Sunday, 29 July 2012

29 Juli 2012



29 Juli
Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman menguatkan kita untuk melangkah. Iman lebih dari sekedar pengajaran karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Yakobus 2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yang penting bukanlah iman dan perbuatan; iman atau perbuatan; melainkan “iman yang berbuat sesuatu”! Percaya dan taat pada firman Tuhan merupakan bukti akan keutuhan iman kita kepadaNya, amin. Ulangan 4:10-12, “yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api: suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.”

Respon 1
Amin, amin, segala puji bagi Tuhan! Sungguh Tuhan baik dan sangat baik bagi saya Ibu, saya merasakan kuasaNya yang sungguh dahsyat karena sanggup membuka rahasia kehidupan ini! Iman yang berbuat sesuatu! Luar biasa suatu pernyataan iman yang dahsyat Ibu! Saya bersyukur dan terima kasih banyak karena oleh kuasa Tuhan, pernyataan Ibu membuat hati saya tersentuh dan tergerak untuk lebih lagi di dalam belajar iman! Selamat beribadah dan melayani Tuhan Ibu! Tuhan memberkati! Amin.

Respon 2
Kepercayaan & ketaatan pada firman Tuhan mrpkn bukti akan keutuhan iman kita kepadaNya, amin, selamat beraktivitas. GBU.

No comments:

Post a Comment