Sunday, 29 June 2014

29 Juni 2014



Filipi 2:8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Sudahkah kita melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita dengan penuh ketaatan artinya melakukan firman Tuhan dengan setia, jika kita taat pada saat-Nya kita pasti akan mengalami berkat Tuhan yang melimpah atas kita Amin!

Respon 1
Mazmur 121:1-2, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan! Yesus sanggup menolongku. Pasti bisa. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.

Respon 2
Praise God! “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan  kedua  pihak

& yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan” (Efesus 2:14). Semua orang menginginkan hidup penuh damai sejahtera. Secara umum damai sejahtera sering diartikan sebagai ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa ternyata kebutuhan penting dalam kehidupan, sebab setiap orang akan melakukan apa pun untuk menemukannya, bahkan rela kehilangan apapun untuk memilikinya. Biaya mahal pun ok untuk berlibur, melakukan ritual-ritual, mengguna-kan aromaterapi, dll. Kenyataannya memang manusia akan mencoba segala macam hal demi mendapatkannya. Masalahnya, sangat sedikit orang di dunia ini yang berdamai dengan Tuhan & diri mereka sendiri. Padahal ini akar persoalannya. Karenanya kebanyakan orang memiliki tingkat stres, kecemasan, atau tekanan yang tinggi dalam hidup mereka. Jika didalami, ada 3 hal yang merampas damai sejahtera kita: 1. Keadaan yang tak terkendali. Banyak  hal  terjadi  di  luar kendali kita. Saat hal-hal ini terjadi, kita merasa frustrasi & kehilangan kedamaian hati. 2. Saat orang-orang tidak bisa diubah. Pada dasarnya, orang akan menolak perubahan. Dan mereka benci ketika kita mencoba mengubah mereka. Itu cara tercepat kita hilang kesabaran, sebab kebanyakan orang sulit berubah. 3. Saat ada masalah yang tak dapat dimengerti kita harus sadari bahwa hidup ini memang tidak adil. Tidak semua orang punya hidup yang baha-gia. Ada hal-hal yang tidak selalu berjalan mulus. Yang makin memperburuk kita adalah saat kita tidak tahu alasannya. Dan ketika kita tidak tahu, kita biasanya menjadi cemas, geli-sah, stress sehingga alami kebocoran damai sejahtera. Hal-hal yang tak terkendali apa yang akhir-akhir ini telah merampas damai sejahtera kita? Tuhan telah menjanjikan ketenangan jiwa, karena itu merupakan kebutuhan dasar manusia & hanya Dia yang dapat memberikannya. “Ia telah memberikan-nya,  yaitu  diri-Nya sendiri bagi kita. “Jehova Shalom” artinya Allah Sumber damai sejahtera.” (Yohanes 14:27). Hidup dalam damai sejahtera Allah bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi di dalam & oleh damai sejahtera-Nya kita mampu hadapi, selesaikan & menang atas masalah. Selamat pagi. Jbu.


Respon 3
Minggu, 29 Juni 2014. Bacaan: Matius 3:1-12. Setahun: Mazmur 23-30. Nats: Jadi, hasilkanlah buah yang sesuai dengan perto-batan (Matius 3:8). BUAH PERTOBATAN. Penduduk desa asal saya hampir seluruhnya Kristen dan punya hubungan kekerabatan. Umumnya mereka rajin ke gereja sekalipun harus berjalan kaki beberapa kilometer. Kebanyakan mereka memiliki jabatan pelaya-nan di gereja. Ironisnya, hidup keseharian mereka sering tidak memancarkan iman Kristiani. Perjudian dan kemabukan tetap marak. Pertengkaran juga membuat banyak orang  saling  tidak  bertegur sapa hingga bertahun-tahun, padahal kadang-kadang mereka terlibat dalam satu tim pelayanan. Sebagai persiapan menyambut kedatangan Tuhan Yesus, Yohanes Pembaptis mendorong orang Israel bertobat dan dibaptis. Ketika orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptis sebagai tanda pertobatan, ia malah mengecam mereka dengan keras. Ia mencela cara hidup mereka yang tidak sepadan dengan firman yang selalu mereka pelajari. Walaupun mereka berusaha menuruti Taurat secara ketat, pemaknaan mereka telah melenceng dari kehendak Tuhan. Tak heran, Yesus juga kerap mengecam mereka. Menjadi orang Kristen bukanlah sekadar memeluk sebuah agama dan menjalani rutinitas ibadah, melainkan bertumbuh menjadi seperti Kristus. Hal itu hanya dapat terjadi jika kita menyerahkan hidup kepada-Nya sehingga Dia hidup di dalam kita. Perubahan yang dikerjakan Allah di dalam hidup kita pun akan terlihat dari luar melalui  buah  yang  kita hasilkan. Itulah yang Yohanes maksudkan dengan buah pertobatan. Marilah menjalani hidup selaras dengan kehendak Kristus, agar buah hidup kita dapat dinikmati orang lain. -- Hembang Tambun. Pertobatan adalah pintu gerbang menuju kehidupan  yang menjadi berkat bagi sesama





JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment