Tuesday, 22 July 2014

22 Juli 2014



“Omongan yang sembarangan dapat melukai hati seperti tusukan pedang, kata-kata bijaksana bagaikan obat yang menyembuhkan.” (Amsal 12:18) Kata-kata yang seperti apa yang kita gunakan sehari-hari khusus kepada orang-orang yang ada disekitar kita? Kata-kata yang membangun / positif? Atau kata-kata yang menghancurkan / negatif?? Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Matius 12-36-37, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Gunakan kata-kata yang baik yang membangun sehingga “orang yang mendengarnya beroleh kasih karunia” (Efesus 4:29). Amin.


Respon 1
Omongan yang sembarangan dapat melukai hati seperti tusukan pedang, kata-kata bijaksana bagaikan obat yang menyembuhkan (Amsal 12:18 BIS). Sering kali kita terutama keluargaku kalau guyonan itu dengan kata-kata kasar, misal kalau ada orang sakit tapi tetap merokok atau nggak nurut sama dokter kadang kita guyon “Ooo ya wis gak lama...”, terus kalau manggil seseorang dengan sebutan ‘jembret’, maksudnya itu guyon tapi tanpa sadar kita menyakiti hati seseorang (please forgive me ya...). Ya itu teguran Tuhan buat aku, kata-kata guyonan yang kasar kalau digunakan terus ya itu bisa mendarah daging sehingga kata-kata yang kita ucapkan akan selalu kasar dan menyakitkan. Ya, mulai sekarang aku harus bertobat. Firman Tuhan memang selalu bermanfaat untuk memperbai-ki kesalahan. Thanks God.
 

Respon 2
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8) Kalau dulu Tuhan Yesus mengasihi, menyembuhkan, membebaskan, memberkati, membuat mujizat, dll. Sampai hari ini dan seterusnya Tuhan Yesus masih sama.

Respon 3
Amsal 15:4 (BMIK), “kata-kata yang baik menambah semangat, kata-kata yang menyakitkan melemahkan hasrat.” Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Ckckckck sayang ya... Di kehidupan nyata juga seperti itu. Seribu kebaikan bisa rusak gara-gara 1 kata-kata negatif. Yang tadinya hubungannya sudah seperti saudara gara-gara dengar info yang nggak jelas dari seseorang hubungan persaudaraan itu bisa hilang. Itu pengalaman pribadiku. Kami punya sahabat yang sudah lebih dari saudara, tapi hanya karena adiknya ngasih info yang menurut aku itu fitnah karena sebenarnya dia nggak ngerti apa yang sedang terjadi alias salah paham, sahabat kami itu sekarang nggak mau lagi berhubungan dengan kami. Kalau ketemu ya nyapa tapi cuma basa basi. Itu membuatku sedih setiap kali melihat mereka. Karena dulu hubungan kami sangat baik sekali, mereka sudah seperti kakak bagi kami yang lebih baik daripada kakak kandung. Ya, itu contoh untuk Firman Tuhan pagi ini. Kata-kata punya kuasa yang luar biasa. Baik kata-kata yang kita ucapkan maupun yang kita dengar. Mari kita sama-sama belajar untuk memperkatakan segala yang positif supaya yang mendengar diberkati, dan ketika kita mendengar kata-kata negatif cepat-cepatlah menolaknya sebelum dia masuk kepikiran dan mempengaruhi hati kita. Roh Kudus, tolonglah kami, amin.

 
JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment