Discipleship One on One
Abbalove
Ministries 2011
Salah satu bentuk
pemuridan yang sangat efektif adalah one-on-one (satu-satu). Seorang pemurid
memuridkan satu murid sampai ia berhasil. Jangan pernah berhenti memuridkan
seseorang menjadi murid Kristus sampai ia berhasil untuk menjangkau atau
menggenapkan rencana Allah atas hidupnya. Pemurid harus menolong, melatih, dan
membapai muridnya sampai menjadi murid sejati. Hal ini kami lakukan di gereja
kami. Di gereja yang kami layani, pemuridan one-on-one sudah dilaksanakan
dengan sangat baik. Hal inilah yang membantu setiap murid yang kami muridkan
untuk bertumbuh menjadi dewasa di dalam Tuhan. Ketika mereka sudah menjadi
dewasa di dalam Tuhan, kita akan melihat kemampuan mereka di dalam memuridkan
murid-murid yang lain untuk bertumbuh juga di dalam Tuhan.
Apa yang dilakukan
dalam pemuridan one-on-one?
1.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut
dengan Allah. Bagaimana kehidupan pribadinya dengan Allah: Apakah ia memiliki
waktu khusus dengan Tuhan? Apakah ia setia bersaat teduh untuk membangun
hubungan intim dengan Tuhan? Apakah ada dosa atau godaan tertentu yang perlu
diakui dan dibereskan di hadapan Tuhan?
2.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut
dengan keluarga (hubungannya dengan istri/suami dan dengan anak-anaknya, atau
hubungannya dengan orang tuanya). Apakah hubungan mereka baik dan hal apakah
yang harus dibereskan?
3.) Memuridkan dalam hal hubungan orang tersebut dengan
pelayanannya: Bagaiman dengan komselnya? Bagaimana pula ia telah menolongnya
komselnya untuk bertumbuh? Bagaiman hubungannya dengan murid-murid? Siapakah
murid-murid yang dibina? Jika ia adalah PKS, maka ia harus mempersiapkan
orang-orang kunci untuk dimuridkan menjadi pemimpin.
Bagi seseorang
yang ingin bertumbuh di dalam Tuhan, ia harus bisa menjawab pertanyaan ini
dengan jujur:
1.) Siapakah yang sungguh-sungguh menge-nal diri Anda tanpa
mengenakan topeng?
2.) Kepada siapa Anda mengakui kelemahan-kelemahan Anda?
Orang yang tidak mengakui kelemahannya akan mendapat banyak dakwaan atau
tuduhan dari si jahat.
3.) Siapakah yang memiliki otoritas untuk berbicara tentang
kelemahan-kelemahan Anda dalam konteks hubungan yang intim atau akrab sampai ke
dalam hati Anda?
4.)
Dengan siapakah Anda membangun hubungan akuntabilitas yang akan bisa
menceritakan hubungan intim Anda dengan Tuhan, hubungan Anda dengan sesama, dan
hubungan Anda dengan keluarga? Hubungan ini bukanlah hubungan yang mendominasi,
tetapi hubungan yang melindungi Anda.
5.)
Siapakah yang menantang Anda untuk lebih maju dari apa yang sudah dicapai? Ada
ilustrasi tentang seorang gadis yang berenang menyeberangi selat di Inggris.
Ketika menyeberang, ia tidak bisa melihat apa-apa karena terhalang oleh kabut.
Ia tetap terus berenang sampai kelelahan dan menyerah. Lalu, ia memanggil
perahu dan naik. Setelah naik ke atas perahu, ternyata ia hanya berjarak
beberapa meter dari garis pantai yang seharusnya ia capai kalau ia tidak
menyerah secepat itu. Satu-satunya alasan mengapa ia menyerah adalah karena ia
tidak bisa melihat lebih jauh. Ia tidak mempunyai seseorang yang menolong atau
menguatkan dia dengan melihat visi yang lebih jauh di depan.
6.) Siapakah yang berdoa syafaat bagi Anda? Yesus berdoa
syafaat bagi Petrus untuk menang atas ujian dari setan (Luk 22:31-32). Apakah
Anda memuridkan orang berdoa syafaat bagi Anda? Apakah Anda memiliki permuridan
one-on-one yang mendoakan Anda? Maksudnya adalah karena kita harus memiliki
hubungan yang sejati dengan Tuhan dan sukses di dalam pelayanan.
No comments:
Post a Comment