2 Korintus 5:20 “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus,
seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus
kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Alangkah
mulia tanggung jawab dan kehormatan seseorang yang ditunjuk mewakili negaranya sebagai
utusan bagi negara lain (Duta Besar). Sebagai pengikut Kristus, kita adalah utusan-utusan Kristus / Duta Besar-Nya Tuhan sebagaimana Allah
mengutus Kristus untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya. “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah
mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercaya-kan pelayanan
pendamaian itu kepada kami.”
(ayat 18) “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan
diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah
mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” (ayat 19). “Berita yang kita sampaikan adalah bahwa
semua orang dapat ditebus dalam Kristus yang tidak mengenal dosa telah
dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh
Allah.” (ayat 21). Jadi dimanapun kita ditempatkan jadilah Duta Besar
utusan Kristus dari pendamaian bagi Kristus Yesus! Amin.
Respon 1
Kamis, 12 Juni 2014.
Bacaan: 2 Samuel 14:25-30. Setahun: Ester 1-3. Nats: Di seluruh Israel tidak
ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak
kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. (2 Samuel 14:25). CACAT.
Hirotada Ototake, pemuda Jepang yang lahir tanpa kaki dan tangan. Berbudi luhur. Bertekad baja. Dengan
perjuangan keras, ia mampu hidup mandiri di atas kursi rodanya. Ia bekerja
sebagai guru Sekolah Dasar yang kreatif dan disukai para murid. Kehidupannya
diangkat ke dalam novel dan film. Salah satu prinsip hidupnya, “Kecacatan itu
lumrah, seperti suatu kekurangan; semua orang memilikinya, hanya yang satu
terlihat lebih mencolok daripada yang lain.” Alkitab mencatat seorang pemuda
yang secara jasmani tampak begitu sempurna. Itulah Absalom, salah seorang putra
raja Daud. Bila ditakar penampilannya secara fisik, tak ada kekurangan padanya.
Tetapi, kitab Samuel mengisahkan karakternya yang buruk dan kehidupannya yang
tragis. Membunuh saudaranya. Pandai memanipulasi orang. Mengkhianati ayahnya.
Melaksanakan kudeta yang gagal. Mati dalam kondisi leher tersangkut di dahan
pohon lalu dadanya tertikam tiga bilah lembing. Ia punya kecacatan karakter yang serius. Hanya masalahnya: tak
terlihat. Kita dapat melihat banyak orang yang menderita cacat tubuh, kondisi
jasmani mereka sudah tidak dapat diperbaiki, namun berprestasi menonjol dan
berbudi luhur, mungkin malah lebih unggul dari “orang normal”. Orang seperti
itu tentu patut kita dukung. Sebaliknya, kita perlu waspada terhadap “cacat
rohani”. Syukurlah, cacat ini dapat diperbaiki-dengan beriman pada Kristus dan
menyambut penebusan-Nya. Maukah kita merendahkan diri untuk memperoleh pemulihan-Nya?
Respon 2
RENUNGAN PAGI. Kamis, 12 Juni 2014. Dan Daud sangat
terjepit,karena rakyat me-ngatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat
itu telah pedih hati,masing-masing karena anaknya laki-laki dan perem-puan. Tetapi
Daud menguatkan kepercayaan-nya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Samuel 30:6). Masalah pasti ada bukan hal baru lagi kita menghadapi
suatu masalah. Memang setiap orang pasti mempunyai masalah tetapi bagaimana
kita bersikap saat masalah itu datang itu yang membedakan kita. Daud Dia kuatkan
kepercayaannya kepada Tuhan. Dia tahu kepada siapa harus berharap bagaimana
dengan kita? Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Syalom, pagi Tante,
ia saya Nite. Nama adik saya yang sakit Yafet Bidaya. Saya masih terus bergumul
ini untuk meminta petunjuk sama Tuhan apakah ini kehendak Tuhan atau hanya
sekedar keinginan saya, terima kasih Tante sudah memberi kekuatan sama saya dan
terima kasih doanya, saya senang bisa mengenal Tante dan menjadi orang tua
rohani yang bisa saya teladani. Jbu.
Respon 4
Syalom. Amin. “Dan
sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah
diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok
keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,” (Ibrani 5:8-9).
Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment