Thursday, 17 July 2014

17 Juli 2014



Pengkotbah 9:4a, “Tetapi siapa yang termasuk orang HIDUP mempunyai HARAPAN…” Pernahkah kita sadari bahwa perkataan yang negatif akan melenyapkan HARAPAN kita?? Dan perkataan yang positif akan menyalakan HARAPAN yang sudah pudar?? Mazmur 62:6, “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada- Nyalah HARAPANku.” Pakailah Perkataan yang Positif agar hidup kita terbangun & benar-benar HIDUP J. Dan HARAPAN itu tidak akan hilang. Amin. Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”


Respon 1
‘Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.’ (Amsal 15:13) ‘Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!’ (Filipi 4:4)

Respon 2
Syalom. Amin... “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” (Yesaya 55:2). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.

Respon 3
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30) KEBESARAN HATI.
Charles  Dickens pernah memberikan pernyataan tentang siapakah sebenarnya orang yang disebut terbesar itu. Ia berkata, “Ada orang besar yang menjadi besar dengan cara mengecilkan dan merendahkan orang lain. Tetapi, seorang besar sejati adalah seorang yang mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar.” Hampir setiap orang ingin menjadi nomor satu dan terkemuka. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang nomor dua. Namun, Yohanes Pembaptis memahami benar arti sebuah kebesaran sejati. Di saat begitu banyak orang mulai ribut dan membanding-bandingkannya dengan Yesus, Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kebesaran hatinya. Pernyataan-nya bahwa Yesus harus makin besar, tetapi ia harus makin kecil menunjukkan betapa ia tidak berusaha membesarkan dirinya sendiri. Ia tahu panggilan Tuhan baginya sebagai pembuka jalan bagi Mesias yang akan datang (ay. 28). Tujuan hidupnya adalah mengarah-kan   hati   orang-orang  kepada  Yesus, Sang Mesias, dan bukan kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Bagaimana reaksi kita ketika dihadapan kita berdiri orang-orang yang siap menggantikan posisi kita? Apa reaksi kita ketika banyak orang mulai mem-banding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain? Apakah kita mulai terganggu? Seorang besar sejati tentu tidak akan terganggu dengan semua itu. Sebaliknya, ia akan menunjukkan kebesaran hatinya untuk membuat orang lain merasa dirinya besar. Ia akan memberi dukungan dan turut senang dengan keberhasilan orang lain. Jadi buatlah orang-orang disekitar kita menjadi orang yang berhasil. SEORANG YANG MEMILIKI KE-BESARAN HATI AKAN TERBEBAS DARI GODAAN UNTUK BERSAING SECARA NEGATIF.. Selamat pagi, tetap semangat!!

Respon 4
Maz 103:3, ‘DIA yang MENGAMPUNI segala  kesalahanmu,  yang   MENYEMBUHKAN segala penyakitmu!’ Diampuni dulu baru sembuh! (Mulai besok BBM Ayat libur sampai 01 Agustus 2014 sebab ke Eropa & mulai lagi 04 Agustus 2014)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


JESUS BLESS
 


No comments:

Post a Comment