Saturday, 24 August 2013

23 Agustus 2013



23 Agustus 2013
Kebiasaan yang POSITIF. Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Kunci Rahasia Kehidupan Daniel yang Berkemenangan adalah kebiasaannya yang positif, yaitu 3x sehari Ia berlutut, berdoa, serta memuji Tuhan, membuat Daniel mampu menjadi saksi di tengah-tengah mereka yang belum percaya! Percayalah kebiasaan positif: Berdoa & Memuji / Menyembah Dia dalam Bersaat Teduh setiap pagi akan membuat kita KUAT menghadapi masalah dalam kehidupan ini, amin. Mari lakukan kebiasaan POSITIF ini setiap hari niscaya HIDUP BERKEMENANGAN adalah bagian setiap kita. Tetap punyailah kebiasaan yang positif ini: BERSAAT TEDUH setiap pagi.

Respon 1
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Mat 6:34). Jangan ratapi masa lalumu yang sudah lewat. Jangan kuatir akan hari esok yang belum kita lalui. Jalani hidup hari ini bersama Yesus karena… Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)

Respon 2
Syalom. “TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” (Yesaya 58:11) Selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu Siu dan Keluarga.

Respon 3
Belum tentu orang lain lebih bahagia dari kita. Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalamnya. Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekatnya hidup. Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna. Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain, karena orang lain belum tentu bahagia dari kita. RENCANA kita boleh INDAH, tapi rencanaNYA-lah yang TERINDAH. HIDUP kita boleh baik-baik saja, tapi hidup BERSAMA-NYA lebih SEMPURNA. PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN, tapi BERKAT-NYAlah yang menjadikan KAYA. KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang HEBAT, tapi hanya BERSAMA TUHAN, kita menjadi LUAR BIASA. Sebab TUHAN bukan hanya MENCUKUPI apa yang kita perlukan, tapi Ia member dengan BERKELIMPAHAN sesuai dengan waktuNya. Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya kesenangan, tapi terletak pada rasa syukur kita kepada TUHAN. Morning…

Respon 4
Jumat, 23 Agustus 2013. Bacaan: Efesus 5:11-17, Setahun: Yeremia 32-33. Nats: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Efesus 5:15). TIADA ULANGAN WAKTU. Kebanyakan arloji berbentuk bulat. Akibatnya, sebagian orang berpikir bahwa waktu itu terus berulang seperti jarum jam yang berputar pada sumbunya. Padahal, waktu berjalan seperti garis lurus, dan tidak pernah kembal ke titik yang sudah dilewatinya. Pukul 09.00 hari ini tentu berbeda dari pukul 09.00 kemarin, berbeda lagi dari pukul 09.00 besok. Kita tidak pernah dapat mengulangi waktu yang sudah berlalu, bahkan satu detik sekalipun. Di dunia ini semakin banyak kesempatan untuk berbuat dosa: kebiasaan bergosip, mengakses pornografi di internet, mabuk, dan sebagainya – hal-hal yang bahkan menyebutkannya saja sudah memalukan (ay. 12-15). Kita diperintahkan untuk tidak ikut melibatkan diri di dalamnya (ay. 11). Kita perlu bersikap bijaksana, supaya tidak terhanyut oleh arus, mengikuti perbuatan orang yang tidak taat kepada Tuhan. Kita perlu mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita, dan kemudian mempergunakan setiap waktu yang ada untuk mewujudkan kehendakNya tersebut (ay. 16-17). Dengan demikian kita mempertanggungjawabkan waktu yang Tuhan karuniakan kepada kita. Kita dapat memeriksa dengan jujur kebiasaan kita selama ini dalam mempergunakan waktu. Seberapa banyak yang kita lakukan untuk hal produktif yang berguna baik bagi diri sendiri maupun sesama? Masihkah ada waktu yang kita gunakan unutk hal yang sia-sia, yang mungkin nikmat dilakukan, tapi menyisakan penyesalan sesudahnya? Ingatlah, waktu tidak dapat diulang; hargailah setiap detik yang kita alami – Ulbritis Siahaan. “Waktu itu seperti pisau bermata dua, dapat dipakai untuk menyukakan atau mendukakan hati Tuhan.”

Respon 5
Renungan Pagi Hari: Menanam Rasa Bahagia Berderma. Ada seorang sahabat bernama Hasan. Orangnya bersahaja. Ia punya “kebiasaan” yang menurut saya langka. Kalau beli sesuatu dari “pedagang kecil”, ia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya. Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Hasan berkata kepada petugas SPBU: Tolong diisi Rp 95rb saja ya. Sang petugas merasa heran. Iapun balik bertanya: Kenapa tidak sekalian 100rb Pak? Jawabnya: Gak apa-apa, isi saja 95rb, balas Hasan. Selesai diisi bensi, Hasan memberikan uang Rp 100rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalia Rp 5rb. Hasan berkata: Gak usah, ambil saja kembaliannya. Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: terima kasih Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup kami tidak susah dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil. Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut. Di dalam perjalanan saya bertanya pada sahabat saya tersebut: Sering melakukan hal seperti itu? Hasan menjawab: Temanku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yang penting konsisten. Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap bensin kita bersedekah 5rb, itupun tidak akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu membuat hatinya bahagia. Hiduplah tiap hari seperti matematika, mengalikan sukacita, mengurangi kesedihan, menambahkan semangat, membagi kebahagiaan, dan menguadratkan kasih antar sesama. Rekan-rekan, membagi kebahagiaan dengan bederma, membawa berkat bagi diri kita sendiri. “Siapa yang menabur kebaikan akan menuai kebaikan.” Semoga Tuhan memberkati kita semua. GBU.

No comments:

Post a Comment