THE CURE
Morning With
Jesus
Senin,
26 Nov
2018
#thecurepart4
#DitengahHujan
Kejadian
7:11b-12
“Terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan
terbukalah tingkap-tingkap di langit. Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi
empat puluh hari empat puluh malam lamanya.”
Kemudian
catatan di Kejadian 7:21-22,
“Lalu mati binasalah segala yang
hidup. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di
darat.”
Puji syukur
kepada Tuhan di Kej.
7:23 mengatakan, “hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia
dalam bahtera itu.” Nuh memperoleh pemeliharaan Tuhan yang luar biasa
di tengah-tengah TUHAN menjatuhkan hukuman atas bumi dan segala isinya.
Mengapa Nuh
mendapat pemeliharaan TUHAN, sekalipun
ada hujan lebat selama 40 hari? Karena Nuh memiliki kehidupan yang
berkenan dihati Tuhan. Inilah
yang perlu diteladani oleh kita semua.
Kita tidak
tahu kapan lagi TUHAN akan menghukum bumi dan segala isinya. Firman Tuhan di
dalam Kej. 6:5 dikatakan bahwa manusia memiliki kecenderungan hati selalu
berbuat jahat. Karena itu di tengah dunia yang semakin jahat ini, kita harus
memiliki hidup yang baik supaya senantiasa dalam pemeliharaan Tuhan. Bagaimana kehidupan Nuh di
tengah-tengah begitu jahatnya manusia juga ditengah hujan yang lebat itu?
Pertama, Nuh
tetap mempertahankan hidup benar di hadapan Tuhan. Hal ini bisa dilihat
bagaimana Nuh mendapatkan kasih karunia di mata Tuhan atau menyenangkan hati
Tuhan (Bahasa Indonesia sehari-hari). Hanya dia saja yang didapati Tuhan
hidup benar di hadapan-Nya di antara orang-orang sezamannya dan ia hidup
bergaul dengan Allah.
Kedua, Nuh
tetap mempertahankan IMAN (Kepercayaan) kepada Tuhan. Nuh mendengar dan menaati perintah
Tuhan (Firman Tuhan). Ketika ia diperintahkan untuk membuat bahtera, Firman Tuhan sangat jelas mengatakan
Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya
(Kej. 5:22). Dan setelah bahtera selesai dibuat, ia diperintahkan lagi
untuk membawa seisi keluarga dan semua binatang sepasang masuk ke dalam bahtera
padahal belum ada tanda-tanda air bah akan datang, namun Nuh taat melakukan
segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya (Kej. 7:5). Karena Nuh percaya
pada setiap perkataan Tuhan. Jelaslah bahwa Nuh memiliki iman yang luar
biasa kepada Tuhan.
Ketiga, Nuh
tetap mempertahankan kesetiaannya kepada Tuhan. Setelah Nuh menaati perintah
TUHAN masuk ke dalam bahtera beserta dengan semua binatang, tanda-tanda air bah
akan datang masih belum terjadi. Tujuh hari kemudian barulah air bah mulai
datang (Kejadian 7:10). Sebenarnya, bukan hanya tujuh hari Nuh dengan setia
dan sabar menunggu Tuhan, tetapi berpuluh-puluh tahun Nuh dengan sabar dan
setia hidup bersama dengan Tuhan sampai air bah itu benar-benar datang.
Biarlah
melalui pengalaman
hidup nabi Nuh ini membuat kita senantiasa hidup benar dan percaya kepada Tuhan
serta setia kepada-Nya. Sehingga, bila ada penghukuman atas dunia ini,
kita tetap mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kita
semua. Amin.
Ketika
hujan, bisakah
kita berdiri ditengah-tengah
hujan dan tidak terpleset seperti Nuh?? Ketahuilah ada perbedaan antara KEAMANAN DAN KENYAMANAN. Tahu bagaimana BERTAHAN ditengah-tengah binatang dan mengerti bagaimana menghindari menikmati secara
berlebihan.
Kita perlu untuk
MEMBANGUN BAHTERA, Tuhan mau mengirimkan hujan, tapi kita perlu DIPERSIAPKAN untuk BANJIR BERKAT, amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheCureSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Matius 23-25
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment