Thursday, 31 January 2013

Doa Syukur Daud



Doa Syukur Daud
(Doa Syukur Saya)

      1 Tawarikh 17:16-27
      17:16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
      17:17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini di dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.
      17:18 Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini?
      17:19 Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar itu.
      17:20 Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
      17:21 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskan umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?
      17:22 Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
      17:23 Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkan untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
      17:24 Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
      17:25 Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.
      17:26 Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik kepada hamba-Mu.
      17:27 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.

NOTE: Ganti nama Daud dengan nama kita masing-masing ya... Imani bahwa Tuhan sudah menggenapi rencanaNya bagi kita semua. AMIN.
      Doa Raja Daud dalam 1 Tawarikh 17:16-27 , biarlah ini menjadi doa kita semua untuk tahun 2013 dan percayalah Tuhan sudah menggenapi rencanaNya melalui kita.
      Bila kita membaca dengan seksama doa Daud ini, maka kita akan terkagum-kagum dengan Tuhan. Sebab, Daud menaikkan doa ini sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan. Mengapa? Karena ia selalu menyebut, “Tuhan”, atau “Engkau”, atau “Mu”, sebagai Pribadi yang berdaulat atau bahasa yang lebih kerennya adalah God's in charge. Ini merupakan pengakuan dari hati yang tulus dan murni yang terucap keluar dari mulutnya. Daud mengaku bahwa Tuhanlah yang merancangkan semua hal-hal yang indah dan luar biasa ini atas Daud. Ia berdoa, “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mataMu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hambaMu ini di dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan Allah.
      Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini? Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar itu.” (1 Tawarikh 17:16-19).
      Jadi, Daud mempercayakan diri dan keluarganya sepenuhnya kepada Pribadi yang bertanggung jawab atas hidupnya. Daud tidak perlu kuatir lagi, karena Allah berkewajiban untuk memenuhi apa yang telah dijanjikan. Akhirnya, Daud berdoa dengan rasa syukur, “Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.” (1 Tawarikh 17:26-17). Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara percaya bahwa Allah berdaulat penuh atas hidup Saudara? Bukankah Tuhan memiliki rancangan yang hebat dan luar biasa atas masa depan Saudara? Bersyukurlah kepada Dia.

No comments:

Post a Comment