19 Juli
Kita perlu meneliti cara
berbicara kita, “hanya dengan pertolongan Allah saja” kita dapat
mengenali dan mengubah ucapan kita dari semula yang “tidak jujur” dan suka
menjatuhkan menjadi kata-kata yang membangun, kata-kata yang menguatkan, yang
baik, dan yang memberkati “supaya setiap orang yang mendengarnya beroleh
kasih karunia” (Efesus 4:29). Amsal
6:17-19, “mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang
yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang
segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan
kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” Amsal 12:19:22, “Bibir
yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya
untuk sekejap mata Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi
orang yang berlaku setia dikenan-Nya.” Berbicara dengan jujur lebih baik
dari pada hanya “fasih berkata-kata”!
Respon
Amin, amin, amin! Baik Ibu saya
percaya bahwa setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah
perkataan, maka dengan itu firman Tuhan berkata di dalam Amsal 16:13, bibir
yang benar dikenan Raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. Amin,
amin, saya menyadari sepenuhnya Ibu kalau bukan Tuhan yang berkenan menjamah
lidah dan bibir ini untuk berkata benar dengan kekuatan manusia yang masih
tinggal di dalam pakaian dunia, tidak mungkin saya bisa berkata benar! Maka
dengan berharap dan senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan saya selalu berdoa
untuk Tuhan jamah lidah dan bibir ini agar setiap perkataan ini dapat membawa
berkat bagi kemuliaan namaNya! Terima kasih banyak ya Ibu, selamat beraktivitas
sukses selalu, Tuhan memberkati, amin.
No comments:
Post a Comment