Sunday, 30 June 2013

POHON ARA (Sycamore Tree)



POHON ARA (Sycamore Tree)
Renungan Harian Memperbaharui Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)

“Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.”
--Lukas 19:4--

      Zakheus adalah pemungut cukai yang korupsi di Yerikho abad pertama. Karena keingintahuannya, dia pergi untuk mendengar Yesus. Karena tubuhnya yang pendek, dia harus memanjat pohon ara untuk bisa melihat Tuhan meskipun sekilas. Pohon ara (sycamore) adalah pohon kuat dengan cabang-cabang yang lebar. Pohon ini mempunyai batang yang pendek dengan dahan yang rendah yang memudahkannya untuk dipanjat. Nama “sycamore” adalah bahasa Yunani untuk pohon ara (fig) yang palsu.
      Buah fig yang sesungguhnya mempunyai kulit yang lembut. Buah ini berair, enak, dan berharga mahal. Di sisi lain, buah pohon sycamore terlihat seperti buah fig tapi berkulit keras. Buahnya terlihat jelek dibandingkan pohon fig dan harus ditusuk dahulu sebelum bisa dimakan. Pada saat buah sycamore ditusuk, udara segar masuk, dan akan mematangkannya menjadi lembut, manis, dan berair–sama seperti buah fig yang asli. Jadi jika fig matang dengan sendirinya, sycamore tidak. Mereka memerlukan  bantuan dari luar.
      Ketika Zakheus mendengar bahwa Yesus datang ke kota, dia ingin mendapat gambaran tentang Juruselamat yang luar biasa ini. Karena pendek, dia memanjat sebuah pohoon sycamore dan menyembunyikan diri di antara buah-buahnya. Seluruh kejadian ini adalah gambaran yang sempurna–orang berdosa yang keras di antara buah-buah yang keras.
      Orang menjadi keras dari dalam dirinya Karena beberapa alasan: dosa (Ibr. 3:13), kesombongan (Dan. 5:20), pemberontakan (Mzm. 95:8), dan keagamaan (Yoh. 12:40). Zakheus menjadi keras karena ketamakan dan kecintaannya akan uang. Kabar baiknya adalah bahwa Yesus datang padanya seperti petani pohon sycamore yang ahli. Dia datang dari bawah cabang-cabang pohon di mana Zakheus bertengger dan berkata padanya, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Lukas 19:5).
      Kata-kata yang keluar dari mulut Yesus ini seperti pedang bermata dua dan menusuk tepat ke hati orang berdosa yang keras ini. Hembusan Roh Kudus memasuki Zakheus, dan saat itu juga, hatinya luluh dan melembut. Di momrn itu, dia menerima kasih tanpa syarat dan penerimaan Kristus. Tuhan berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan di rumah ini” (Luk. 19:9).
      Apakah hati Anda dingin dan keras? Undanglah Yesus Kristus untuk datang dalam hidup Anda. Biarkan Dia menusuk hati Anda dengan Firman-Nya. Berikan jalan masuk untuk hembusan segar Roh Kudus. Dengan Yesus Kristus, Firman Allah, dan Roh Kudus, Anda akan diubahkan menjadi seseorang yang baru.

No comments:

Post a Comment