29 Juli
Iman timbul dari pendengaran
dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman menguatkan kita untuk melangkah. Iman
lebih dari sekedar pengajaran karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Yakobus
2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai
perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yang penting
bukanlah iman dan perbuatan; iman atau perbuatan; melainkan “iman yang
berbuat sesuatu”! Percaya dan taat pada firman Tuhan merupakan bukti akan
keutuhan iman kita kepadaNya, amin. Ulangan 4:10-12, “yakni hari itu ketika
engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka
mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka
hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. Lalu kamu
mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke
pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan. Lalu berfirmanlah TUHAN
kepadamu dari tengah-tengah api: suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa
tidak kamu lihat, hanya ada suara.”
Respon 1
Amin, amin, segala puji bagi
Tuhan! Sungguh Tuhan baik dan sangat baik bagi saya Ibu, saya merasakan
kuasaNya yang sungguh dahsyat karena sanggup membuka rahasia kehidupan ini!
Iman yang berbuat sesuatu! Luar biasa suatu pernyataan iman yang dahsyat Ibu!
Saya bersyukur dan terima kasih banyak karena oleh kuasa Tuhan, pernyataan Ibu
membuat hati saya tersentuh dan tergerak untuk lebih lagi di dalam belajar
iman! Selamat beribadah dan melayani Tuhan Ibu! Tuhan memberkati! Amin.
Respon 2
Kepercayaan & ketaatan
pada firman Tuhan mrpkn bukti akan keutuhan iman kita kepadaNya, amin, selamat
beraktivitas. GBU.
No comments:
Post a Comment