Saturday, 12 July 2014

12 Juli 2014


Amsal 12:14a, “Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan...” Amsal 10:19, “Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” Amin. Sudahkah kita bijak dalam berkata-kata?? Sehingga SUKA CITA selalu menyertai kita?? Amin.

Respon 1
Jangan semena-mena dan memandang rendah orang  yang  lebih  lemah.  Tapi  hormati  dan hargailah semua orang, karena perlakuan kita terhadap orang lain (yang lemah) itu mencer-minkan sikap hati kita terhadap Tuhan. Amsal 14:31, ‘Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memulia-kan Dia.’ Selamat pagi di hari Sabtu. Selamat beraktivitas. Jesus loves you...


Respon 2
Syalom. Amin... “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” (Efesus 3:12). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.


Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 12 Juli 2014. Kata-Nya lagi kepada mereka, ‘Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaan-nya itu.’ (Lukas 12:15) PLEONEXIA. Pleonexia (bahasa Yunani) artinya ketamakan. Secara harfiah dapat diartikan sebagai kehausan untuk memiliki lebih banyak. Manusia yang tamak tidak akan pernah merasa puas dengan segala yang dimilikinya. 

Dalam hubungan saudara, tak jarang kita menjumpai orang yang diliputi ketamakan, misalnya saat menginginkan harta warisan. Dalam bacaan hari ini, ada orang datang kepada Yesus, meminta agar Yesus menyuruh saudaranya berbagi warisan dengannya. Apa jawab Yesus? Isu yang diangkat Yesus bukan mengenai penting dan banyaknya warisan yang akan diperoleh oleh seseorang. Semata-mata mengingini warisan disejajarkan dengan orang yang penuh dengan ketamakan akan hal-hal jasmani. Yesus berkata dengan tegas supaya orang semacam ini berjaga-jaga dan waspada pada ketamakan. Kehendak Yesus adalah supaya setiap orang tak sekadar memikirkan warisan di dunia ini. Itu bukanlah misi Yesus datang ke dunia ini. Bagi Yesus, warisan jasmani tak akan ada artinya jika seseorang tidak kaya di hadapan Tuhan (ay. 21). 

Ketamakan adalah kesalahan fatal yang membawa kita kepada kerugian kekal. Jangan mengira dengan menimbun harta hingga berkelimpahan, maka hidup kita di muka bumi serta merta menjadi aman dan tercukupi! Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, semua tidak dapat menyelamatkan kita. Bahkan Yesus menyebut orang demikian sebagai orang bodoh. Tuhan Yesuslah harta warisan yang harus kita miliki, yang akan menopang dan menggandeng kita dalam menempuh perjalanan sampai di kekekalan. TEMPATKAN TUHAN DI PUSAT HIDUP; KEHADIRAN-NYA MEMBUAT HIDUP SELALU TERASA CUKUP.

JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment