02 Juni 2013
“Apapun keadaannya JANGAN lakukan…” Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian
merusak diri. (Amsal 6:32). 2 Samuel 11:4-5, “Sesudah itu Daud menyuruh
orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan
dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian
pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya
orang memberitahukan kepada Daud, demikian: Aku mengandung.” Jika diperhadapkan
dengan keadaan yang akan menyeret kita kepada dosa. Apapun keadaannya,
TINGGALKAN itu! Jangan sampai merusak kehidupan kita, keadaan yang tidak
memungkinkan bukan menjadi alasan untuk membuat kita berdosa, amin.
Respon
Renungan Pagi. Minggu, 2 Juni 2013. Sekiranya Taurat-Mu
tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. (Mazmur
119:92). Pe-Mazmur menyadari hal itu, bagaimanakah dengan kita? Mungkin saat
ini setumpuk permasalahan sedang mengurung kita, semua seakan menghimpit hidup
kita. Melangkah pun terasa begitu berat. Masihkah ada waktu untuk firman Tuhan?
Atau dalam sengsara kita, dalam masalah kita seakan kita justru berseteru
dengan firman Tuhan? Bila kita tahu sekiranya pemazmur tidak menyukai firman
Tuhan dia sudah binasa dalam sengsaranya. Apa yang akan menjadi keputusan kita?
Akankah kita membiarkan diri kita binasa dalam sengsara kita? Hari ini kita
belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang. Ada yang menjadi lembek, suka
mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. Ada yang mengeras, marah, dan berontak
pada Tuhan. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan
percaya padaNya. Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolongannya. Apa
tujuannya? Agar kita belajar percaya dan setia! Karena tidak pernah ada masalah
yang tidak bisa Tuhan selesaikan. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment