15 Agustus
Cinta kepada Tuhan
mendorong Kita Menginjil (Kisah 20:24 & 2Timotius 2:9-10). Dictengah-tengah
kesibuka kita, sebagai Ibu RT, professional, maupun sebagai Pelajar/ Mahasiswa,
bahkan orang menyebut kita: anak-anak Tuhan atau Orang Percaya.
Pernahkah terpikirkan dalam kesibukan kita, adakah kerinduan untuk memeritakan
kabar baik melaui ucapan maupun perbuatan kita? Sehingga banyak orang
“diSelamatkan” melalui kesaksian HIDUP kita? Bila kita “MENCINTAINya” maka
PASTI kita akan mengabarkan “Kabar”/ “Berita Baik”/ “Berita Injil itu selagi
kita masih hidup di dunia in, Amin!
Respon 1
Ketika perli pertolongan kemana kita cari? Pertolongan yang
kita perlukan dalam hidup bukan dari siapa-siapa. “Pertolongaku ialah dari
TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” (Mazmur 121:2).
Respon 2
Ya amin! (Mazmur 16:5-6). Menyadari dan mengimani bahwa dia
memiliki bagian-bagian atau warisan-warisan yang telah ditetapkan oleh Tuhan,
ini salah satu kunci untuk meraih kebahagiaan atau sukacita sejati yaitu dengan
mengimani bahwa Tuhan mewarisi bagian-bagian yang sudah ditetapkan untuk
diterima. Ya, sudahkah kita kita mengimani bahwa janji Tuhan tak pernah lalai,
amin! Selamat berkarya dan terus bersukacita dalam Tuhan, JBU.
Respon 3
Syalom, amin… “Tetapi apabila aku berpikir: Aku tidak mau
mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya, maka dalam
hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam
tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.”
Terima kasih Ibu Siu untuk mitovasi firman Tuhan, selamat beraktivitas kiranya
TUHAN selalu memberkati Ibu dan keluarga.
No comments:
Post a Comment