Filipi 2:8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Sudahkah kita melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita dengan penuh ketaatan
artinya melakukan firman Tuhan dengan setia, jika kita taat pada saat-Nya kita
pasti akan mengalami berkat Tuhan yang melimpah atas kita Amin!
Respon 1
Mazmur 121:1-2, “Aku
melayangkan mataku ke gunung-gunung, darimanakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari Tuhan! Yesus sanggup menolongku. Pasti bisa. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.
Respon 2
Praise God! “Karena
Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak
& yang telah
merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan” (Efesus 2:14). Semua orang menginginkan
hidup penuh damai sejahtera. Secara umum damai sejahtera sering diartikan sebagai
ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa ternyata kebutuhan penting dalam kehidupan, sebab
setiap orang akan melakukan apa pun untuk menemukannya, bahkan rela kehilangan
apapun untuk memilikinya. Biaya mahal pun ok untuk berlibur, melakukan
ritual-ritual, mengguna-kan aromaterapi, dll. Kenyataannya memang manusia akan
mencoba segala macam hal demi mendapatkannya. Masalahnya, sangat sedikit orang
di dunia ini yang berdamai dengan Tuhan & diri mereka sendiri. Padahal ini
akar persoalannya. Karenanya kebanyakan orang memiliki tingkat stres,
kecemasan, atau tekanan yang tinggi dalam hidup mereka. Jika didalami, ada 3
hal yang merampas damai sejahtera kita: 1. Keadaan yang tak terkendali. Banyak hal terjadi
di luar kendali kita. Saat hal-hal ini terjadi,
kita merasa frustrasi & kehilangan kedamaian hati. 2. Saat orang-orang
tidak bisa diubah. Pada dasarnya, orang akan menolak perubahan. Dan mereka
benci ketika kita mencoba mengubah mereka. Itu cara tercepat kita hilang
kesabaran, sebab kebanyakan orang sulit berubah. 3. Saat ada masalah yang tak
dapat dimengerti kita harus sadari bahwa hidup ini memang tidak adil. Tidak
semua orang punya hidup yang baha-gia. Ada hal-hal yang tidak selalu berjalan
mulus. Yang makin memperburuk kita adalah saat kita tidak tahu alasannya. Dan
ketika kita tidak tahu, kita biasanya menjadi cemas, geli-sah, stress sehingga
alami kebocoran damai sejahtera. Hal-hal yang tak terkendali apa yang
akhir-akhir ini telah merampas damai sejahtera kita? Tuhan telah menjanjikan
ketenangan jiwa, karena itu merupakan kebutuhan dasar manusia & hanya Dia yang
dapat memberikannya. “Ia telah memberikan-nya,
yaitu diri-Nya sendiri bagi kita.
“Jehova Shalom” artinya
Allah Sumber damai sejahtera.” (Yohanes 14:27). Hidup dalam damai sejahtera
Allah bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi di dalam & oleh damai
sejahtera-Nya kita mampu hadapi, selesaikan & menang atas masalah. Selamat
pagi. Jbu.
Respon 3
Minggu, 29 Juni 2014.
Bacaan: Matius 3:1-12. Setahun: Mazmur 23-30. Nats: Jadi, hasilkanlah buah yang
sesuai dengan perto-batan (Matius 3:8). BUAH PERTOBATAN. Penduduk desa asal
saya hampir seluruhnya Kristen dan punya hubungan kekerabatan. Umumnya mereka
rajin ke gereja sekalipun harus berjalan kaki beberapa kilometer. Kebanyakan
mereka memiliki jabatan pelaya-nan di gereja. Ironisnya, hidup keseharian
mereka sering tidak memancarkan iman Kristiani. Perjudian dan kemabukan tetap
marak. Pertengkaran juga membuat banyak orang saling tidak bertegur sapa hingga bertahun-tahun, padahal
kadang-kadang mereka terlibat dalam satu tim pelayanan. Sebagai persiapan
menyambut kedatangan Tuhan Yesus, Yohanes Pembaptis mendorong orang Israel
bertobat dan dibaptis. Ketika orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptis
sebagai tanda pertobatan, ia malah mengecam mereka dengan keras. Ia mencela
cara hidup mereka yang tidak sepadan dengan firman yang selalu mereka pelajari.
Walaupun mereka berusaha menuruti Taurat secara ketat, pemaknaan mereka telah
melenceng dari kehendak Tuhan. Tak heran, Yesus juga kerap mengecam mereka. Menjadi
orang Kristen bukanlah sekadar memeluk sebuah agama dan menjalani rutinitas
ibadah, melainkan bertumbuh menjadi seperti Kristus. Hal itu hanya dapat
terjadi jika kita menyerahkan hidup kepada-Nya sehingga Dia hidup di dalam
kita. Perubahan yang dikerjakan Allah di dalam hidup kita pun akan terlihat
dari luar melalui buah yang kita hasilkan. Itulah yang Yohanes maksudkan dengan
buah pertobatan. Marilah menjalani hidup selaras dengan kehendak Kristus, agar
buah hidup kita dapat dinikmati orang lain. -- Hembang Tambun. Pertobatan
adalah pintu gerbang menuju kehidupan
yang menjadi berkat bagi sesama
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment