Wednesday, 3 April 2019

3 April 2019


THE GOD I NEVER KNEW
 

Morning with Jesus.
Rabu 3 april 2019.
#I'M ALIVE
#THEGODINEVERKNEWPART5.

Apa Tuhan Tahu.?
MenJalani hidup dengan dasar bahwa Yesus telah mengalahkan dunia.

Yohanes 16:31-33 (TB) Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Beragam kesulitan tetap menjadi bagian dari kehidupan orang percaya. Dari teks yang kita baca, murid-murid Tuhan Yesus bergumul dengan iman mereka. Mereka tidak mampu mengerti perkataan Tuhan Yesus (16:17-18). Ini adalah hal wajar dalam pemuridan (misalnya 2:19-22; 4:31-33; 14:8-9). 
Bahkan pada saat mereka mampu mengerti dan mengimani perkataan Tuhan Yesus (16:29-31), persoalan tidak langsung sirna. Tuhan Yesus secara jujur dan terang-terangan memberitahukan kegagalan yang akan mereka hadapi. Iman mereka memang tidak akan hilang. Hanya saja, keberanian mereka akan sirna. Dengan kata lain, apa yang mampu mereka mengerti dan imani belum tentu mereka mampu menjalaninya. Di tengah beragam kesulitan inilah Tuhan Yesus membicarakan tentang damai sejahtera (16:33). Damai bukan berarti tidak ada masalah. Damai berarti kehidupan yang tetap utuh walaupun di tengah kegagalan dan kesengsaraan. Kedamaian yang Ia berikan tidak sama dengan yang dunia berikan (14:27).

Kunci untuk memahami hal yang berlawanan di atas adalah kehidupan yang berada di dalam Kristus. Dalam teks Yunani terdapat sebuah kontras yang paralel di ayat 33, yaitu antara “di dalam Aku kalian memiliki damai” dengan “di dalam dunia kalian memiliki kesengsaraan. Karena orang-orang percaya  berada di dalam Kristus sekaligus di dalam dunia, mereka bisa memiliki kedamaian sekaligus kesengsaraan pada saat yang sama.
Kedamaian yang Kristus berikan bukan dicapai melalui pemusnahan semua kesengsaraan. Untuk sementara waktu, kesengsaraan tidak diambil dari dunia (15:18-19; 16:33). Untuk sementara waktu, kita pun tidak diambil dari dunia (17:15). Yang penting adalah apakah seseorang di dalam Kristus. Di dalam DIA ada damai sejahtera. Selama kita masih hidup di dunia yang penuh dengan dosa dan penderitaan ini, kita akan selalu bergumul dengan kesulitan dan kesengsaraan. Berita baiknya, penderitaan tidak akan mengalahkan kita. Bukan karena kita siapa kita atau apa yang kita lakukan, melainkan karena siapa Kristus dan apa yang Ia janjikan bagi kita. Amin.
 
Peperangan sudah dimenangkan oleh Kristus Yesus secara mutlak di atas kayu salib. Pertempuran kecil memang masih berlangsung, tetapi hal itu tidak usah merisaukan kita, apalagi merampas damai sejahtera kita. Kristus pun sudah memberikan rahasia kemenangan bagi kita. Tidak ada alasan untuk kalah melawan penderitaan. Tidak ada alasan untuk menyerah dalam pergumulan melawan dosa. Dia menang. Kita pun menang di dalam DIA. Amin.

Kita menjalani hidup ini bukan menuju kemenangan. Berusaha keras meraih kemenangan. Tapi jalani hidup ini DARI kemenangan yang Yesus sudah capai bagi kita. DIA sudah mengalahkan dunia. Dan DIA yang sudah mengalahkan dunia ini berjalan bersama kita. Dan saat kita berjalan bersama DIA, kita juga bisa melewati, bahkan keluar sebagai pemenang, mengalahkan kesukaran-kesukaran hidup.

TUHAN MAHA TAHU ; DIA SELALU TAHU YANG TERBAIK UNTUK KITA ; JADI, PERCAYAILAH TUHAN.
Tuhan Yesus memberkati.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries

Note:  jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
BIlangan 35-36
Ayub 3
Matius 26:1-25

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#impacting marketplace
#I'M ALIVE
#happyholiday
#happywithurfam

No comments:

Post a Comment