Thursday, 12 June 2014

12 Juni 2014



2 Korintus 5:20 “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Alangkah mulia tanggung jawab dan kehormatan seseorang yang ditunjuk mewakili negaranya sebagai utusan bagi negara lain (Duta Besar). Sebagai pengikut Kristus, kita adalah utusan-utusan Kristus / Duta Besar-Nya Tuhan sebagaimana Allah mengutus Kristus untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya. “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercaya-kan pelayanan pendamaian itu kepada kami.”

(ayat 18) “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” (ayat 19). “Berita yang kita sampaikan adalah bahwa semua orang dapat ditebus dalam Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (ayat 21). Jadi dimanapun kita ditempatkan jadilah Duta Besar utusan Kristus dari pendamaian bagi Kristus Yesus! Amin.

Respon 1
Kamis, 12 Juni 2014. Bacaan: 2 Samuel 14:25-30. Setahun: Ester 1-3. Nats: Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. (2 Samuel 14:25). CACAT. Hirotada Ototake, pemuda Jepang yang lahir tanpa kaki dan tangan.  Berbudi luhur.  Bertekad baja. Dengan perjuangan keras, ia mampu hidup mandiri di atas kursi rodanya. Ia bekerja sebagai guru Sekolah Dasar yang kreatif dan disukai para murid. Kehidupannya diangkat ke dalam novel dan film. Salah satu prinsip hidupnya, “Kecacatan itu lumrah, seperti suatu kekurangan; semua orang memilikinya, hanya yang satu terlihat lebih mencolok daripada yang lain.” Alkitab mencatat seorang pemuda yang secara jasmani tampak begitu sempurna. Itulah Absalom, salah seorang putra raja Daud. Bila ditakar penampilannya secara fisik, tak ada kekurangan padanya. Tetapi, kitab Samuel mengisahkan karakternya yang buruk dan kehidupannya yang tragis. Membunuh saudaranya. Pandai memanipulasi orang. Mengkhianati ayahnya. Melaksanakan kudeta yang gagal. Mati dalam kondisi leher tersangkut di dahan pohon lalu dadanya tertikam tiga bilah lembing. Ia punya kecacatan  karakter yang serius. Hanya masalahnya: tak terlihat. Kita dapat melihat banyak orang yang menderita cacat tubuh, kondisi jasmani mereka sudah tidak dapat diperbaiki, namun berprestasi menonjol dan berbudi luhur, mungkin malah lebih unggul dari “orang normal”. Orang seperti itu tentu patut kita dukung. Sebaliknya, kita perlu waspada terhadap “cacat rohani”. Syukurlah, cacat ini dapat diperbaiki-dengan beriman pada Kristus dan menyambut penebusan-Nya. Maukah kita merendahkan diri untuk memperoleh pemulihan-Nya?

Respon 2
RENUNGAN PAGI. Kamis, 12 Juni 2014. Dan Daud sangat terjepit,karena rakyat me-ngatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati,masing-masing karena anaknya laki-laki dan perem-puan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaan-nya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Samuel 30:6).  Masalah  pasti ada bukan hal baru lagi kita menghadapi suatu masalah. Memang setiap orang pasti mempunyai masalah tetapi bagaimana kita bersikap saat masalah itu datang itu yang membedakan kita. Daud Dia kuatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Dia tahu kepada siapa harus berharap bagaimana dengan kita? Tuhan Yesus memberkati.


Respon 3
Syalom, pagi Tante, ia saya Nite. Nama adik saya yang sakit Yafet Bidaya. Saya masih terus bergumul ini untuk meminta petunjuk sama Tuhan apakah ini kehendak Tuhan atau hanya sekedar keinginan saya, terima kasih Tante sudah memberi kekuatan sama saya dan terima kasih doanya, saya senang bisa mengenal Tante dan menjadi orang tua rohani yang bisa saya teladani. Jbu.

Respon 4
Syalom. Amin. “Dan sekalipun Ia adalah Anak,  Ia  telah  belajar  menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,” (Ibrani 5:8-9). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati.


JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment