27 April
Disiplin selalu berhubungan dengan ketaatan, nilai-nilai, dan tanggung
jawab. Ada beberapa disiplin rohani yang bisa dikembangkan.
- Disiplin dalam berdoa. Kolose 4:2, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”
- Disiplin dalam membaca alkitab.
- Disiplin waktu.
- Disiplin dalam melayani.
- Disiplin menjaga hati dan mulut. Ibrani 12:5-6,10-11, “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”
Sudahkah kita semua belajar mendisiplin diri kita masing-masing?
Respon 1
Baik Ibu...! Saya sangat bersyukur semua berkat kemurahan Tuhan, hingga
saya boleh menerima didikan Tuhan lewat firmanNya setiap pagi dan juga didikan
Ibu, untuk saya boleh belajar mendisiplinkan diri di dalam berbagai hal dalam
hidup saya ini Ibu! Maka saya akan senantiasa bertekun di dalam doa untuk
berjaga-jaga di dalam Roh Ibu, agar pintu gerbang saya senantiasa ada yang
menjagai siang dan malam untuk saya boleh diselamatkan dari orang asing yang
ingin mencuri harta yang berharga di dalam diri ini! Dan juga saya akan
senantiasa taat kepada setiap teguran dan didikanNya Ibu! Untuk saya tidak
hanya menaruh penjaga di pintu gerbang! Melalui pintu hati saya, tetapi juga
pintu belakang dan jendela harus dalam keadaan terkunci! Melalui lidah bibir
ini! Dan juga saya harus segera mengganti dinding yang sudah rapuh dengan yang
lebih kuat Ibu melalui pikiran ini! Ibu, maaf saya sebenarnya takut mengatakan
semua itu! Tetapi tidak tahu hati saya spontan menuliskannya Ibu... Yang Tuhan
ajarkan dua hari yang lalu pada saat saya tidur sama dengan yang Ibu ajarkan
hari ini! Terima kasih ya Ibu! Tuhan senantiasa memberkati! Amin.
Tanggapan Saya untuk Respon 1
Shalom Ibu Maria, puji Tuhan! Tuhan sudah berbicara terlebih dahulu
kepada Ibu Maria 2 hari yang lalu tentang disiplin atau bahan renungan hari ini
ya! Kalau saya boleh sharingkan saya pun juga tidak mengerti: bahan renungan
yang saya sms atau bbm setiap hari harus saya persiapkan di malam harinya
sebelum pagi harinya saya kirimkan! Semalam Tuhan berbicara kuat seperti itu
juga kepada saya, sebab dari bahan makanan murid saya hanya dapat disiplin dan
ketaatan yang berkitan satu sama lain! Tuhan berbicara melalui bahan pemuridan
yang saya dapatkan dari website seorang hamba Tuhan yang sudah mementor saya
selama ini! Kalau saya bisa mendapatkan “rhema yang sama” dengan yang Ibu
dapatkan itu artinya Tuhan meneguhkan dan meminta kita lebih lagi untuk
mengembangkan ke 5 disiplin rohani tersebut, Ibu! Marilah kita mau melakukan
apa yang Tuhan minta melalui ayat-ayat peneguhan hari ini, amin. Selamat
melayani keluarga, tetap kuat, tetap menjadi berkat ya!
Respon 2
Shalom dan selamat siang Ibu! Baik Ibu saya mau untuk melakukan apa yang
Tuhan minta melalui ayat-ayat peneguhan hari ini! Dan terima kasih banyak atas
kesaksian Ibu siang ini telah mendorong saya untuk lebih lagi dalam melakukan
perintah Tuhan! Selamat beraktivitas di tengah-tengah kesibukan Ibu! Tuhan
memberkati, amin.
No comments:
Post a Comment