Saturday, 5 July 2014

5 Juli 2014



Mazmur 39:2, “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan muluntuku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.” Apakah kita sudah mempraktekkan untuk  mengendalikan  lidah  kita seperti yang sudah dilakukan oleh Raja Daud? Apa respon kita bila mendengar orang lain membicarakan kita di belakang kita?? Sebagai anak-anak Tuhan punyailah buah-buah Roh / Penguasaan Diri untuk merespon dengan Benar J. Doakan mereka, maka Tuhan yang akan membelai kita! Amin J. Tetap dengan Visi kita, tetap miliki buah-buah Roh. Galatia 5:22-23, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlem-butan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”



Respon
SAAT TEDUH. Sabtu, 5 Juli 2014. Victor or Victim? Tuhan memberikan 2 pilihan dalam kehidupan kita: menjadi Victor (pemenang) atau Victim (korban)? Kisah anak yang hilang. Si bungsu memiliki impian, dan merasa bahwa dia tidak bisa raih mimpinya di rumah bapanya. Saat bertobat, si bungsu tidak pernah menyalahkan bapaknya, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai korban, pulang dengan tahu diri. Di awal bungsu meminta (give me), tapi saat bertobat hatinya berkata “jadikan aku” (make me). Pertobatan membuat hati Bapa timbul belas kasihan. Cara berpikir menempatkan diri sebagai korban saat menghadapi apapun, dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab nasib kita, membuat hidup kita tidak akan mengalami perubahan. Orang yang selalu menganggap dirinya sebagai korban, dia tidak akan bisa ditolong, karena dia merasa Paling Benar. Nasib kita ditentukan oleh Keputusan yang kita ambil, bukan apa yang orang perbuat pada kita. Happiness is a choice, destiny is a choice. Kita tidak perlu belas-kasihan orang lain, tapi kita Harus bertobat, maka anugerah Tuhan turun dan mengubah kehidupan kita. Selamat pagi... Jesus Bless you all.

JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment