03 April
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16, amin. Sudahkah kita selama ini dibimbing oleh seorang
“mentor” atau pemurid sebagai pembimbing “kehidupan rohani” kita?
Yang mendidik, mendisiplin kita layaknya seorang murid dididik oleh gurunya?
Sesuai dengan kebenaran firmanNya? Jadilah murid yang senantiasa rindu
bertumbuh dalam “kualitas hidup spiritualitas”! Berdoalah agar Tuhan kirimkan
seorang mentor atau partner rohani yang dapat membawa hidup spiritualitas kita
bertumbuh maksimal yaitu dengan melalui Pemuridan One on One!
Respon 1
Biarlah Tuhan sendiri yang mendidik kita setiap
hari, melalui firman Tuhan yang kita baca atau yang kita terima dari mentor
kita, selamat berkarya, Jbu.
Repson 2
Pagi tante... Tante terima kasih renungan tiap
paginya ya. Tante jangan bosen-bosen kirimin Sisca renungan ya, Sisca tunggu
tiap pagi. Yesus berkati tante dan keluarga. Selamat berkarya Tante.
Respon 3
Iya Ibu, saya sangat bersyukur pada Tuhan yang
sudah begitu baik telah menjawab doa saya! Saat itu saya sedang berada di dalam
kesendirian merenungkan akan kebaikan Tuhan Ibu, dan tanpa sadar hati saya
merasa rindu untuk bisa bertumbuh di dalam Tuhan, dan kerinduan itu telah
menggugah hati saya untuk terus berdoa Ibu, untuk saya bisa dipertemukan dengan
orang yang tepat oleh Tuhan, dan suatu ketika tanpa sengaja saya ditawari oleh
Ibu untuk ikut di dalam komunitas sel ini Ibu, itu pun saya hanya sekedar ikut
saja dan masih belum mengerti kehendak Tuhan yang sesungguhnya, dan bahkan
hampir saja menarik diri saat itu karena tidak biasa sebelumnya dengan
orang-orang yang belum saya kenal, akan tetapi pada waktu saya berdoa Tuhan
meneguhkan hati saya dengan suara yang jelas mengatakan, ini jalanmu! Berikanlah
hatimu untuk taat dan tunduk seperti engkau melakukannya untukKu, seperti
seorang murid dengan guru. Dan sebenarnya suara Tuhan itulah Ibu yang terus
saya pegang dan lakukan! Hingga saya bisa merespon firman Tuhan yang sudah Ibu
bagikan dengan kesungguhan hati! Dan mampu untuk melihat dan taat apa yang
sudah Ibu ajarkan pada saya selama ini! Jadi sebelum Ibu bersaksi tempo hari,
Maria sudah jauh hari menjadikan Ibu sebagai guru, hanya saja pernyataan itu
saya simpan di hati Ibu, saya tidak berani mengatakannya! Maafkan saya Ibu!
Saya sungguh amat beryukur akan kebaikan Tuhan dan juga Ibu selama ini yang
sudah bersedia mendisiplinkan saya untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan! Saya
mengucapkan terima kasih sekali Ibu, Tuhan memberkati! Amin.
No comments:
Post a Comment