THE CURE
Morning With
Jesus
Rabu,
21 November
2018
#thecure
#BERDOAapasyaratNya
Doa adalah
bentuk komunikasi antara kita dengan Sang Pencipta. Sebagai manusia
ciptaan-Nya, kita beroleh kesempatan untuk dapat berkomunikasi secara langsung
kepada-Nya melalui doa. Yeremia 33:3 mengatakan suatu jaminan kalau Tuhan
mendengar doa anak-anak-Nya: “Berserulah
kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu
hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak
kauketahui.”
Sebagian dari
kita pernah beranggapan kalau doa yang baik ditentukan dari kata-kata yang kita
gunakan. Tapi, apakah kata-kata puitis nan indah menjadi syarat agar Tuhan
mendengar doa kita? Jawabannya adalah tidak. Ketika kita membaca pengajaran
Yesus tentang berdoa dalam Matius 6:5-8. Ketika kita berdoa, kata-kata
bukanlah hal utama yang dilihat Tuhan. Dia melihat jauh lebih dari sekadar
kata-kata. Dia melihat ketulusan hati kita. Sekalipun kata-kata yang kita
naikkan begitu indah dan puitis, tetapi jika hati kita tidak tulus di
hadapan-Nya, maka doa yang kita naikkan bukanlah doa yang berkenan kepada-Nya.
Tuhan tidak
menjadikan kata-kata yang kita ucapkan sebagai tolok ukur doa yang berkenan
kepada-Nya. Beberapa orang menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya
akan dikabulkan. Namun kenyataannya, Yesus justru menentang doa yang
bertele-tele (Matius 6:7). Doa
bertele-tele tidaklah sama dengan berdoa lama. Yesus pernah pergi berdoa
kepada Allah semalaman (Lukas 6:12). Bukan durasi waktu berdoa yang dipermasalahkan
oleh Tuhan, tetapi motivasi kita dalam berdoa.
Doa menjadi
bertele-tele ketika kita hanya mengucapkannya di bibir tetapi tidak dengan
hati. Selain
itu, janganlah juga kita berdoa agar terlihat saleh oleh orang lain. Dalam
Matius 6, Yesus menegur orang-orang munafik yang suka mengucapkan doanya dengan
berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya
mereka dilihat orang. Yesus mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya
mereka sudah mendapat upahnya,” (Matius
6:2,5,16). Maksud
dari kalimat Yesus itu adalah ketika kita berdoa supaya terlihat saleh oleh
orang-orang, sesungguhnya pujian dari orang yang kita terima itulah yang
menjadi upah kita. Ketika kita hanya berfokus mengejar pujian sebagai upah
duniawi, sesungguhnya kita kehilangan upah surgawi yang hanya bisa diberikan
oleh Tuhan sendiri (Matius 6:4,6,18). Apa yang Yesus ajarkan dalam Matius
6 menyadarkan kita kalau berdoa adalah tentang Tuhan, bukan tentang seberapa pandai
kita merangkai kata-kata.
Doa kita
mungkin tidak sempurna, tetapi ketika kita menaikkannya dengan hati yang tulus,
Roh Kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita dan akan berdoa untuk kita
kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan oleh kita (Roma
8:26).
Jadi, kita
tidak perlu khawatir karena merasa kita tidak pintar berdoa. Berdoalah dengan
hati yang tulus kepada Tuhan, selayaknya kita berkomunikasi dengan orang yang
kita kasihi.amin
Allah ingin
kita BERDOA sebelum melakukan apa pun. Amin.
--Oswald
Chambers
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheCureSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Matius 8-10
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment