08 Januari 2013
Kesuksesan secara jasmani tidaklah berarti
jika tidak dibarengi kesuksesan secara rohani, kesuksesan teman-teman Daniel
tidak terpisahkan dengan kesuksesan secara rohani (mereka berhasil
mempertahankan iman mereka: Daniel 3:30). Jadi kehidupan yang “berhasil”/PENUH
tidak dapat dipisahkan dari kebahagiaan dalam membina/ memba-ngun hubungan
baik secara vertikal & horizontal, kuncinya bagi anak-anak &
hamba adalah KETAATAN dan bagi orang tua & pemimpin-pemimpin
adalah KETELADANAN! Ingin sukses? Jadilah TAAT dan jadilah TELADAN,
amin! Sarapan pagi bersama YESUS adalah juga salah satu kunci hidup
sukses.
Respon
Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik
bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah
bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi
sesudah dia? (Pengkhotbah 3:22; Daniel 3:30). Adakah kita menikmati pekerjaan
kita..? Adakah kita berbahagia atas pekerjaan kita..? Bila tidak.. Apa yang
kita dapatkan..? Bukankah sungut-sungut sepanjang hari..? Bukankah semangat
kerja yang kian menurun..? Adakah itu yang kita rasakan..? Lalu.. Mengapa kita
tidak belajar.. Untuk mulai mengucap syukur..? Untuk mulai menikmatinya..?
Selama itu sesuai dengan kehendakNya.. Apa yang kita kuatirkan..? Bukankah
Tuhan selalu menyertai kita..? Dan bukankah Tuhan tidak kekurangan jalan untuk
memberkati kita..? Mari kita mengucap syukur atas pekerjaan kita dan
menikmatinya bersama Tuhan saat kita melakukannya... Kesuksesan secara jasmaniah
tidaklah berarti jika kita tidak dibarengi kesuksesan secara rohani. “Bapa,
beri kami daya tahan untuk berjuang mencapai kesuksesan baik secara jasmani
maupun rohani, karena kami ingin berkenan di hadiratMu dan manusia. Dalam nama
Yesus Kristus. Amin!” Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment