Mazmur 39:2, “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku
berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan muluntuku dengan kekang selama orang
fasik masih ada di depanku.” Apakah kita sudah mempraktekkan untuk mengendalikan lidah kita seperti yang sudah dilakukan oleh
Raja Daud? Apa respon kita bila mendengar orang lain membicarakan kita di belakang
kita?? Sebagai anak-anak Tuhan punyailah buah-buah
Roh / Penguasaan Diri untuk
merespon dengan Benar J. Doakan mereka, maka Tuhan yang
akan membelai kita! Amin J. Tetap dengan Visi kita, tetap miliki buah-buah
Roh. Galatia 5:22-23, “Tetapi buah Roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlem-butan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.”
Respon
SAAT TEDUH. Sabtu, 5 Juli 2014. Victor or Victim? Tuhan
memberikan 2 pilihan dalam kehidupan kita: menjadi Victor (pemenang) atau
Victim (korban)? Kisah anak yang hilang. Si bungsu memiliki impian, dan merasa
bahwa dia tidak bisa raih mimpinya di rumah bapanya. Saat bertobat, si bungsu
tidak pernah menyalahkan
bapaknya, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai korban, pulang dengan tahu
diri. Di awal bungsu meminta (give me), tapi saat bertobat hatinya berkata
“jadikan aku” (make me). Pertobatan membuat hati Bapa timbul belas kasihan. Cara
berpikir menempatkan diri sebagai korban saat menghadapi apapun, dan
menyalahkan orang lain sebagai penyebab nasib kita, membuat hidup kita tidak
akan mengalami perubahan. Orang yang selalu menganggap dirinya sebagai korban,
dia tidak akan bisa ditolong, karena dia merasa Paling Benar. Nasib kita ditentukan
oleh Keputusan yang kita ambil, bukan apa yang orang perbuat pada kita. Happiness
is a choice, destiny is a choice. Kita tidak perlu belas-kasihan orang lain,
tapi kita Harus bertobat, maka anugerah Tuhan turun dan mengubah kehidupan
kita. Selamat pagi... Jesus Bless you all.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment