2 Korintus 5:15, “Dan Kristus telah mati un-tuk semua orang,
supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk
Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Kristus telah mati
untuk semua orang supaya kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup bagi
Dia, jadi biarlah apapun yang kita perbuat / kita kerjakan untuk hormat
kemuliaan nama-Nya. “Apapun juga yang
kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia.” (Kolose
3:23). Dan percayalah Dia sudah menyediahkan upah-Nya bagi kita semua yang
setia Amin?
Respon 1
Memang sudah seharusnya
kita setia kepada-Nya, karena Dia telah mati untuk kita. Tetapi sebagaiai
manusia kadang kita lupa akan hal itu. Melalui Firman Tuhan pagi ini kita
diingatkan bahwa kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Dia.
Terima kasih Cik. Selamat pagi, selamat beraktivitas and Jbu all too.
Respon 2
2 Korintus 5:15, ‘Dan
Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi
hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah
dibangkitkan untuk mereka. Hidupku bukanlah aku lagi tapi Kristus dalamku.’ Ya, segala sesuatu yang
kita lakukan semuanya bukan tentang kita tapi tentang Tuhan, karena hidup kita
sekarang bukanlah milik kita, kita sudah dibayar lunas oleh darah Yesus. Jadi
kalau mau melakukan sesuatu pada hari ini ingatlah bahwa apa yang kita lakukan
bukan lagi tentang kita tapi semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Happy Monday.
Respon 3
Renungan Pagi. Senin, 02 Juni 2014. Bahan: Mazmur
64-67. Nats: Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan segala
jalanmu (Amsal 3:6). BUKAN PIHAK PENTING. Bacaan: Hosea 8:1-6. Seorang kolega
marah terhadap saya, kecewa sebab saya lupa tidak memberitahukan berita penting
kepadanya. Kelalaian yang menye-babkan dia merasa bahwa saya tidak meng-hargainya,
tidak menganggapnya penting. Sikap saya telah menyakiti hatinya. Di masa Nabi Hosea hidup,
bangsa Israel juga pernah menyakiti Tuhan
dengan cara serupa. Walaupun Allah telah menyatakan diri secara jelas dalam
memimpin kehidupan mereka dari waktu ke waktu, namun mereka malah beribadah
kepada dewa-dewa asing. Mereka menyingkirkan Tuhan dari kehidupan mereka.
Mereka tidak lagi merasa perlu bertanya kepada Tuhan dalam mengambil keputusan
penting; seperti mengangkat raja maupun pemuka umat (ayat 4). Mereka tidak lagi
merasa perlu meminta persetujuan Tuhan dalam melakukan sesuatu. Bagaimana
dengan kita? Apakah kita menganggap Tuhan sebagai yang nomor satu dalam hidup
kita? Apakah Tuhan adalah pihak yang begitu penting bagi kita, sehingga kita
selalu merasa perlu bertanya kepada-Nya sebelum bertindak? Atau kita merasa
dapat membuat keputusan kita sendiri tanpa persetujuan-Nya? Amsal 3:6,
mengingatkan bahwa kita harus menga-kui Dia, sebagai Tuhan yang memimpin hidup
kita. Dari situ kita akan selalu merasa perlu bertanya kepada-Nya
dalam mengambil suatu langkah, Dia akan meluruskan langkah kita. Tiap-tiap
hari, selalu ada banyak hal perlu kita pertimbangkan. Apakah anda rindu
mengakui Dia sebagai pemimpin hidup kita? Bila Dia yang memimpin langkah, maka
hiudp akan tertata. Yakinlah! Tuhan Yesus memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment