13 Juni 2013
Keajaiban KASIH
KARUNIA (Efesus 2:1-5). Mengubah dari kondisi kematian menjadi hidup. Siapa
yang disebut “mati” walaupun masih hidup?? Yaitu:
- Orang yang hidup dalam DOSA
- Orang yang hidup dalam pelanggaran DOSA
- Orang yang hidup dalam ketidaktaatan pada Allah
- Orang yang hidup di bawah murka Allah
Dan KASIH KARUNIA Allah adalah JAWABAN & PENYELESAIAN
satu-satunya melawan DOSA! Jadi jika kita tidak “bertobat” dan meninggalkan
“kehidupan kita yang lama yang penuh dosa” maka kita tidak akan pernah
mendapatkan KASIH KARUNIA-Nya! Percayalah kepada Kristus serahkan hidup kita
kepadaNya dan berusahalah memiliki “hidup yang berkenan” di mataNya, amin.
Respon 1
Ya amin! Ketaatan dan percaya. Ketidaktaatan dan perkataan
yang selaras firman Tuhan. Kita seolah-olah jadi buta dan tuli. Contoh pelayan
abadi Allah itu. Dan kebanyakan orang-orang pada zaman nabi Elia, hanya Elia
satu-satunya yang dapat perkenanan Tuhan dia percaya apa yang dia katakan
itulah yang terjadi, amin! Mari kita menghidupi firman Allah. Selamat berkarya
dalam Tuhan. JBU.
Respon 2
“…sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.”
(Yohanes 6:6). Kita selalu takut dan bingung ketika menghadapi sesuatu tetapi
Tuhan selalu tahu apa yang hendak dilakukanNYA. Ketika kita sadar “Tuhan yang
memegang hidup kita” itu yang membuat hati kita tenang dan percaya.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Kamis, 13 Juni 2013. Sebab dengan wewenang
apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya
menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar
jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari
tengah-tengah kamu. (1Kor 5:12-13). Memang mengadili orang-orang yang bukan
Kristen bukanlah urusan saya. Allah sendirilah yang akan mengadili mereka.
Tetapi mengenai anggota-anggota jemaatmu, bukankah kalian sendiri yang harus
mengadili mereka. Dalam Alkitab tertulis, “usirlah orang jahat dari antaramu.”
(BIS). Bagaimanakah hati kita saat kita melihat “kesalahan”, “kejelekan”,
“kekurangan” dari mereka yang belum mengenal Tuhan? Adakah sukacita di hati
kita? Adakah keinginan turut menjelekkan ada di hati kita? Adakah gejolak untuk
menyebarkan timbul di hati kita? Adakah kita mempunyai wewenang untuk itu? Coba
mari kita lihat diri kita terlebih dahulu. Coba mari kita lihat
“saudara-saudara” kita terlebih dahulu. Kita yang “sudah” mengenal Tuhan,
adakah benar kita “beda” dengan mereka yang belum mengenal Tuhan? Firman Tuhan
bukankah untuk orang lain namun untuk kita. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment