Monday, 24 June 2013

24 Juni 2013



24 Juni
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12). Arti mengasihi orang lain adalah tidak berbuat jahat kepada mereka, jika kita MELAKUKAN maka kita telah melakukan inti ajaran PL bahkan seluruh alkitab. Roma 13:8-10, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” Kasihi lah sesamamu, sebagaimana saudara ingin dikasihi, itulah inti seluruh perintah Tuhan sudahkah saudara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?

Respon 1
Kehidupan seringkali begitu angkuh & tidak bersahabat. Kegagalan, kesedihan, duka, air mata & kepedihan datang silih berganti. Itulah kehidupan. Jangan menyerah! Jatuh??? Bangun & bangkit! Dalam gelap??? Jangan takut karena Tuhan menjadi terangmu! Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (Mikha 7:8). Tuhan itu baik!!!

Respon 2
Ya amin! Dalam masa peralihan urutan prioritas hidup, Tuhan ingin prioritas dalam hidupmu selalu ada bersama Tuhan. Untuk mendapat jamahan Tuhan, setelah prioritas hidup kita terbangun yang ada dalam pikiran kita hanya untuk kerajaan Allah. Amin. Yesaya 55:2. JBU.

Respon 3
Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku: Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu. (Mazmur 120:1-2). Kadana dalam kesesakan, dalam kebingungan, dalam ketidaksabaran. Ada tipu dalam lidah. Namun, adakah kita tetap akan melakukannya? Setelah sekian lama kita mengenal Dia. Adakah kita tetap akan melakukannya? Tak ada salahnya kita mulai katakan: “Ya TUHAN, Lepasaknlah aku dari pada bibir dusta, Dari pada penipu, Juga untuk hari ini Tuhan.” Tuhan Yesus memberkati.

Respon 4
RUMAH YANG HARUM. YOH 12:1-5. Karena minyak narwastu yang dituangkan Maria ke kaki Yesus, maka seluruh rumah tempat mereka berada, menjadi harum & menyegarkan. Bau harum, pada awalnya diciptakan dari bahan-bahan alami, melalui proses penyulingan. Baik dari bunga, buah, rempah-rempah, atau sejenis kayu-kayuan. Begitu pula parfum yang dibawa Maria. Parfum itu terbuat dari bahan rempah, yakni akar narwastu, yang biasa dipakai sebagai parfum untuk ruangan raja (KID 1:12; 4:14). Minyak narwastu ini sangat mahal, bahkan senilai gaji burh selama satu tahun (ay. 5). Namun, sesungguhnya pengorbanan Maria yang terbesar bukan pada minyak narwastunya, tetapi bahwa ia bersedia meyeka kaki TUHAN Yesus dengan rambutnya. Barangkali banyak orang bisa gampang berkorban harta, tetapi Maria mau melakukan sesuatu yang lebih dari itu; ia berkorban “diri”. Mengapa? Karena kasih & hormatnya kepada TUHAN Yesus. Sikap yang ditunjukan oleh keluarga Marta & Maria dalam Yohanes 12 ini patut dicontoh. Bukan hanya Karen mereka menciptakan keharuman lain, yang muncul sikap baik yangdi tunjukkan oleh para penghuni rumah itu. Kita melihatnya ketika. Mereka mengundang Yesus datang keperjamuan. Disitu setiap penghuninya memainkan peran yang berarti; mau melayani seperti Marta (ay. 2), mau berkorban seperti Maria (ay. 3), menyalahkan seperti Yudas (ay. 4). Biarlah tempat tinggal kita, juga semerbak seperti rumah mereka, oleh keharuman sikap dari setiap anggota keluarga. Keharuman rumah bukan ditentukan oleh fasilitasnya melainkan penghuninya. Amen. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment