24 Juni
“Segala sesuatu yang
kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada
mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius
7:12). Arti mengasihi orang lain adalah tidak berbuat jahat kepada mereka, jika
kita MELAKUKAN maka kita telah
melakukan inti ajaran PL bahkan seluruh alkitab. Roma 13:8-10, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada
siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa
mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman:
jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman
lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama
manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” Kasihi lah
sesamamu, sebagaimana saudara ingin dikasihi, itulah inti seluruh perintah
Tuhan sudahkah saudara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?
Respon 1
Kehidupan seringkali begitu angkuh & tidak bersahabat.
Kegagalan, kesedihan, duka, air mata & kepedihan datang silih berganti.
Itulah kehidupan. Jangan menyerah! Jatuh??? Bangun & bangkit! Dalam
gelap??? Jangan takut karena Tuhan menjadi terangmu! Janganlah bersukacita atas
aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku
duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (Mikha 7:8). Tuhan itu baik!!!
Respon 2
Ya amin! Dalam masa peralihan urutan prioritas hidup, Tuhan
ingin prioritas dalam hidupmu selalu ada bersama Tuhan. Untuk mendapat jamahan
Tuhan, setelah prioritas hidup kita terbangun yang ada dalam pikiran kita hanya
untuk kerajaan Allah. Amin. Yesaya 55:2. JBU.
Respon 3
Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN
dan Ia menjawab aku: Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada
lidah penipu. (Mazmur 120:1-2). Kadana dalam kesesakan, dalam kebingungan,
dalam ketidaksabaran. Ada tipu dalam lidah. Namun, adakah kita tetap akan melakukannya?
Setelah sekian lama kita mengenal Dia. Adakah kita tetap akan melakukannya? Tak
ada salahnya kita mulai katakan: “Ya TUHAN, Lepasaknlah aku dari pada bibir
dusta, Dari pada penipu, Juga untuk hari ini Tuhan.” Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
RUMAH YANG HARUM. YOH 12:1-5. Karena minyak narwastu yang
dituangkan Maria ke kaki Yesus, maka seluruh rumah tempat mereka berada,
menjadi harum & menyegarkan. Bau harum, pada awalnya diciptakan dari
bahan-bahan alami, melalui proses penyulingan. Baik dari bunga, buah,
rempah-rempah, atau sejenis kayu-kayuan. Begitu pula parfum yang dibawa Maria.
Parfum itu terbuat dari bahan rempah, yakni akar narwastu, yang biasa dipakai
sebagai parfum untuk ruangan raja (KID 1:12; 4:14). Minyak narwastu ini sangat
mahal, bahkan senilai gaji burh selama satu tahun (ay. 5). Namun, sesungguhnya
pengorbanan Maria yang terbesar bukan pada minyak narwastunya, tetapi bahwa ia
bersedia meyeka kaki TUHAN Yesus dengan rambutnya. Barangkali banyak orang bisa
gampang berkorban harta, tetapi Maria mau melakukan sesuatu yang lebih dari
itu; ia berkorban “diri”. Mengapa? Karena kasih & hormatnya kepada TUHAN
Yesus. Sikap yang ditunjukan oleh keluarga Marta & Maria dalam Yohanes 12
ini patut dicontoh. Bukan hanya Karen mereka menciptakan keharuman lain, yang
muncul sikap baik yangdi tunjukkan oleh para penghuni rumah itu. Kita
melihatnya ketika. Mereka mengundang Yesus datang keperjamuan. Disitu setiap
penghuninya memainkan peran yang berarti; mau melayani seperti Marta (ay. 2),
mau berkorban seperti Maria (ay. 3), menyalahkan seperti Yudas (ay. 4). Biarlah
tempat tinggal kita, juga semerbak seperti rumah mereka, oleh keharuman sikap
dari setiap anggota keluarga. Keharuman rumah bukan ditentukan oleh
fasilitasnya melainkan penghuninya. Amen. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment