Pengkotbah 9:4a, “Tetapi siapa yang termasuk orang HIDUP mempunyai HARAPAN…” Pernahkah kita sadari bahwa perkataan yang negatif
akan melenyapkan HARAPAN kita?? Dan perkataan yang positif akan menyalakan
HARAPAN yang sudah pudar?? Mazmur 62:6, “Hanya
pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada- Nyalah HARAPANku.”
Pakailah Perkataan yang Positif agar hidup kita terbangun & benar-benar HIDUP J. Dan HARAPAN itu tidak akan hilang. Amin.
Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh
ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
Respon 1
‘Hati yang gembira
membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.’ (Amsal 15:13)
‘Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!’
(Filipi 4:4)
Respon 2
Syalom. Amin... “Mengapakah
kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu
untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan
yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” (Yesaya 55:2). Terima
kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.
Respon 3
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes
3:30) KEBESARAN HATI. Charles Dickens
pernah memberikan pernyataan tentang
siapakah sebenarnya orang yang disebut terbesar itu. Ia berkata, “Ada orang
besar yang menjadi besar dengan cara mengecilkan dan merendahkan orang lain.
Tetapi, seorang besar sejati adalah seorang yang mampu membuat setiap orang
merasa dirinya besar.” Hampir setiap orang ingin menjadi nomor satu dan
terkemuka. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang nomor
dua. Namun, Yohanes Pembaptis memahami benar arti sebuah kebesaran sejati. Di
saat begitu banyak orang mulai ribut dan membanding-bandingkannya dengan Yesus,
Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kebesaran hatinya. Pernyataan-nya bahwa
Yesus harus makin besar, tetapi ia harus makin kecil menunjukkan betapa ia
tidak berusaha membesarkan dirinya sendiri. Ia tahu panggilan Tuhan baginya
sebagai pembuka jalan bagi Mesias yang akan datang (ay. 28). Tujuan hidupnya
adalah mengarah-kan hati orang-orang kepada Yesus, Sang Mesias, dan bukan
kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Bagaimana reaksi kita ketika
dihadapan kita berdiri orang-orang yang siap menggantikan posisi kita? Apa
reaksi kita ketika banyak orang mulai mem-banding-bandingkan kemampuan kita
dengan orang lain? Apakah kita mulai terganggu? Seorang besar sejati tentu
tidak akan terganggu dengan semua itu. Sebaliknya, ia akan menunjukkan
kebesaran hatinya untuk membuat orang lain merasa dirinya besar. Ia akan
memberi dukungan dan turut senang dengan keberhasilan orang lain. Jadi buatlah
orang-orang disekitar kita menjadi orang yang berhasil. SEORANG YANG MEMILIKI
KE-BESARAN HATI AKAN TERBEBAS DARI GODAAN UNTUK BERSAING SECARA NEGATIF..
Selamat pagi, tetap semangat!!
Respon 4
Maz 103:3, ‘DIA yang MENGAMPUNI segala kesalahanmu, yang
MENYEMBUHKAN segala
penyakitmu!’ Diampuni dulu baru sembuh! (Mulai besok BBM Ayat libur sampai 01
Agustus 2014 sebab ke Eropa & mulai lagi 04 Agustus 2014)! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment