Sunday, 18 August 2013

18 Agustus 2013



18 Agustus 2013
KETAATAN Seorang MURID. Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” Apa yang perlu didengar dan dilakukan seorang murid? Bila Guru berbicara, para murid pasti mendengarkan gurunya! Sudahkah kita menjadi murid yang TAAT kepada pemimpin-pemimpin rohani kita? KETAATAN menjadi sesuatu yang langka dan sulit didapatkan. Ketaatan Tuhan Yesus membuat DIA berkenan kepada Allah & manusia. Yohanes 8:28-29, “Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Demikian juga jika kita adalah murid Kristus yang berkenan kepada Allah dan manusia, maka kita harus TAAT / selalu mendengarkan Sang Guru dan melakukan kehendakNya!

Respon 1
Syalom. Amin… “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9:24). Terima kasih Ibu Siu, selamat beribadah, TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.

Respon 2
Ya amin! Kita berbahagia dan bersukacita apabila kita benar-benar berada dalam Tuhan dan dalam setiap menit dan setiap waktu dan bahagianya orang-orang benar. A) Orang-orang yang takut akan Tuhan dan sangat suka kepada perintahNya. B) Anak cucunya akan perkasa di bumi, angkatan orang benar akan diberkati. C) Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selama-lamanya. Mazmur 112:1-3. Amin. Marilah kita menjadi orang benar dan tetaplah bersukacita bersama keluarga kita yang tercinta. JBU.

No comments:

Post a Comment