THE CURE
Morning With Jesus
Minggu,
4 November
2018
#TheCure
Tuhan Adil/Tuhan Tidak Adil
Pelajaran
dari Kitab Ayub: gambaran dari kita semua, orang yang sudah dibenarkan oleh
Tuhan. Orang
benar juga dapat menderita. Kitab
Ayub “menggambarkan hal-hal terburuk yang terjadi kepada seorang yang terbaik”. Ayub adalah seorang yang benar dan
tidak bersalah. Dia
juga takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (1:1). Allah bahkan mengatakannya
sendiri, dan Dia berkata bahwa tiada seorangpun di bumi seperti Ayub (1:8,
2:3). Tapi
dalam sehari, Ayub kehilangan lembu sapi, keledai, kambing domba, unta-unta,
dan seluruh anak-anaknya (1:14-19). Di hari yang lain, dia menderita barah yang
busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya (2:7).
Apakah Tuhan
tidak adil kepada Ayub?
Ketiga
temannya, Elifas, Bildad, dan Zofar menganggap bahwa penderitaan yang Ayub
alami adalah akibat dosa yang dilakukannya, tapi Tuhan menegur mereka karena
telah berkata hal yang tidak benar (42:7). Tuhan juga tidak menyebut dosa
apapun yang menjadi alasan Ayub menderita. Tidak semua penderitaan yang kita
alami diakibatkan oleh dosa.
Respons kita
akan penderitaan kita itu penting. Penderitaan
yang Ayub alami diawali karena sebuah percakapan antara Tuhan dan Iblis. Percakapan itu tergambar seperti
sebuah taruhan. Iblis
berpendapat bahwa Ayub setia kepada Tuhan karena dia telah diberkati (1:10-11).
Tantangan Iblis kepada Tuhan: ambillah semua yang Ayub miliki, dan dia pasti
mengutuki, ada
beberapa hal yang takkan pernah dapat kita mengerti. Tuhan tidak menjawab pertanyaan
Ayub, “Mengapa aku menderita?”.
Melainkan, Tuhan menanyakan banyak pertanyaan kepada Ayub (Ayub 38-41). Jawab Ayub: “Tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib
bagiku dan yang tidak kuketahui” (42:3).
Satu-satunya
jawaban yang Tuhan berikan kepada Ayub adalah pengungkapan akan siapa diri-Nya.
Itu seperti Tuhan berkata kepadanya, ‘Ayub,
aku ingin mendengar jawabanmu.’ Ayub tidak diminta untuk mempercayai sebuah
pribadi, pribadi
Allah yang berdaulat bijaksana dan baik. Faktanya, kita adalah manusia, bukan
Tuhan. Persepsi kita akan waktu dan tempat berbeda dengan Tuhan yang
Mahahadir yang melihat waktu dalam kekekalan yang tidak pernah berakhir.
Tidak peduli
bagaimanapun kita mencoba merasionalisasikan, Tuhan kadang akan terasa tidak
adil sampai
pada suatu titik, kita
akan mengerti bagaimana ‘Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan’ (Roma 8:28).
Apakah Tuhan
TIDAK ADIL? Apakah
kita hanya mau yang baik baik saja yang terjadi dalam hidup kita?
Ayub 2:10, “Tetapi jawab Ayub kepadanya: ‘Engkau berbicara seperti perempuan
gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima
yang buruk?’
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” Amin.
Tuhan Yesus
memberkati!
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BILLIONAIRESERIES
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Ayub 26-27
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappySunday
#HappyServingGod

No comments:
Post a Comment