Monday, 2 June 2014

2 Juni 2014



2 Korintus 5:15, “Dan Kristus telah mati un-tuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Kristus telah mati untuk semua orang supaya kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup bagi Dia, jadi biarlah apapun yang kita perbuat / kita kerjakan untuk hormat kemuliaan nama-Nya. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Dan percayalah Dia sudah menyediahkan upah-Nya bagi kita semua yang setia Amin?


Respon 1
Memang sudah seharusnya kita setia kepada-Nya, karena Dia telah mati untuk kita. Tetapi sebagaiai manusia kadang kita lupa akan hal itu. Melalui Firman Tuhan pagi ini kita diingatkan bahwa kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Dia. Terima kasih Cik. Selamat pagi, selamat beraktivitas and Jbu all too.

Respon 2
2 Korintus 5:15, ‘Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Hidupku bukanlah aku lagi tapi Kristus dalamku.’ Ya, segala sesuatu yang kita lakukan semuanya bukan tentang kita tapi tentang Tuhan, karena hidup kita sekarang bukanlah milik kita, kita sudah dibayar lunas oleh darah Yesus. Jadi kalau mau melakukan sesuatu pada hari ini ingatlah bahwa apa yang kita lakukan bukan lagi tentang kita tapi semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Happy Monday.


Respon 3
Renungan Pagi. Senin, 02 Juni 2014. Bahan: Mazmur 64-67. Nats: Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan segala jalanmu (Amsal 3:6). BUKAN PIHAK PENTING. Bacaan: Hosea 8:1-6. Seorang kolega marah terhadap saya, kecewa sebab saya lupa tidak memberitahukan berita penting kepadanya. Kelalaian yang menye-babkan dia merasa bahwa saya tidak meng-hargainya, tidak menganggapnya penting. Sikap saya telah menyakiti hatinya. Di masa Nabi  Hosea  hidup, bangsa Israel juga pernah menyakiti Tuhan dengan cara serupa. Walaupun Allah telah menyatakan diri secara jelas dalam memimpin kehidupan mereka dari waktu ke waktu, namun mereka malah beribadah kepada dewa-dewa asing. Mereka menyingkirkan Tuhan dari kehidupan mereka. Mereka tidak lagi merasa perlu bertanya kepada Tuhan dalam mengambil keputusan penting; seperti mengangkat raja maupun pemuka umat (ayat 4). Mereka tidak lagi merasa perlu meminta persetujuan Tuhan dalam melakukan sesuatu. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menganggap Tuhan sebagai yang nomor satu dalam hidup kita? Apakah Tuhan adalah pihak yang begitu penting bagi kita, sehingga kita selalu merasa perlu bertanya kepada-Nya sebelum bertindak? Atau kita merasa dapat membuat keputusan kita sendiri tanpa persetujuan-Nya? Amsal 3:6, mengingatkan bahwa kita harus menga-kui Dia, sebagai Tuhan yang memimpin hidup kita.  Dari  situ  kita  akan selalu merasa perlu bertanya kepada-Nya dalam mengambil suatu langkah, Dia akan meluruskan langkah kita. Tiap-tiap hari, selalu ada banyak hal perlu kita pertimbangkan. Apakah anda rindu mengakui Dia sebagai pemimpin hidup kita? Bila Dia yang memimpin langkah, maka hiudp akan tertata. Yakinlah! Tuhan Yesus memberkati.


JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment