21 Januari 2013
Kasih
Ibu Sepanjang Masa. Sebagai seorang Ibu: kita harus membimbing anak-anak
kepada pengenalan dan pengalaman pribadi bersama Tuhan untuk membangun definisi
mereka sendiri tentang karakter dan pribadi Tuhan. Pengalaman anak-anak secara
pribadi bersama Tuhan adalah benih dan kita sebagai Ibu adalah tukang
kebun yang merawatnya sepanjang masa sehingga BENIH itu TUMBUH subur dan
AKARNYA tertanam kuat. Yesaya 49:15a, “Dapatkah seorang perempuan melupakan
bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?” Keluaran
20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang
diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” 2 Samuel 21:8-10, amin. Sudahkah kita
sebagai Ibu berfungsi maksimal baik jasmani dan rohani buat anak-anak kita? Sarapan
pagi bersama JESUS adalah salah satu “teladan” orang tua/seorang Ibu buat
anak-anaknya!
Respon
1
Dapatkah
seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari
kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau
(Yesaya 49:15). Firman Tuhan mengatakan “apakah Ibu bisa melupakan anaknya??”
Kayaknya gak mungkin karena dia yang dengan sekuat tenaganya mengandung dan
melahirkan anaknya. Meskipun kadang sebagai Ibu suka emosi mengatakan “kalo gak
suka dengan mami kamu boleh cari yang lain” ato “kalo kamu gak cocok dengan
aturan mami kamu boleh pergi dari rumah ini” ato lebih ekstrim lagi “gak usah
manggil mami lagi, kamu sudah bukan anakku”, kata-kata itu mungkin kadang
diucapkan seorang Ibu di saat emosi (aku juga pernah). Tapi semua itu bukan
dari dasar hati. Kasih Ibu sepanjang masa. Bahkan kalo ada anaknya sakit kalo
diijinkan penyakit anaknya dipindahkan ke dirinya aja biar anaknya sembuh.
Kenapa Firman Tuhan hari ini membandingkan kasih Ibu dengan kasihNya? Karena
ternyata kasih Tuhan melebihi kasih Ibu, kasih yang ter-the best di dunia.
Kasih Tuhan tak dapat dibandingkan dengan apapun. DIA yang mengasihi kita lebih
dari apapun. Bersyukurlah kita punya Tuhan yang sangat-sangat mengasihi kita.
Tak ada yang perlu kita takutkan lagi karena Tuhan ada di pihak kita. Selamat
pagi... Selamat hari Senin.. Waktunya berkarya untuk memuliakan nama Tuhan.
Respon
2
Shalom!
Selamat pagi inilah sarapan pagi kami, waspadalah dalam hidup di sekelilingmu,
tetapi kamu, saudara-saudaraku yang terkasih, kamu telah mengetahui hal ini
sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam
kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu
yang teguh, tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan
Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan
sampai selama-lamanya. Amin Jesus. Kami sekeluarga mengucapkan selamat
beraktivitas Tuhan Yesus memberkati Siu Siang sekeluarga, amin. Bacaan dalam Injil
2 Petrus 3:17-18.
No comments:
Post a Comment