Thursday, 31 January 2013

Discipleship One on One



Discipleship One on One
Abbalove Ministries 2011

      Salah satu bentuk pemuridan yang sangat efektif adalah one-on-one (satu-satu). Seorang pemurid memuridkan satu murid sampai ia berhasil. Jangan pernah berhenti memuridkan seseorang menjadi murid Kristus sampai ia berhasil untuk menjangkau atau menggenapkan rencana Allah atas hidupnya. Pemurid harus menolong, melatih, dan membapai muridnya sampai menjadi murid sejati. Hal ini kami lakukan di gereja kami. Di gereja yang kami layani, pemuridan one-on-one sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Hal inilah yang membantu setiap murid yang kami muridkan untuk bertumbuh menjadi dewasa di dalam Tuhan. Ketika mereka sudah menjadi dewasa di dalam Tuhan, kita akan melihat kemampuan mereka di dalam memuridkan murid-murid yang lain untuk bertumbuh juga di dalam Tuhan.
      Apa yang dilakukan dalam pemuridan one-on-one?
1.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut dengan Allah. Bagaimana kehidupan pribadinya dengan Allah: Apakah ia memiliki waktu khusus dengan Tuhan? Apakah ia setia bersaat teduh untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan? Apakah ada dosa atau godaan tertentu yang perlu diakui dan dibereskan di hadapan Tuhan?
2.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut dengan keluarga (hubungannya dengan istri/suami dan dengan anak-anaknya, atau hubungannya dengan orang tuanya). Apakah hubungan mereka baik dan hal apakah yang harus dibereskan?
3.) Memuridkan dalam hal hubungan orang tersebut dengan pelayanannya: Bagaiman dengan komselnya? Bagaimana pula ia telah menolongnya komselnya untuk bertumbuh? Bagaiman hubungannya dengan murid-murid? Siapakah murid-murid yang dibina? Jika ia adalah PKS, maka ia harus mempersiapkan orang-orang kunci untuk dimuridkan menjadi pemimpin.
      Bagi seseorang yang ingin bertumbuh di dalam Tuhan, ia harus bisa menjawab pertanyaan ini dengan jujur:
1.) Siapakah yang sungguh-sungguh menge-nal diri Anda tanpa mengenakan topeng?
2.) Kepada siapa Anda mengakui kelemahan-kelemahan Anda? Orang yang tidak mengakui kelemahannya akan mendapat banyak dakwaan atau tuduhan dari si jahat.
3.) Siapakah yang memiliki otoritas untuk berbicara tentang kelemahan-kelemahan Anda dalam konteks hubungan yang intim atau akrab sampai ke dalam hati Anda?
4.) Dengan siapakah Anda membangun hubungan akuntabilitas yang akan bisa menceritakan hubungan intim Anda dengan Tuhan, hubungan Anda dengan sesama, dan hubungan Anda dengan keluarga? Hubungan ini bukanlah hubungan yang mendominasi, tetapi hubungan yang melindungi Anda.
5.) Siapakah yang menantang Anda untuk lebih maju dari apa yang sudah dicapai? Ada ilustrasi tentang seorang gadis yang berenang menyeberangi selat di Inggris. Ketika menyeberang, ia tidak bisa melihat apa-apa karena terhalang oleh kabut. Ia tetap terus berenang sampai kelelahan dan menyerah. Lalu, ia memanggil perahu dan naik. Setelah naik ke atas perahu, ternyata ia hanya berjarak beberapa meter dari garis pantai yang seharusnya ia capai kalau ia tidak menyerah secepat itu. Satu-satunya alasan mengapa ia menyerah adalah karena ia tidak bisa melihat lebih jauh. Ia tidak mempunyai seseorang yang menolong atau menguatkan dia dengan melihat visi yang lebih jauh di depan.
6.) Siapakah yang berdoa syafaat bagi Anda? Yesus berdoa syafaat bagi Petrus untuk menang atas ujian dari setan (Luk 22:31-32). Apakah Anda memuridkan orang berdoa syafaat bagi Anda? Apakah Anda memiliki permuridan one-on-one yang mendoakan Anda? Maksudnya adalah karena kita harus memiliki hubungan yang sejati dengan Tuhan dan sukses di dalam pelayanan.

No comments:

Post a Comment