THE GOD I NEVER KNEW
Morning
with Jesus.
Rabu
,10 April 2019.
#I'M
ALIVE
#THEGODINEVERKNEWPART6.
#TETAP
PERCAYA.
Mempercayai
Tuhan dimulai dari mengakui bahwa kita sesungguhnya tidak tahu apa-apa.
Ketika
kita sedang bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, kita mungkin tidak
tahu jalan menuju ke sana. Tapi, kita dapat mempercayai driver dari mobil atau
bus yang kita tumpangi untuk membawa kita tiba di tujuan dengan aman. Sama halnya,
ada banyak yang mungkin tidak kita mengerti dalam perjalanan hidup kita.
Kita
mungkin tidak tahu bagaimana suatu hal terjadi, atau pilihan apa yang
seharusnya kita ambil dalam situasi tersebut. Inilah saatnya untuk kita belajar
bahwa mempercayai Tuhan dimulai dari mengakui diri bahwa sesungguhnya kita
tidak memiliki semua jawaban atas pertanyaan hidup kita. Kita harus percaya
kepada-Nya dan menyerahkan jalan-jalan kita kepada-Nya, bahkan ketika
kelihatannya ada yang tidak masuk akal bagi kita.
Alkitab
kembali memberikan contoh yang baik. Tuhan memerintahkan Yosua untuk mengelilingi
tembok Yerikho yang kokoh beberapa kali supaya tembok itu runtuh (Yosua
6:1-10).
Jika
dipikir dengan logika, perintah Tuhan ini tentu tidak masuk akal sama sekali. Namun,
Yosua tetap mempercayai Tuhan dan mengambil keputusan untuk taat kepada
perintah-Nya-dan tembok itu pun runtuh, persis seperti yang dikatakan Tuhan. Bahkan
Salomo, yang dianggap sebagai orang yang paling bijaksana yang pernah ada, berkata:
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar
kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan
meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6).
Suatu
ketika, saya mendapati diri saya berada di dalam situasi di mana saya
diharuskan mempraktikkan ayat ini. Saya sedang menghadapi ujian ketika orang yang
saya cintai meninggalkan kita dan harus memutuskan saya harus "move
on" untuk belajar PERCAYA TIDAK HANYA 100% TETAPI BERGANTUNG
SEPENUHNYA/ NGANDOL istilah orang Jawa Timur. Jika dipikirkan secara
logis, untuk belajar percaya ini memang tidak masuk akal. Tapi, saya PERCAYA
dan yakin bahwa DIA akan memenuhi apa yang saya perlukan. Saya memutuskan untuk
mendedikasikan sejak hari itu untuk memuji/ dengan tetap punya hati bersuka
cita dan MEMPERCAYAINYA SEKALIPUN, BELUM MELIHAT APA yang saya harapkan
terwujud. Karena ANUGERAH, KEMURAHANYA, KESABARAN DAN KEBAIKKANNYA TETAP UNTUK
SELAMANYA.
Kepercayaan
kita kepada Tuhan bertumbuh ketika kita sadar bahwa jalan-Nya lebih tinggi
daripada jalan kita dan Ketika kita taat kepada perintah-Nya, bahkan ketika
perintah-Nya itu terkesan seperti tidak ‘logis’. Jadi bagaimana kita bisa
menerapkan kebenaran ini? Inilah yang bisa kita lakukan: Sedia kan waktu
bersama Tuhan dan saudara-saudara yang seiman dengan baik. Bacalah Alkitab/love
the bible, berdoa, bersekutu lewat komunitas sel & carilah saudara-saudara
seiman yang dapat membantu kita untuk semakin bertumbuh dalam relationship
kita dengan Yesus.
Kedua Akuilah
bahwa kita terbatas dalam pengertian kita. Oleh karena itu kita mau taat kepada
perintah-Nya meski terkadang perintah-Nya sulit untuk kita mengerti.
Maukah
Saudara mempercayakan hidupmu kepada Yesus sepenuhnya/bersandar tanpa rasa
khawatir sedikitpun? Amin.
“TUHAN
TIDAK MENGKOMUNIKASIKAN ANUGRAH, KEMURAHAN DAN KESABARAN-NYA, KARENA KETIDAK
SENGAJAAN ATAU KELEMAHAN, TAPI SELALU DARI KESENGAJAAN DAN MAKSUD YANG KUAT.”
Jangan
lupa untuk:
Menyerahkan
dan Meletakkan hidup kita pada Kebaikan Tuhan. Dan Jadilah Jembatan untuk orang
lain.
Tuhan
Yesus memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries
Note: jangan
lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
Ulangan
13-14
Ayub 10
Kisah
Para Rasul 2: 1-1-13
#LoveGod
#LovePeople
#love
thebible
#impacting
marketplace
#I’M
ALIVE
No comments:
Post a Comment