Thursday, 19 July 2012

19 Juli 2012



19 Juli
Kita perlu meneliti cara berbicara kita, “hanya dengan pertolongan Allah saja” kita dapat mengenali dan mengubah ucapan kita dari semula yang “tidak jujur” dan suka menjatuhkan menjadi kata-kata yang membangun, kata-kata yang menguatkan, yang baik, dan yang memberkati “supaya setiap orang yang mendengarnya beroleh kasih karunia” (Efesus 4:29).  Amsal 6:17-19, “mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” Amsal 12:19:22, “Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.” Berbicara dengan jujur lebih baik dari pada hanya “fasih berkata-kata”!

Respon
Amin, amin, amin! Baik Ibu saya percaya bahwa setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, maka dengan itu firman Tuhan berkata di dalam Amsal 16:13, bibir yang benar dikenan Raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. Amin, amin, saya menyadari sepenuhnya Ibu kalau bukan Tuhan yang berkenan menjamah lidah dan bibir ini untuk berkata benar dengan kekuatan manusia yang masih tinggal di dalam pakaian dunia, tidak mungkin saya bisa berkata benar! Maka dengan berharap dan senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan saya selalu berdoa untuk Tuhan jamah lidah dan bibir ini agar setiap perkataan ini dapat membawa berkat bagi kemuliaan namaNya! Terima kasih banyak ya Ibu, selamat beraktivitas sukses selalu, Tuhan memberkati, amin.

No comments:

Post a Comment