21 Juni 2013
The History Maker.
Kisah Rasul 20:24, “Tetapi aku tidak
menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan
menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi
kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” Miliki IMPIAN, FOKUS, & LATIHAN adalah 3 hal yang utama di
dalam KEBERHASILAN perjalanan setiap
anak-anak Tuhan, adakah kita sudah melakukan tugas panggilanNya??? Hanya dengan
KONSENTRASI DIRI sepenuhnya dan MENGEMBANGKAN
POTENSI DIRI untuk dapat menyelesaikan pelayanan yang telah dipercayakan
kepada kita! Rasul Paulus memulai perjalanan imannya dengan sebuah mimpi Tuhan
(perjalanan menuju Damsyik) penderitaan, penjara, maupun maut tidak dapat
menghentikan langkahnya bagi pemberitaan Kabar Baik. Apakah kita sudah menjadi
anak-anak Tuhan yang mengukir sejarah bagi Tuhan?
Respon 1
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak
dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Roma
8:18. Jangan takut dengan penderitaan! Sebab ada kemuliaan yang sedang menunggu
kita kelak. Tetaplah berharap sebab. “Marilah kita teguh berpegang pada
pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”
Ibrani 10:23.
Respon 2
Bacaan: 2 Korintus 12:1-10. Setahun: Ayub 25-29. Nats:
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis
itu mundur dari hadapanku. (2 Korintus 12:8). TIDAK. Tiga remaja dengan
dandanan nyentrik mengamen di lampu merah. Tanpa iringan alat musim, dan suara
mereka terdengar cempreng. Mereka lalu menadahkan tangan, berharap akan
mendapatkan sejumlah uang. Tak ada yang memberikan uang. Mereka pun berhenti
bernyanyi dan meneriakkan kata-kata kotor serta caci maki. Setelah
pertobatannya, Paulus mengalami banyak pengalaman hebat bersama Tuhan dan
melakukan banyak mujizat. Tetapi, ada sesuatu yang Tuhan izinkan tetap ada
dalam dirinya, yang disebutnya ‘duri dalan daging’, yang membuatnya menderita.
Banyak ahli menduga ia sedang berbicara tentang suatu penyakit yang
dideritanya. Ia sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, namun Tuhan menjawab,
“Tidak!” Paulus diingatkan tentang betapa anugerah yang sudah diterimanya. Dia
mengizinkan Paulus berada dalam kelemahan itu, supaya kuasa Tuhan dinyatakan
melaluinya. Paulus mengaminkannya sehingga ia bermegah bukan atas semua
pencapaiannya, melainkan atas kekuatan yang Tuhan berikan melalui kelemahannya.
Banyak orang yang bersikap buruk kepada Tuahn saat tidak memperoleh keinginan
mereka. Mereka berpaling dan menyalahkan Tuhan. Mereka memperlakukan Tuhan
sebagai jin yang bertugas mengabulkan semua keinginan. Mereka berlaku bagai
tuan dan Tuhan menjadi budak. Apakah anda bergumul dengan doa yang tidak
terjawab? Apakah Allahberkata “Tidak!” kepada Anda? Ingatlah, Allah itu
mahatahu dan mahabijak. Dia ingin agar dalam kelemahan Anda, kuasa-Nya menjadi
sempurna. –HTB. JAWABAN “TIDAK” DARI TUHAN DIMAKSUDKAN UNTUK KEBAIKNA KITA DAN
UNTUK MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA
Respon 3
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa
untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari
segala kepunyaannya dahulu. (Ayub 42:10). Lalu Tuhan. Memulihkan keadaan kita.
Setelah kita? Apa yang saat ini sedang kita lakukan? Ada sesuatu yang menarik
pada AYUB.” Setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya”. Ya. “Setelah ia
meminta doa untuk sahabat-sahabatnya”. Saat kita dalam persoalan. Saat masalah
melingkupi kita. Masihkah kita mengingat orang lain. Saat kita sendiri dalam
pergumulan. Merasa “sangat butuh” berdoa untuk diri sendiri. Masihkah kita
mengingat doa untuk orang lain? Kisah Para Rasul 20:24 Pencapaian garis akhir
yang baik di dalam hidup seseorang ditentukan oleh pengukiran sejarahnya bagi
Tuhan. “Tuhan, kami mau hidup seturut dengan apa yang Kau impikan di dalam
hidup kami. Bantu kami untuk bisa menggenapi rencanaMu yang indah ya Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amien!” Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment