Matius 5:44a, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu” Allah Rindu kita
menaruh belas kasihan kepada musuh-musuh kita / orang yang membutuhkan kasih
kita? Karena hati-Nya pun menaruh belas kasihan kepada kita. “Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan
yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.” (Mazmur
112:5). Kasih adalah wujid nyata dari iman orang percaya Amin! Sudahkah kita mengasihi musuh kita?
Respon 1
Matius 5:44a, “Tetapi
Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu” Hm, jangankan musuh, buat orang yang
tidak sepaham dengan kita aja kita kadang tidak suka, tidak mau nyapa, tidak
mau berbicara, tidak mau lihat, apalagi mengasihi mereka rasanya kok tidak mung-kin.
Tapi ini adalah perintah Tuhan. Kasihilah musuhmu. Ego kita yang
menyebabkan kita tidak bisa mengampuni dan mengasihi. Jadi kita harus meletakan
keakuan kita ini ke altarnya Tuhan, baru kita bisa menjadi pelaku firman.
Sudahkah pagi ini kita datang pada Tuhan dan berbicara sama Tuhan, berdaulat-lah
atas hidupku Tuhan. Aku mau taat pada perintah-Mu.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 25
Juni 2014. Praise God. “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan
damai sejahtera” (Roma 14:19). Kunci untuk memiliki sukacita yang sejati &
dikuasai damai sejahtera Allah tidak ada lain kecuali menyerahkan kendali hidup
kita secara total kepada Allah. Sebab berserah total berarti kita mempercayakan
hidup kita kepada pengaturan & pimpinan kasih-Nya. Percaya bahwa apapun yang
Dia ijinkan terjadi dalam hidup kita tidak lepas dari kasih-Nya. Dia punya
jalan keluarnya.
Dia yang paling tahu apa yang
harus dilakukan. Dia pencipta kita yang tahu detil pribadi & hidup kita, kita
terbatas, Dia tidak terbatas. Bagaimana mengetahui apakah kita telah berserah kepada
Allah adalah makin hari makin taat. Inilah sikap hati yang taat secara total: “Αpa
yang Allah katakan, saya melaku-kannya. Terlepas dari saya mengerti atau tidak
maksud & tujuan Allah, apakah itu mungkin atau tidak, sulit atau mudah, saya
akan tetap berjuang melaksanakannya.” Dengan mende-ngarkan firman Tuhan &
mengikuti arahan-Nya, hasilnya pasti selalu sama: damai sejah-tera. Hari ini, kita
mungkin sedang berada di tengah-tengah keadaan yang kacau balau. Ketaatan
mengikuti arahan-Nya akan mem-bawa kita mengalami damai sejahtera Allah. Tapi
pertama-tama, kita harus berdamai dengan Allah: membereskan pikiran, hati &
hidup kita, membuang segala hal (dosa, ketidaktaatan, keraguan) yang
menghalangi kita berdamai dengan Allah. Kita
tidak dapat mengalami damai
sejahtera Allah sebelum berdamai denganya. Saat kita berusaha mengendalikan
banyak hal dalam hidup kita, hasilnya pasti khawatir, rasa bersalah, kepahitan,
kebencian, kecemasan, ketakutan, kelelahan, depresi, dan putus asa. Saat kita
menyerah total melalui ketaatan kepada Allah, kita sedang menyerahkan kendali kepada-Nya.
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu
& apa yang Kuberikan 'tidak seperti' yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah
gelisah & gentar hatimu” (Yohanes 14:27). Selamat pagi. Τuhan Yesus
memberkati.
Respon 3
1Tesalonika 5:18,
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di
dalam Kristus Yesus bagimu! Yuk belajar bersyukur, bersyukur, dan bersyukur!
Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment