Tuesday, 1 July 2014

1 Juli 2014 - The Power of Negative Words



Amsal 21:23, “Siapa memelihara mulut dan lidah-nya, memelihara diri dari pada kesukaran.” Perkataan yang sembarangan dan lidah yang tidak terkendali dapat merusak pengaruh kita untuk kebenaran, menyebabkan dosa. Seseorang yang mau dibangun lebih baik lagi, dia harus menguasai perkataannya. Mintalah pertolongan Roh Kudus untuk mengendalikan lidah kita. Mazmur 141:3, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” Amin.


Respon 1
‘Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.’ (Lukas 10:42) Bagian terbaik yang Tuhan Yesus maksudnya ialah duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNYA. Sudahkah kita memilih bagian terbaik dalam hidup kita?



Respon 2
Amin, semoga Roh Kudus menuntun dan menjaga kita dalam berkata-kata, sehingga apa yang keluar dari mulut dan bibir kita adalah kata-kata yang positif. Yang dapat membangun jiwa kita menjadi kuat terhadap hal-hal yang buruk yang ada di sekitar kita. Karena selama ini perkataan yang negatif sering saya dengar dan bahkan kadang saya juga melakukan hal itu. Thank you Cik and Jbu all too...


Respon 3
RENUNGAN PAGI. Selasa 01 Juli 2014. ‘Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup. Pula kata Daud: TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. Kata Saul kepada Daud: Pergilah! TUHAN menyertai engkau.’ (1 Samuel 17:36-37) Masihkah kita ingat bagaimana Tuhan menyertai kita? Dalam masalah kita dulu… Juga adakah kita percaya bahwa Tuhan yang sama, Tuhan itu pula yang menyertai kita saat ini? Bersama Tuhan kita pernah menang mengatasi masalah, bersama Tuhan pula kita akan menang menghadapi masalah kita saat ini. Jadi adakah yang patut kita takutkan? Adakah yang layak kita kuatirkan? Tuhan Yesus memberkati.



Respon 4
Syalom. Amin... “Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.” (Roma 4:4). Terima kasih Ibu Siu, selamat sore, TUHAN YESUS memberkati.
 


JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment