita dimampukan untuk memiliki. Cara hidup anak-anak Allah (bukan cuma heboh bikin mujizat), cara hidup yang berbeda dengan cara hidup lama (cara hidup dunia). Perubahan cara hidup kita, itulah mujizat terbesar & kekal. Seringkali saat segala hal berjalan lancar, seolah kita baik-baik saja, rohani kita santai. Tapi mulai kelihatan, kita mengeluh / ragu saat kita merasa kenyamanan hidup kita terusik. Sesungguhnya hanya 1 yang kita perlu periksa. Apakah kita menghormati keberadaan Roh Kudus dalam hidup kita & melibatkan Roh Kudus sepenuhnya untuk memimpin kita? Inilah artinya bahwa kita harus selalu penuh & dipimpin Roh Kudus, bukan sekedar heboh berbahasa roh sekenceng-kencengnya tapi mengabaikan arahan-Nya, (yang tidak pernah keluar dari kebenaran firman Tuhan). Heboh berbahasa roh tapi keras kepala, tidak mau belajar  &  berubah,  menolak  melakukan firman TUHAN, karakter tidak mau dibentuk, ya sama saja bohong. Jangan bangga hanya heboh berbahasa roh tapi perubahan yang nyata sesuai pertobatan (Lukas 3:8). Inilah yang terpenting dalam hidup sebab hanya melalui ini kita dapat menghasilkan buah. Roh (Galilea 5:22) dan dari buah hidup kita ini kita akan dikenal (Matius 7:20-21). Jangan terlalu jauh berpikir tentang jabatan dalam pelayanan & tunggu diutus kemana-mana sebab ayat ini ditujukan bagi kita, dalam peran kita masing-masing dalam hidup sehari-hari, sebagai suami / istri / ayah / ibu / opa / oma / mertua / menantu / teman dll. Jadi Allah pada dasarnya mengatakan bahwa jika kita menjadi siapa / apapun peran kita dengan cara hidup anak-anak Allah, maka kita harus beri diri dipimpin oleh Roh Kudus & firman-Nya berotoritas (memerintah) penuh atas hidup kita. Kita perlu bantuan Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk memampukan kita melaku-kan  apa  yang  harus kita lakukan sesuai dengan panggilan-Nya untuk kita. (apa peran yang Tuhan tanam dalam kita?) Inilah pang-gilan kita, menyatakan Kristus dalam peran hidup sehari-hari. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment