04 Agustus 2013
Aku Membutuhkan Mereka
(Amsal 17:14-23). Sebagai makhluk sosial kita sangat membutuhkan seorang
manusia lainnya dalam berinteraksi, di manapun kita dengan “jabatan” apapun
pasti membutuhkan seseorang baik kita pemimpin di sebuah perusahaan, Ibu Rumah
Tangga, pelajar bahkan seorang anak dalam sebuah keluarga. Sudahkah kita
menjadi anak-anak kebanggan ortu kita? Sudah kita menjadi berkat buat sesama
kita? Miliki prinsip seperti kitab Amsal mengajarkan bahwa kita “Saling
Membutuhkan satu dengan yang lain.” Amin.
Respon 1
KHOTBAH by Ps. Elisha: DEEPER-LEBIH DALAM LAGI. Mazmur 34:9,
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang
berlindung pada-Nya!” Arti: rasakanlah sendiri betapa baiknya Tuhan,
berbahagialah orang yang berlindung padaNya. Daud mengucapkan kata-kata ini,
karena mengikuti Tuhan bukan soal tahu siapa Tuhan, mendengar Tuhan atau punya
informasi tentang Tuhan, tetapi lebih soal MENGALAMI TUHAN. Kata “kecaplah”
berarti – makan – eat yourself dan meresapi – the details and feeling it! Ada 3
hal yang penting: 1. MENGECAP ITU LEBIH DARI MENGAMATI. Ada perbedaan antara
mengecap dan mengamati. Seringkali dalam kehidupan kita bahkan kepada Tuhan
kita lebih mengamati daripada mengecap. 2. MENGECAP TIDAK SEMUDAH
MEMBICARAKANNYA. Ketika Daud menulis kata ini, Daud bukan sedang menjalani
hidup yang enak, tetapi Daud sedang dikejar oleh Saul dan hidupnya sedang dalam
bahaya yang besar, dia dicari untuk dibunuh (1 Samuel 21:10-15) tetapi di
moment seperti ini, Daud bisa berkata: kecaplah dan lihatlah betapa baiknya
Tuhan itu. Karena terhadap Tuhan, Daud bukan orang yang hanya mengamati,
membicarakan, tetapi Daud sudah MENGECAP. Cara pandang kita terhadap makanan
tersebut jadi berubah ketika kita sudah merasakan dan mengecap enaknya dan
kenikmatan, demikian juga terhadap Tuhan, untuk bisa DEEPER anda harus MENGECAP
TUHAN bukan hanya mengamati, membicarakan, dan membayangkan saja. Karena
mengecap merubah cara kita melihat. Keluaran 16:13-15 Di pagi hari Tuhan kirim
embun dan makanan dari surga. Orang tanya, what is it? Dan Musa pakai cara itu
untuk nama makanan dari surga yaitu Manna. Yesus adalah Manna dari Surga yang
harus kita cicipi. Amin.
Respon 2
“Kelelahan melahirkan pengecut-pengecut dari dalam diri
setiap orang.” –Vince Lombardi” Mazmur 127:2, “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi
dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah
payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu
tidur.” Penyebab paling umum dari keputusasaan manusia adalah kelelahan fisik
dan emosional, segala hal terlihat lebih buruk ketika kita lelah, kelelahan
menguras rasa percaya diri. Tidur dengan nyenyak berarti secara pribadi kita
mempercayakan diri kepada sang PENCIPTA terutama untuk hal-hal yang belum mampu
kita lakukan. Obat bagi kelelahan fisik dan emosional adalah berisitirahat!
Justru dalam tidur kita sering menemukan hal yang paling sulit dan spiritual,
banyak perkara besar terlihat lebih kecil setelah kita tidur dengan nyenyak.
Orang yang terlalu lelah akan kehilangan performa terbaiknya, tentunya sangat
menghambat kita untuk melaksanakan hal-hal yang telah dirancangkan Allah.
Keluaran 20:11, “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut
dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati
hari Sabat dan menguduskannya.” Mari nikmati masa perhentian di sabat ini,
karena inilah karunia Allah yang luar biasa buat kita semua. God bless you all.
No comments:
Post a Comment