03 Agustus 2013
Bertumbuh Bersama.
Kejadian 2:18, “TUHAN Allah berfirman:
"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan
penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Pengkhotbah 4:9-10, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri,
karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau
mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh,
yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” Sudahkah saudara-saudara
“ada dalam satu komunitas” orang-orang percaya? Sudahkah saudara bertumbuh
dalam Roh!? Bagaimana supaya spiritualitas saudara maju, bertumbuh dan berbuah?
Terlibatlah dalam komunitas anak-anak Tuhan atau Komsel atau Cell Group atau
KTB. Melalui komunitas inilah hidup ROHANI saudara akan dibentuk, dibangun dan
di encourage untuk semakin “Maju, Bertumbuh, dan Berbuah.”
Respon 1
Saudaraku, seorang isteri yang takut akan Tuhan, adalah
anugerah yang sempurna yang Tuhan berikan. Ia memiliki sikap hati yang baik,
cakap mengatur dan tidak ada kebohongan pada bibirnya. Kerinduannya selalu
menopang suami dan membangun masa depan anak-anaknya. Ia menjadikan keluarga
sebagai rumah kesayangan dan hati suaminya percaya kepadanya. Tanpa kebocoran
dalam mulutnya, ia lebih senang kepada ketenangan keluarga daripada kesenangan
diri. Tidak terlalu memusingkan diri dengan keindahan diri tetapi keindahan
hati. Hatinya sibuk memikirkan member yang terbaik bagi keluarganya. Dan takut
akan Tuhan dihidupi dan diajarkannya. Karena kerendahan hati, ia adalah orang
yang murah hati. Tanpa suka menyimpan kesalahan, ia melepaskan pengampunan.
Semua orang mengenalnya sebagai isteri yang bijak dan suaminya memujinya.
Setiap hari ia berdoa bagi suami dan keluarganya. Sehingga berkat Tuhan tidak
terhalang turun atasnya dan seisi rumahnya. Seperti bintang memegahkan langit
dan pelangi memahkotai alam, demikian seorang isteri yang takut akan Allah
adalah seperti mahkota bagi suami dan anugerah yang terbaik bagi keluarga yang
menerimanya. Amsal 31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia
lebih berharga dari pada permata.
Respon 2
Syalom, amin… “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah
baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke
janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke
atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan
untuk selama-lamanya.” (Maz 133:1-3). Terima kasih Ibu Siu, met berkarya, TUHAN
memberkati.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 03 Agustus 2013. “Waspadalah, hai
saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya
jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat
dikatakan "hari ini," supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi
tegar hatinya karena tipu daya dosa.” Mari periksa, hari-hari ini adakah hati
yang masih murni atau sudah menjadi jahat? Masihkah kita menjadi orang percaya
atau sudah murtad? Mengaku beragama tetapi tidak percaya Allah yang hidup??
Jangan tegarkan hati tanpa Kristus kebinasaan menanti. Waspadalah. Tuhan Yesus
memberkati.
No comments:
Post a Comment