Wednesday, 25 July 2012

25 Juli 2012



25 Juli
Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah tinggal diam ketika kita berada di dalam kesulitan, asalkan kita tetap hidup tulus, mau mengampuni, dan tetap bersyukur atas apa yang terjadi. 2 Korintus 1:12, “Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.” Mazmur 101:2, “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.” Amin. Ikuti teladan rasul Paulus yang hidupnya dipenuhi dengan ketulusan dan kemurnian dalam hubungannya dengan sesama. Adakah kita tulus dan murni dalam membangun hubungan dengan kawan sekerja Allah lainnya?

Respon
Segala puji dan kemuliaan hanya bagi Tuhan. Iya Ibu saya benar-benar percaya akan kuasa dan pertolongan tangan Tuhan yang dengan setia selalu menopang setiap anak-anakNya! Maka dengan itu Ibu, saya sungguh mau bersyukur Ibu karena mempunyai Tuhan yang cinta kasihNya sungguh dahsyat dengan kekuatan kasihNya yang selalu menguatkan saya ketika saya berada dalam kesulitan. Betapa saya sungguh merasakan Ibu bahwa hanya kasihNya yang sejati itulah yang mampu mengubahkan hati saya, hingga saya memperoleh kesempatan yang baru untuk saya dapat belajar menjalani hidup ini dengan ketulusan dan kemurnian dari Kasih Allah, untuk saya dapat mengasihi jiwa yang terhilang! Terima kasih ya Ibu, selamat berkarya! Tuhan memberkati, amin.

No comments:

Post a Comment