Sunday, 16 June 2013

16 Juni 2013



16 Juni 2013
Sesungguhnya setiap hari menjadi kesempatan bagi kia untuk menulis sejarah baru kehidupan. Hidup hanya sekali namun jika digunakan dengan baik, sekali saja CUKUP! Itu sebabnya kita wajib mengelola kehidupan masa sekarang dengan bijak supaya tidak menyesal kemudian. Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Yeremia 31:17, “Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka.”

Respon 1
TUHAN MENGASIHIMU. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Roma 2:4). Seorang artis pecandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakannya sehingga dia merasa sangat putus asa. “Aku berdosa,” katanya. “Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka.” Temannya ini melihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan pigura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya, “foto siapa ini?” Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, “itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah aku miliki.” “Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu akan memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?” Tanya sang teman. “Tentu saja,” jawab sang artis. “Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?” “Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya.” Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya. Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita kita bahwa kita ini berharga dan mulia. Kita sangat-sangat dikasihiNya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. KasihNya menutupi semua pelanggaranmu. Dia basuh semua dosa kita dengan darahNya yang mahal.

Respon 2
Ya amiin! Kita diciptakan untuk jadi garam dunia bukan jadi garam gereja, atau garan di meja, kita harus respon memilih yang benar karena yang kudus dikuduskan oleh sebab itu kita harus jadi garam dunia. Karena semua sudah tersedia dari Tuhan untuk kita, Tuhan sudah lepaskan kita dari belenggu dosa, dan sudah pulihkan kita dari musuh-musuh. Hapus semua ambisi, lepaskan semua perhambaan dunia, ambil agenda Tuhan pastikan kita mau jadi hamba Tuhan, amin! Selamat berhari minggu bersama keluarga tercinta. JBU.

No comments:

Post a Comment