POHON ARA
(Sycamore Tree)
Renungan Harian Memperbaharui
Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)
“Maka berlarilah ia mendahului orang banyak,
lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.”
--Lukas 19:4--
Zakheus
adalah pemungut cukai yang korupsi di Yerikho abad pertama. Karena
keingintahuannya, dia pergi untuk mendengar Yesus. Karena tubuhnya yang pendek,
dia harus memanjat pohon ara untuk bisa melihat Tuhan meskipun sekilas. Pohon
ara (sycamore) adalah pohon kuat
dengan cabang-cabang yang lebar. Pohon ini mempunyai batang yang pendek dengan
dahan yang rendah yang memudahkannya untuk dipanjat. Nama “sycamore” adalah bahasa Yunani untuk pohon ara (fig) yang palsu.
Buah
fig yang sesungguhnya mempunyai kulit
yang lembut. Buah ini berair, enak, dan berharga mahal. Di sisi lain, buah
pohon sycamore terlihat seperti buah fig tapi berkulit keras. Buahnya
terlihat jelek dibandingkan pohon fig dan
harus ditusuk dahulu sebelum bisa dimakan. Pada saat buah sycamore ditusuk, udara segar masuk, dan akan mematangkannya
menjadi lembut, manis, dan berair–sama seperti buah fig yang asli. Jadi jika fig
matang dengan sendirinya, sycamore
tidak. Mereka memerlukan bantuan dari
luar.
Ketika
Zakheus mendengar bahwa Yesus datang ke kota, dia ingin mendapat gambaran
tentang Juruselamat yang luar biasa ini. Karena pendek, dia memanjat sebuah
pohoon sycamore dan menyembunyikan
diri di antara buah-buahnya. Seluruh kejadian ini adalah gambaran yang
sempurna–orang berdosa yang keras di antara buah-buah yang keras.
Orang
menjadi keras dari dalam dirinya Karena beberapa alasan: dosa (Ibr. 3:13),
kesombongan (Dan. 5:20), pemberontakan (Mzm. 95:8), dan keagamaan (Yoh. 12:40).
Zakheus menjadi keras karena ketamakan dan kecintaannya akan uang. Kabar
baiknya adalah bahwa Yesus datang padanya seperti petani pohon sycamore yang ahli. Dia datang dari
bawah cabang-cabang pohon di mana Zakheus bertengger dan berkata padanya, “Zakheus,
segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Lukas 19:5).
Kata-kata
yang keluar dari mulut Yesus ini seperti pedang bermata dua dan menusuk tepat
ke hati orang berdosa yang keras ini. Hembusan Roh Kudus memasuki Zakheus, dan
saat itu juga, hatinya luluh dan melembut. Di momrn itu, dia menerima kasih
tanpa syarat dan penerimaan Kristus. Tuhan berkata, “Hari ini telah terjadi
keselamatan di rumah ini” (Luk. 19:9).
Apakah
hati Anda dingin dan keras? Undanglah Yesus Kristus untuk datang dalam hidup
Anda. Biarkan Dia menusuk hati Anda dengan Firman-Nya. Berikan jalan masuk
untuk hembusan segar Roh Kudus. Dengan Yesus Kristus, Firman Allah, dan Roh
Kudus, Anda akan diubahkan menjadi seseorang yang baru.
No comments:
Post a Comment