THE GOD I NEVER KNEW
Morning
with Jesus.
Minggu
7 April 2019.
#I'M
ALIVE
#Thegodineverknewpart6.
THE GOD I NEVER KNEW part 6 - “Tuhan Buka Bukaan”
Intro:
Hampir
semua orang tahu yang namanya ENAK dan BAGUS. Tapi menariknya ENAK dan BAGUS-nya
orang bisa berbeda beda. Bukan karena satu lebih baik dari yang satu, tapi
karena perbedaan.
Pertanyaan:
Kalau Tuhan baik, siapa yang menyetujui?
Bagaimana
kita yang tidak baik, dapat ikut menetapkan sosok Tuhan yang baik?
KHUSUS
di area soal menilai Tuhan, kita tidak punya hak dan pilihan untuk menyetujui
apakah Tuhan baik atau tidak.
Lukas
18: 19 – jawab Yesus: mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik
selain dari pada Allah saja.
Konteksnya:
seorang pemimpin datang kepada Yesus, menyebut Yesus sebagai “guru yang baik”.
Lihat
jawaban Yesus. Yesus mengarahkan kepada Allah, sebagai standard kebaikan, the
ultimate good of all!
Mazmur
100: 5 – sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama2nya…
Mazmur
106: 1 – bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik…
Daud
mengajak kita: Mazmur 33: 9 – kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan
itu!
Jadi
kita punya keyakinan, dan Yesus sendiri menjelaskan. Dia adalah Tuhan yang
baik, demikianlah Dialah standard kebaikan (Ultimate Good).
-Apakah
kebaikan? BAIK adalah Yang di setujui oleh Tuhan/ yang di nyatakan baik oleh
Tuhan.
Tapi kalau
Standard baik itu adalah sosok Tuhan yang sempurna, yang tidak ada Kejahatan
dalam diri-Nya, tidak bernoda, yang sama sekali tidak berdosa – bisa diterima.
I.
Kebaikan Tuhan dikomunikasikan lewat: Kemurahan, Anugrah dan Kesabaran TUHAN.
KEBAIKAN
TUHAN DI KOMUNIKASIKAN KEPADA MANUSIA LEWAT 3 HAL:
Kemurahan,
Anugrah, Kesabaran.
Kemurahan.
Anugrah, Kesabaran merupakan 3 sifat Tuhan yang juga dapat di bedakan satu
dengan yang lainnya; namun banyak Theologians melihat 3 sifat ini satu bagian
dari Kebaikan Tuhan. Karena Kebaikan Tuhan – Dia murah hati, ber Anugrah dan
Sabar. Namun, dari ke 3 nya tetap dapat kita bedakan satu dengan yang lainnya.
-
Kemurahan Tuhan – adalah kebaikan Tuhan bagi mereka yang dalam kesengsaraan dan
keadaan yang sukar.
-
Anugrah Tuhan – adalah kebaikan Tuhan bagi mereka yang seharusnya mendapatkan
hukuman/ punishment.
-
Kesabaran Tuhan – adalah kebaikan Tuhan dengan mengurungkan hukumanNya bagi
mereka yang berdosa, dalam sebuah waktu.
Menariknya,
seringkali, 3 sifat Tuhan itu disebuntukan bersama-sama dalam Firman Tuhan:
Keluaran
34: 6, Lord, a God merciful and gracious, slow to anger, and abounding in
steadfast love and faithfulness.
Mazm
103: 8, the Lord is merciful and gracious, slow to anger and abounding in
steadfast love.
Sangat
menarik, sering kali Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, dari waktu ke waktu, dalam
bentuk Anugrah-Nya, Kemurahan-Nya dan Kesabaran-Nya.
-Sebuah
gambaran panorama tentang Anugrah, Kemurahan dan Kesabaran Tuhan, di tunjukkan
kepada orang yang bernama Musa.
Keluaran
33:19 ; Keluaran 34: 6-7
-Para
nabi di Alkitab merayakan Tuhan sebagai Tuhan yang penuh Anugrah dan Kemurahan
(Nabi Yesaya – Yesaya 30:18; Nabi Yoel – Yoel 2:13; Nabi Yunus – Yunus 4:2)
-Para
Pemazmur di Alkitab, dalam time frame yang berbeda dengan para nabi, juga
mendapat pengertian tentang karakter Tuhan yang di komunikasikan adalah penuh
Anugrah dan Kemurahan (Mazmur 86:5, 103:8; 111:4; 116:5)
-Daud,
yang memahami dan mempelajari tentang Tuhan, bahkan di sebut sebagai orang yang
berkenan di hati Tuhan, Daud memilih untuk menjatuhkan dirinya di tangan Tuhan
yang penuh Anugrah dan Kemurahan. Mazmur 51:3,
-Paulus,
menuliskan lagi dan lagi pengalaman hidupnya dengan Tuhan secara pribadi, dari
semua tulisannya, yang menekankan, bahwa Tuhan itu penuh Anugrah dan Kemurahan.
Roma 9:22-23 (BIMK)
“TUHAN
TIDAK MENGKOMUNIKASIKAN ANUGRAH, KEMURAHAN DAN KESABARAN-NYA, KARENA KETIDAK
SENGAJAAN ATAU KELEMAHAN, TAPI SELALU DARI KESENGAJAAN DAN MAKSUD YANG KUAT.”
II.
Tuhan membangun lewat Anugrah, Kemurahan and Kesabaran
Jangan jadikan
Grace and Mercy-nya Tuhan sebagai surat ijin kita untuk sembaran dengan
hidup dan berkat yang Tuhan percayakan kepada kita. Tapi, sebaliknya, Menjaga
hidup kita dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik adalah buahnya Grace
and Mercy yang Tuhan berikan secara cuma cuma buat kita.
Perhatikan
bedanya Common Grace dengan Saving Grace (Special Grace)
-Common
Grace adalah karunia
yang Tuhan berikan kepada semua manusia, tanpa terkecuali.
Seperti:
nafas, sehat, kekuatan, talenta, skills, udara, matahari, hujan.
Semua
bangsa, komunitas, keluarga, personal bisa menikmati Common Grace ini. (Mat
5:45)
-Common
Grace tidak menyelamatkan manusia dari dosa manusia, sebab common grace
tidak merubah hati manusia/menyelamatkan jiwa manusia.
-Saving
Grace adalah kesempurnaan karakter Tuhan yang di tunjukkan kepada manusia
yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, untuk mengalami anugrah keselamatan
dan hidup kekal yang Tuhan sediakan.
Tuhan
tidak di haruskan untuk memberikan Saving Grace ini kepada manusia, tapi
karena karena Dia pencipta manusia yang mencintai manusia, DIa menyediakan Saving
Grace, supaya barang siapa percaya tidak binasa, melainkan beroleh hidup
kekal.
-Saving
Grace menyelamatkan manusia dari dosa, dan merubah hati orang yang menerimanya,
untuk menjadi lebih baik.
Lewat
menunjukkan Anugrah, Kemurahan dan KesabaranNya kepada kita, Tuhan mau
membangun diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
“TUHAN
TIDAK MENGKOMUNIKASIKAN ANUGRAH, KEMURAHAN DAN KESABARAN-NYA, KARENA KETIDAK
SENGAJAAN ATAU KELEMAHAN, TAPI SELALU DARI KESENGAJAAN DAN MAKSUD YANG KUAT.”
What
to do:
A.
Letakkan dan Percayakan hidup kita pada Kebaikan Tuhan. (Entrust yourself in
His Goodness)
Ingat
baik-baik, kalau Tuhan sengaja mengkomunikasikan dirinya lewat Anugrah,
Kemurahan dan KesabaranNya, artinya: apapun pergumulan yang sedang Anda lewati,
Dia bisa pakai itu untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita!!! Dan saat Anda
minta Tuhan menunjukkan kemuliaanNya, bersiaplah Tuhan menunjukkan AnugrahNya,
KemurahanNya dan KesabaranNya bagi hidup kita semua!!
B.
Jadilah Jembatan
Kalau
kita tahu bahwa Tuhan mengkomunikasikan Anugrah, Kemurahan dan KesabaranNya, jadilah
jembatan bagi orang lain untuk mengenali dan mengalami Tuhan.
Lukas
10:33-35
Yang
Tuhan pedulikan bukan brapa lama kita jadi orang Kristen, keturunan ke berapa
kenal Tuhan, posisi kita apa di pelayanan, tapi Tuhan ingin: kita rendah hati
untuk taat, menjadi jembatan bagi orang yang membutuhkan Yesus.
Menjadi
Jembatan artinya: mengenalkan orang kepada Yesus (yang punya Anugrah, Kemurahan
dan Kesabaran), memuridkan orang lain untuk bisa mengalami perubahan kehidupan
di dalam Yesus.
Menjadi
Jembatan, bagi orang Samaria, bukanlah sebuah perdebatan theologia, atau
diskusi theologia. Bagi orang ini, menjadi JEMBATAN adalah melakukan Firman
Tuhan dan membayar harga nya.
“TUHAN
TIDAK MENGKOMUNIKASIKAN ANUGRAH, KEMURAHAN DAN KESABARAN-NYA, KARENA KETIDAK
SENGAJAAN ATAU KELEMAHAN, TAPI SELALU DARI KESENGAJAAN DAN MAKSUD YANG KUAT.”
Jangan
lupa untuk:
Menyerahkan
dan Meletakkan hidup kita pada Kebaikan Tuhan. Dan Jadilah Jembatan untuk orang
lain.
Tuhan
Yesus memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries
Note: jangan
lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
Ulangan
7-8
Ayub 7
Matius
27:32-66
#LoveGod
#LovePeople
#love
thebible
#impacting
marketplace
#I’M
ALIVE
#happysunday
#happyservinggod
Noted:
bahan warta komsel 7 April 2019.
No comments:
Post a Comment