“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain,
dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam
terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian.” (Kolose
3:13) Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik (mengampuni)
kepada orang-orang yang sudah mengecewakan kita? Mengapa kita harus suka mengampuni?
Sebab kita juga sudah diampuni. “Janganlah
kamu meng-hakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu
menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”
(Lukas 6:37). Amin bahkan Dia sangat mengasihi kita. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling
mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus
saling mengasihi.” (Yohanes 13:34). Semangat mengampuni.
Respon 1
Ia telah
memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada
orang Israel. (Mazmur 103:7). Jangan hanya cari perbuatan-perbuatan-Nya tetapi
kenali jalan-jalan-Nya. Yesus berkata: Akulah jalan…. Mengenal jalan-jalan-Nya
= mengenal Yesus.
Respon 2
Praise God. “Demikianlah hendaknya terang-mu bercahaya
di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik & memulia-kan
Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16). Go shining! Bersinar bagi Tuhan bukan
tanpa pergumulan, ujian & kendala, semua berjalan seperti yang kita mau
dalam kenyamanan & kemudahan. Justru dapat bersinar bagi Tuhan karena telah
nyata teruji. Maka kata tuannya itu kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai
hambaku yang baik & setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan
memberi kan kepadamu
tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah & turutlah dalam
kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21). Bahkan kita sering berpikir bahwa hal-hal
besar & peristiwa-peristiwa hebat dalam hidup yang membuat kita bersinar.
Tidak. Krisis / kemelut hiduplah yang memunculkan karakter yang teruji,
dibangun oleh-oleh hal-hal kecil dalam kehidupan. Sebab integritas muncul &
teruji dalam perkara-perkara yang tak terlihat oleh orang lain / balik layar.
Pilihan-pilihan sederhana, yang tak terlihat, yang tak spektakuler dalam hidup,
kita melakukan hal benar meskipun tidak ada yang melihatnya. Jasa-jasa yang tak
diperhitungkan tapi tetap kita kerjakan dengan hati untuk Tuhan. Tuhan menguji
& memurnikan integritas kita dalam perkara-perkara kecil, untuk membangun
kesetiaan. “Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak
benar juga dalam perkara-perkara besar.” “Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia
setia juga dalam
perkara-perkara besar” (Lukas 16:10). Dan ini berbicara tentang jati diri. siapa
& bagaimana kita sesungguhnya. Layak untuk direnungkan. Perkara-perkara kecil
apa yang telah Allah percayakan pada kita untuk diselesaikan / dilaksanakan? Bagai-mana
integritas kita dalam melakukannya? Apakah kita memperlakukan perkara-perkara
kecil & besar dengan berbeda? Bagaimana sebenarnya Tuhan ingin kita
memperlakukan keduanya? Kesetiaan memerlukan integritas & Tuhan menguji
integritas kita melalui perkara-perkara kecil. Ini juga karakteristik orang yang
dipenuhi & dipimpin Roh Kudus: Bertanggung jawab, berintegritas, setia
& pasti bersinar! Selamat pagi. Jesus bless you all.
Respon 3
Syalom. Amin. Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya
sampai selama-lamanya atas orang-orang yang
takut akan Dia,
dan keadilan-Nya bagi anak
cucu. (Mazmur 103:17). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan
memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment