25 Juli
Percayalah bahwa Tuhan tidak
pernah tinggal diam ketika kita berada di dalam kesulitan, asalkan kita tetap
hidup tulus, mau mengampuni, dan tetap bersyukur atas apa yang terjadi. 2
Korintus 1:12, “Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami
memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam
hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah
bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.”
Mazmur 101:2, “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah
Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam
rumahku.” Amin. Ikuti teladan rasul Paulus yang hidupnya dipenuhi dengan
ketulusan dan kemurnian dalam hubungannya dengan sesama. Adakah kita tulus dan
murni dalam membangun hubungan dengan kawan sekerja Allah lainnya?
Respon
Segala puji dan kemuliaan
hanya bagi Tuhan. Iya Ibu saya benar-benar percaya akan kuasa dan pertolongan
tangan Tuhan yang dengan setia selalu menopang setiap anak-anakNya! Maka dengan
itu Ibu, saya sungguh mau bersyukur Ibu karena mempunyai Tuhan yang cinta
kasihNya sungguh dahsyat dengan kekuatan kasihNya yang selalu menguatkan saya
ketika saya berada dalam kesulitan. Betapa saya sungguh merasakan Ibu bahwa
hanya kasihNya yang sejati itulah yang mampu mengubahkan hati saya, hingga saya
memperoleh kesempatan yang baru untuk saya dapat belajar menjalani hidup ini
dengan ketulusan dan kemurnian dari Kasih Allah, untuk saya dapat mengasihi
jiwa yang terhilang! Terima kasih ya Ibu, selamat berkarya! Tuhan memberkati,
amin.
No comments:
Post a Comment