23 Agustus 2013
Kebiasaan yang
POSITIF. Daniel 6:11, “Demi didengar
Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam
kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali
sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa
dilakukannya.” Kunci Rahasia Kehidupan Daniel yang Berkemenangan adalah
kebiasaannya yang positif, yaitu 3x sehari Ia berlutut, berdoa, serta memuji
Tuhan, membuat Daniel mampu menjadi saksi di tengah-tengah mereka yang belum
percaya! Percayalah kebiasaan positif: Berdoa & Memuji / Menyembah Dia
dalam Bersaat Teduh setiap pagi akan membuat kita KUAT menghadapi masalah dalam
kehidupan ini, amin. Mari lakukan kebiasaan POSITIF ini setiap hari niscaya
HIDUP BERKEMENANGAN adalah bagian setiap kita. Tetap punyailah kebiasaan yang
positif ini: BERSAAT TEDUH setiap pagi.
Respon 1
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari
besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
(Mat 6:34). Jangan ratapi masa lalumu yang sudah lewat. Jangan kuatir akan hari
esok yang belum kita lalui. Jalani hidup hari ini bersama Yesus karena… Tak
berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap
pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)
Respon 2
Syalom. “TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan
memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau
akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak
pernah mengecewakan.” (Yesaya 58:11) Selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu
Siu dan Keluarga.
Respon 3
Belum tentu orang lain lebih bahagia dari kita. Hidup selalu
terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu
isi dalamnya. Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita
yang di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya
cerita duka. Begitulah hakekatnya hidup. Jangan mengeluh karena masalah.
Hayatilah makna di balik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup
menjadi bermakna. Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain, karena orang
lain belum tentu bahagia dari kita. RENCANA kita boleh INDAH, tapi
rencanaNYA-lah yang TERINDAH. HIDUP kita boleh baik-baik saja, tapi hidup
BERSAMA-NYA lebih SEMPURNA. PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN, tapi
BERKAT-NYAlah yang menjadikan KAYA. KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup
membawa kita menjadi orang HEBAT, tapi hanya BERSAMA TUHAN, kita menjadi LUAR
BIASA. Sebab TUHAN bukan hanya MENCUKUPI apa yang kita perlukan, tapi Ia member
dengan BERKELIMPAHAN sesuai dengan waktuNya. Indahnya kehidupan, bukan terletak
dari banyaknya kesenangan, tapi terletak pada rasa syukur kita kepada TUHAN.
Morning…
Respon 4
Jumat, 23 Agustus 2013. Bacaan: Efesus 5:11-17, Setahun:
Yeremia 32-33. Nats: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu
hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Efesus 5:15).
TIADA ULANGAN WAKTU. Kebanyakan arloji berbentuk bulat. Akibatnya, sebagian
orang berpikir bahwa waktu itu terus berulang seperti jarum jam yang berputar
pada sumbunya. Padahal, waktu berjalan seperti garis lurus, dan tidak pernah
kembal ke titik yang sudah dilewatinya. Pukul 09.00 hari ini tentu berbeda dari
pukul 09.00 kemarin, berbeda lagi dari pukul 09.00 besok. Kita tidak pernah
dapat mengulangi waktu yang sudah berlalu, bahkan satu detik sekalipun. Di
dunia ini semakin banyak kesempatan untuk berbuat dosa: kebiasaan bergosip,
mengakses pornografi di internet, mabuk, dan sebagainya – hal-hal yang bahkan
menyebutkannya saja sudah memalukan (ay. 12-15). Kita diperintahkan untuk tidak
ikut melibatkan diri di dalamnya (ay. 11). Kita perlu bersikap bijaksana,
supaya tidak terhanyut oleh arus, mengikuti perbuatan orang yang tidak taat
kepada Tuhan. Kita perlu mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita, dan kemudian
mempergunakan setiap waktu yang ada untuk mewujudkan kehendakNya tersebut (ay.
16-17). Dengan demikian kita mempertanggungjawabkan waktu yang Tuhan karuniakan
kepada kita. Kita dapat memeriksa dengan jujur kebiasaan kita selama ini dalam
mempergunakan waktu. Seberapa banyak yang kita lakukan untuk hal produktif yang
berguna baik bagi diri sendiri maupun sesama? Masihkah ada waktu yang kita
gunakan unutk hal yang sia-sia, yang mungkin nikmat dilakukan, tapi menyisakan
penyesalan sesudahnya? Ingatlah, waktu tidak dapat diulang; hargailah setiap
detik yang kita alami – Ulbritis Siahaan. “Waktu itu seperti pisau bermata dua,
dapat dipakai untuk menyukakan atau mendukakan hati Tuhan.”
Respon 5
Renungan Pagi Hari: Menanam Rasa Bahagia Berderma. Ada
seorang sahabat bernama Hasan. Orangnya bersahaja. Ia punya “kebiasaan” yang
menurut saya langka. Kalau beli sesuatu dari “pedagang kecil”, ia tidak mau
menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada
pedagangnya. Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Hasan
berkata kepada petugas SPBU: Tolong diisi Rp 95rb saja ya. Sang petugas merasa
heran. Iapun balik bertanya: Kenapa tidak sekalian 100rb Pak? Jawabnya: Gak
apa-apa, isi saja 95rb, balas Hasan. Selesai diisi bensi, Hasan memberikan uang
Rp 100rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalia Rp 5rb. Hasan berkata: Gak
usah, ambil saja kembaliannya. Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun
berucap: terima kasih Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup
kami tidak susah dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil. Saya tertegun
dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut. Di dalam perjalanan saya
bertanya pada sahabat saya tersebut: Sering melakukan hal seperti itu? Hasan
menjawab: Temanku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah.
Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yang
penting konsisten. Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap bensin kita
bersedekah 5rb, itupun tidak akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu
membuat hatinya bahagia. Hiduplah tiap hari seperti matematika, mengalikan
sukacita, mengurangi kesedihan, menambahkan semangat, membagi kebahagiaan, dan
menguadratkan kasih antar sesama. Rekan-rekan, membagi kebahagiaan dengan
bederma, membawa berkat bagi diri kita sendiri. “Siapa yang menabur kebaikan
akan menuai kebaikan.” Semoga Tuhan memberkati kita semua. GBU.
No comments:
Post a Comment