Ibrani 10:14, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan
untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Korban satu-satunya yang
dipersembahkan Kristus di Kayu Salib adalah keselamatan sempurna untuk
selama-lamanya! Keselamatan sempur-na didalam Kristus diberikan kepada semua
orang yang dikuduskan ketika kita mengham-piri-Nya melalui Kristus dan percaya.
“Karena itu marilah kita menghadap Allah
dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati
kita telah dibersihkan dari hati nurani
yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang
murni.” (ayat 22) dan “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan
dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup
senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25). Amin!
Respon 1
Pada hari
kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku. (Mazmur 86:7).
Tuhan menjawab seruan doamu! Tuhan Yesus setia.
Respon 2
Selasa, 3 Juni 2014. Bacaan: Amsal 10:1-32. Setahun:
Ezra 6-7. Nats: Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama
orang fasik menjadi busuk. (Amsal 10:7). KUBURAN NOMMENSEN. Ketika masih SMA di
Sigumpar, Sumatera Utara, Pak Siregar sering membolos. Agar tidak kepergok guru
atau orangtua, ia dan temannya bersembunyi sambil
merokok di kuburan tak jauh dari sekolah. Kuburan itu tak lain makam Nommensen,
misionaris Jerman yang dikenal sebagai Rasul Orang Batak. Membaca tulisan di
nisan itu, Pak Siregar muda merenung. “Untuk apa orang ini datang jauh-jauh
dari Jerman untuk mati di sini?” Pertanyaan itu tersimpan di benaknya hingga
bertahun-tahun. Ketika kuliah, seseorang memberitakan Injil kepadanya, dan ia
bertobat. Saat itulah ia benar-benar mengerti alasan kedatangan Nommensen,
yaitu untuk memberitakan Kristus, karena hanya Dialah jalan keselamatan. Arah
hidupnya pun berubah. Sekarang, Pak Siregar telah melayani selama belasan tahun
sebagai pemberita Injil yang berani. Kitab Amsal memuat berbagai nasihat,
petuah, atau panduan untuk hidup secara sejahtera. Pasal ini merupakan kumpulan
nasihat Salomo. Ia antara lain berbicara tentang kenangan yang muncul saat kita
mendengar nama tertentu. Terdapat kontras yang tajam antara
mengingat nama orang benar dan nama orang fasik (jahat). Warisan orang
benar-teladan, gaya hidup, nasihat, iman, dll.-masih dapat memberkati seseorang
sekalipun ia sudah tiada. Hal itu dapat menginspirasi orang lain agar menjadi
pribadi yang lebih baik. Marilah kita setia menjalani hidup sebagai orang yang
telah dibenarkan Kristus, agar dapat memberkati orang lain tiap kali mereka
mengingat kita. --Hembang Tambun. Menjalani hidup dengan menjadi berkat akan
mewariskan kenangan penuh makna setelah kita tiada.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 3 Juni 2014. Praise God. “Tapi
semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya Kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,
yaitu mereka yang Percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). Percaya & menerima
Nama Yesus akan dipenuhi oleh Roh Kudus sebagai Kuasa yang
bekerja di dalam kita untuk menolong kita
berubah, kita dimampukan untuk memiliki. Cara hidup anak-anak Allah (bukan cuma
heboh bikin mujizat), cara hidup yang berbeda dengan cara hidup lama (cara
hidup dunia). Perubahan cara hidup kita, itulah mujizat terbesar & kekal. Seringkali
saat segala hal berjalan lancar, seolah kita baik-baik saja, rohani kita
santai. Tapi mulai kelihatan, kita mengeluh / ragu saat kita merasa kenyamanan
hidup kita terusik. Sesungguhnya hanya 1 yang kita perlu periksa. Apakah kita
menghormati keberadaan Roh Kudus dalam hidup kita & melibatkan Roh Kudus
sepenuhnya untuk memimpin kita? Inilah artinya bahwa kita harus selalu penuh
& dipimpin Roh Kudus, bukan sekedar heboh berbahasa roh sekenceng-kencengnya
tapi mengabaikan arahan-Nya, (yang tidak pernah keluar dari kebenaran firman
Tuhan). Heboh berbahasa roh tapi keras kepala, tidak mau belajar & berubah, menolak melakukan firman TUHAN, karakter
tidak mau dibentuk, ya sama saja bohong. Jangan bangga hanya heboh berbahasa
roh tapi perubahan yang nyata sesuai pertobatan (Lukas 3:8). Inilah yang
terpenting dalam hidup sebab hanya melalui ini kita dapat menghasilkan buah.
Roh (Galilea 5:22) dan dari buah hidup kita ini kita akan dikenal (Matius 7:20-21).
Jangan terlalu jauh berpikir tentang jabatan dalam pelayanan & tunggu
diutus kemana-mana sebab ayat ini ditujukan bagi kita, dalam peran kita
masing-masing dalam hidup sehari-hari, sebagai suami / istri / ayah / ibu / opa
/ oma / mertua / menantu / teman dll. Jadi Allah pada dasarnya mengatakan bahwa
jika kita menjadi siapa / apapun peran kita dengan cara hidup anak-anak Allah, maka
kita harus beri diri dipimpin oleh Roh Kudus & firman-Nya berotoritas
(memerintah) penuh atas hidup kita. Kita perlu bantuan Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya
untuk memampukan kita melaku-kan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan panggilan-Nya
untuk kita. (apa peran yang Tuhan tanam dalam kita?) Inilah pang-gilan kita,
menyatakan Kristus dalam peran hidup sehari-hari. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment