Amsal 21:23, “Siapa memelihara mulut dan lidah-nya,
memelihara diri dari pada kesukaran.” Perkataan yang sembarangan dan lidah yang
tidak terkendali dapat merusak pengaruh kita untuk kebenaran, menyebabkan dosa.
Seseorang yang mau dibangun lebih baik lagi, dia harus menguasai perkataannya. Mintalah
pertolongan Roh Kudus untuk mengendalikan lidah kita. Mazmur 141:3, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada
pintu bibirku!” Amin.
Respon 1
‘Tetapi hanya satu
saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan
diambil dari padanya.’ (Lukas 10:42) Bagian terbaik yang Tuhan Yesus maksudnya
ialah duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNYA. Sudahkah kita
memilih bagian terbaik dalam hidup kita?
Respon 2
Amin, semoga Roh
Kudus menuntun dan menjaga kita dalam berkata-kata, sehingga apa yang keluar
dari mulut dan bibir kita adalah kata-kata yang positif. Yang dapat membangun
jiwa kita menjadi kuat terhadap hal-hal yang buruk yang ada di sekitar kita. Karena
selama ini perkataan yang negatif sering saya dengar dan bahkan kadang saya juga
melakukan hal itu. Thank you Cik and Jbu all too...
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Selasa
01 Juli 2014. ‘Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan
orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari
pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang
hidup. Pula kata Daud: TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan
dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang
Filistin itu. Kata Saul kepada Daud: Pergilah! TUHAN menyertai engkau.’ (1
Samuel 17:36-37) Masihkah kita ingat bagaimana Tuhan menyertai kita? Dalam
masalah kita dulu… Juga adakah kita percaya bahwa Tuhan yang sama, Tuhan itu
pula yang menyertai kita saat ini? Bersama Tuhan kita pernah menang mengatasi
masalah, bersama Tuhan pula kita akan menang menghadapi masalah kita saat ini. Jadi
adakah yang patut kita takutkan? Adakah yang layak kita kuatirkan? Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Syalom. Amin... “Kalau
ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi
sebagai haknya.” (Roma 4:4). Terima kasih Ibu Siu, selamat sore, TUHAN YESUS memberkati.
No comments:
Post a Comment