Wednesday, 18 June 2014

18 Juni 2014



“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13) Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik (mengampuni) kepada orang-orang yang sudah mengecewakan kita? Mengapa kita harus suka mengampuni? Sebab kita juga sudah diampuni. “Janganlah kamu meng-hakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37). Amin bahkan Dia sangat mengasihi kita. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34). Semangat mengampuni.


Respon 1
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. (Mazmur 103:7). Jangan hanya cari perbuatan-perbuatan-Nya tetapi kenali jalan-jalan-Nya. Yesus berkata: Akulah jalan…. Mengenal jalan-jalan-Nya = mengenal Yesus.

Respon 2
Praise God. “Demikianlah hendaknya terang-mu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik & memulia-kan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16). Go shining! Bersinar bagi Tuhan bukan tanpa pergumulan, ujian & kendala, semua berjalan seperti yang kita mau dalam kenyamanan & kemudahan. Justru dapat bersinar bagi Tuhan karena telah nyata teruji. Maka kata tuannya itu kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik & setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberi kan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah & turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21). Bahkan kita sering berpikir bahwa hal-hal besar & peristiwa-peristiwa hebat dalam hidup yang membuat kita bersinar. Tidak. Krisis / kemelut hiduplah yang memunculkan karakter yang teruji, dibangun oleh-oleh hal-hal kecil dalam kehidupan. Sebab integritas muncul & teruji dalam perkara-perkara yang tak terlihat oleh orang lain / balik layar. Pilihan-pilihan sederhana, yang tak terlihat, yang tak spektakuler dalam hidup, kita melakukan hal benar meskipun tidak ada yang melihatnya. Jasa-jasa yang tak diperhitungkan tapi tetap kita kerjakan dengan hati untuk Tuhan. Tuhan menguji & memurnikan integritas kita dalam perkara-perkara kecil, untuk membangun kesetiaan. “Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” “Barang siapa  setia  dalam  perkara-perkara  kecil,  ia
setia juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10). Dan ini berbicara tentang jati diri. siapa & bagaimana kita sesungguhnya. Layak untuk direnungkan. Perkara-perkara kecil apa yang telah Allah percayakan pada kita untuk diselesaikan / dilaksanakan? Bagai-mana integritas kita dalam melakukannya? Apakah kita memperlakukan perkara-perkara kecil & besar dengan berbeda? Bagaimana sebenarnya Tuhan ingin kita memperlakukan keduanya? Kesetiaan memerlukan integritas & Tuhan menguji integritas kita melalui perkara-perkara kecil. Ini juga karakteristik orang yang dipenuhi & dipimpin Roh Kudus: Bertanggung jawab, berintegritas, setia & pasti bersinar! Selamat pagi. Jesus bless you all.

Respon 3
Syalom. Amin. Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang  yang  takut  akan  Dia,  dan  keadilan-Nya bagi anak cucu. (Mazmur 103:17). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati.

JESUS BLESS
 



No comments:

Post a Comment