Monday, 30 June 2014

30 Juni 2014



Amsal 18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Setiap kita punya Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk berkata-kata dengan baik, kata-kata yang membangun, kata-kata yang punya kuasa sehingga dapat menguatkan orang lain! Amin. Sudahkah perkataan kita adalah perkataan yang powerful / membangun / positif & menjadi berkat buat sahabat-sahabat kita? Semangat berkata-kata positif.

Respon 1
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. (Mazmur 27:4-5).

Respon 2
SAAT TEDUH. Senin, 30 Juni 2014. Praise God. “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” (Yesaya 43:19). Ada 1 hal yang perlu kita perhatikan secara khusus, penghalang untuk kita mengalami hidup penuh damai sejahtera yaitu masa lalu. Memang kita bisa belajar dari masa lalu tapi tidak membiarkan masa lalu mengendalikan & memenjarakan kita. Dan penjara yang dapat menyebabkan luka paling menyakitkan dalam hidup kita adalah selalu melihat   masa   lalu.   Luka  yang  tidak  akan pernah sembuh & kita akan terus membawa-nya sampai kita bisa merdeka dari kendali masa lalu. Kita bahkan berpikir dengan melihat masa lalu kita akan menemukan cara untuk sembuh dari luka itu, berandai-andai jika waktu itu bisa diulang kembali maka kita akan pakai kesempatan itu untuk mengubahnya. Tapi karena kita tidak akan pernah berhasil mengulang masa lalu, kita justru akan tenggelam di masa lalu & hancur, ketimbang sembuh. Orang yang selalu melihat masa lalu tidak akan merasakan damai sejahtera karena tidak alami kemerdekaan dari kendali masa lalunya yang memenjarakannya. Bagaimana cara merdeka dari penjara: 1. Ubah fokus hati kepada Tuhan. “Jikalau engkau ini menyediakan hatimu & menadah-kan tanganmu kepada-Nya” (Ayub 11:13 & 15-16). 2. Melihat ke depan & percaya rencana-Nya. “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru” (Yesaya 43:19). Kita memiliki masa depan yang besar terbentang di
hadapan kita dimulai dengan kita mendekat kepada-Nya, hadapi dunia dalam damai sejah-tera-Nya & ijinkan Ia melakukan sesuatu yang luar biasa melalui kita. Masa lalu kita bukan-lah masa depan kita jika kita mau ubah fokus. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Mazmur 46:2, Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti! Yesus terbukti penolong yang sejati. Mulutku penuh dengan pujian. Makasih Yesusku! Samuel Sianto (SS) – YESTOYA Malang.

Respon 4
Syalom. Amin. “Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.” (Amsal 19:23). Terima kasih Ibu Siu untuk firman hari ini, selamat malam dan selamat bristirahat Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.

JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment