06 Agustus 2013
MELAYANI dengan
Motivasi yang BENAR. “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah
aku ingini dari siapapun juga.” (Kisah Rasul 20:33). Rasul Paulus adalah
teladan dari seorang pelayan yang melayani dengan motivasi yang benar dan
murni. Kisah Rasul 20:34, “Kamu sendiri
tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi
keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.” Siapapun kita,
sudahkah kita ikut melibatkan diri dalam sebuah pelayanan? Sebagai anak-anak
Tuhan terlibatlah dalam 1 pelayanan sesuai dengan karunia atau talenta
masing-masing dengan “motivasi yang
benar” yaitu hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja, bukan untuk kepentingan
diri sendiri ataupun dengan motivasi yang lain, amin.
Respon 1
Pagi… Setelah lelah berperang, Jengis Khan, Raja Mongol yang
termasyur itu memutuskan untuk berburu ke dalam hutan bersama pejabat
kerajaannya. Selain membawa anjing pemburu, raja juga membawa burung
rajawalinya yang sudah terlatih untuk berburu dan dapat menuntun raja pulang ke
istana bila mereka tersesat di tengah hutan. Saat perjalanan pulang, raja
kehausan, Ia menemukan tetesan air bening di bebatuan. Raja kemudian menampung
tetesan ait itu ke dalam gelas dan ketika
ia hendak minum tiba-tiba burung rajawalinya menukik dan memujul tangan raja
sehingga air dalam gelas itu tumpah. Beberapa kali hal itu terulang kembali.
Hal ini membuat raja marah,, maka ketika terakhir kali sang rajawali hendak
menumpahkan air yang diminumnya, raja kemudian menebas leher rajawali dengan
pedangnya sampai rajawali tergeletak di kakinya dan mati. Rasa haus membuat
raja ingin mendaki ke atas lagi untuk mencari sumber air dari bebatuan itu.
Ketika sampai di sumber tetesan air itu yaitu sebuah telaga kecil, sang raja
terkejut karena melihat seekor ular berbisa mati ternganga di dalam telaga
dengan bisanya yang mencemari telaga itu. Hati raja sesak mengingat kematian
rajawali yang berusaha keras menyelamatkannya. Raja menuruni bukit dan
menggendong burung rajawalinya yang sudah mati, hati kecilnya menjerit. “Hari
ini aku mendapat pelajaran yang menyedihkan, aku tidak akan melakukan sesuatu
apapun jika sedang marah!” Berapa kali kita harus masuk kamar dan menyesal
karena terburu-buru marah kepada anak, mama, papa, suami, istri atau sahabat
kita? Emosi yang tak terkendali dapat menjadi pedang yang sangat tajam dan
melukai hati mereka yang kita kasihi. Mari perbaiki diri dengan memiliki
penguasaan diri yang tinggi agar tidak menyesal sesudahnya. God bless you.
Respon 2
RENUNGAN PAGI. Yesaya 41:10, “janganlah takut, sebab Aku
menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan
meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yang membawa kemenangan.” AYAH, PEGANGLAH TANGANKU DAN JANGAN
LEPASKAN. Suatu hari, seorang ayah mengajak anaknya bermain kea lam liar tak
jauh dari rumahnya. Dengan membawa bekal secukupnya, mereka berencana bermain
di sebuah sungai indah yang airnya sangat jernih. “Ayah, mari kita menyusuri
sungai ini. Di seberang sana banyak bunga-bunga indah. Aku ingin memetiknya
untuk Ibu.” Kata Dewy. Sang ayah mengangguk, “sebentar coba ayah lihat dulu
apakah benar pohon ini kuat menahan kita berdua untuk menyeberangi sungai.”
“De, coba pegang tangan ayah agar kamu tidak jatuh.” Jawab Dewy, “tidak ayah.
Ayahlah seharusnya memegang tanganku.” “Lho, apa bedanya?” “Beda ayah. Jika aku
yang memegang tangan ayah, bila sesuatu terjadi maka tanganku bisa terlepas.
Tetapi bila ayah yang memegang tanganku, aku percaya ayah tak akan melepaskan
aku sampai kapanpun, tak peduli apapun yang terjadi padaku.” Ilustrasi di atas
mengingatkan kita bahwa TUHAN yang memegang tangan kita dengan tangan kananNya
pasti tidak akan melepaskan peganganNYA pada kita sehingga kita tidak perlu
takut lagi. Selamat pagi, Tuhan YESUS MEMBERKATI.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Selasa, 06 Agustus 2013. “Tetapi hal-hal
inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan
kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar
kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:21-23). Berapa kali kita nyanyikan lagu itu, selalu
baru tiap pagi, baru tiap pagi. Namun adakah kita benar sudah merasakannya?
Bagaimana dengan pagi ini? Adakah sesuatu yang baru kita rasakan? Satu berkat
Tuhan? Satu perlindungan Tuhan? Satu penyertaan Tuhan? Rahmat Tuhan? Mari kita
renungkan bagaimana Tuhan mengawali hari kita dengan kasih setiaNya. Dan
sudahkah ktia mengucap syukur padaNya? Dengan ucapan syukur yang baru tentunya
bukan dengan sekedar kebiasaan saja. Kejadian 4:11-16, keras kepada akan
membuat seseorang semakin terpuruk, sedangkan keterbukaan membuat seseorang
semakin maju. “Tuhan, mampukan kami untuk rendah hati dan memiliki keterbukaan
sehingga bisa menerima setiap masukan yang membangun diri kami, dalam nama Tuhan
Yesus Kristus kami berdoa. Amien!” Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment