10 Juni 2013
Sebab rancangan-Ku
bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Seperti
tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan
rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9). Adakah kita kecewa dan
marah kepada Tuhan bahkan malu/minder dengan kekurangan kita? Mari kita membuka
mata hati kita untuk melihat tangan Tuhan yang ajaib yang dapat mengubah setiap
kelemahan hidup kita untuk menjadi keuntungan bagi kita. Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Mari terima setiap kekurangan yang kita miliki dan bersyukurlah atas penyertaan
dan campur tanganNya selama ini, amin.
Respon 1
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya
rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). Puji
Tuhan untuk hari yang baru, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi
tahun yang akan kita jalani. Karena akan selalu kita lewati dengan: kasih setia
Tuhan yang tak berkesudahan, rahmatNya yang tak habis-habisnya, kesetiaanNya
yang besar dan SELALU BARI TIAP PAGI.
Respon 2
RENUNGAN PAGI. Senin, 10 Juni 2013. “Ketika mereka sampai di
tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua
orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah
kiri-Nya. Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa
yang mereka perbuat. Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”
(Lukas 23:33-34). Saat kita mengalami kesulitan, saat kita mengalami
penderitaan, saat kita mengalami ejekan, saat kita mengalami penghinaan,
ingatlah kepada Yesus. Yesus pun mengalami hal yang sama, saat Dia disalibkan. Namun,
apa yang dilakukanNya? Dia tetap menjaga persekutuanNya dengan BapaNya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap bersekutu dengan Tuhan? Atau kita lari
dari padaNya? Kita marah padaNya? Saat kesulitan itu datang, jaga hati kita,
jaga persekutuan kita dengan Bapa kita. Sebab rancangan-Ku bukanlah
rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Seperti tingginya
langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku
dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9). Hal yang kamu tangisi saat ini mungkin
adalah hal yang akan kamu syukuri suatu saat nanti. “Tuhan, terima kasih untuk
setiap karyaMua yang menjadikan hidup kami semakin indah. Biarlah namaMu selalu
diagungkan di seluruh bumi. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin!”
Respon 3
Shalom, selamat hari Senin. MENGEJAR KUPU-KUPU. BERKAT itu
seperti KUPU-KUPU, yang semakin kita kejar dengan agresif, justru semakin sulit
kita tangkap. Sebaliknya, bila kita berhenti mengejarnya, dan pikiran kita
tidak lagi terfokus pada kupu-kupu, tapi, kita fokus dengan “menikmati” bunga.
Saat itulah justru kupu-kupu bisa mendekat dengan sendirinya, dan bahkan
hinggap pada tubuh kita. Sahabatku, jika hidup terfokus “mengejar berkat”,
pasti akan semakin sulit menangkapnya. Bahkan bukan jarang, saat mengejarnya
justru sering membuat kita “terjatuh”. Ketahuilah, MENGEJAR BERKAT bisa membuat
seseorang menyimpang dari iman, dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka
(1 Timotius 6:10). Oleh sebab itu, janganlah terfokus pada mengejar berkat!
Tapi fokuslah saja dengan “menikmati” TUHAN. Menikmati kedekatanmu dengan
TUHAN. Menikmati firmanNYA. Menikmati perintah KerajaanNYA. Maka, TUHAN akan
perintahkan BERKAT untuk mendekat dan hinggap di hidupmu! (Matius 6:33).
Janganlah mengejar berkat! BIARKAT BERKAT YANG MENGEJAR HIDUPMU. TUHAN YESUS
mengasihi, memberkati, dan menyertai.
No comments:
Post a Comment