Saya percaya kerinduan
setiap orang percaya adalah untuk semakin menyenangkan hati Tuhan dalam setiap
aspek kehidupan mereka. Tentu saja, kita berbuat hal-hal yang berkenan di
hadapanNya bukanlah supaya kita diselamatkan karena keselamatan kita telah
lunas dibayar di Kalvari. Kita berbuat hal-hal sesuai dengan kehendakNya karena
kita adalah orang-orang benarNya Tuhan, jadi sudah seharusnya kita melakukan
segala sesuatu seturut kehendakNya.
Memiliki disiplin rohani merupakan hal yang mudah namun
di sisi lain juga sulit. Mudah karena kita mengasihi Tuhan jadi memang itu
kerinduan kita, sedangkan sulit karena kita masih di dalam daging. Bahkan,
Paulus sendiri masih bergumul dalam dosa sama seperti yang kita alami, “sebab di
dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota
tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan
membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota
tubuhku.” (Roma 7:22-23).
Namun, Paulus mengajarkan juga kepada kita, “tetapi aku
melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil
kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27).
Disiplin rohani harus dilatih terus menerus, setiap
hari. Tuhan Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, “setiap orang yang mau
mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
(Matius 16:24). Percayalah saudara, kita tidak sendirian menghadapinya sebab
kita tahu, “bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang
sama.” (1 Petrus 5:9b).
Semakin antusias di dalam Tuhan dan saya berdoa supaya setiap kita
semakin bertumbuh di dalam kasih karuniaNya yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment