THE CURE
Morning With Jesus
Minggu,
11 November
2018
#TheCure
#MusimKehidupan
Pengkhotbah
3:1, “Untuk
segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.”
Musim panas.
Musim gugur. Musim dingin. Musim semi. Sama seperti beberapa negara mengalami
pergantian 4 musim, kita semua juga mengalami berbagai musim kehidupan.
Beberapa musim menyenangkan, sedangkan yang lainnya tidak. Demikian juga
musim-musim yang kita alami, kadang ada musim yang kita ingin agar menetap
lebih lama, sedangkan musim yang lain kita ingin agar cepat berlalu. Pada akhirnya, kita dapat memahami
bahwa musim yang sulit pun tidak akan menetap selamanya, sama seperti
janji Allah kepada bangsa Israel melalui nabi Yeremia.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada
pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).
Dalam Yeremia
29:11, dikatakan bahwa bangsa Israel tidak tahu ke mana mereka akan pergi
setelah masa pembuangan, tetapi rancangan Tuhan untuk mereka adalah untuk
kesejahteraan sejati mereka, dan mereka dapat tenang di dalam pengharapan bahwa
Tuhan akan menggenapi janji-Nya.
Terlepas dari
di musim manakah kita sekarang berada, kita dapat yakin bahwa ada banyak hal
yang dapat kita pelajari pada setiap musim kehidupan.
MUSIM PANAS
Bersama
Tuhan, kita dapat mengucap syukur. Kita bersyukur untuk waktu-waktu yang
menyenangkan, kita juga mengucap syukur melampaui masa-masa yang baik,
karena Tuhan kita senantiasa baik.
MUSIM GUGUR
Bersama
Tuhan, kita dapat menghadapi tantangan perubahan. Perubahan terjadi di musim
gugur-dedaunan mulai berbuah dari warna hijau menjadi oranye dan mulai
berguguran. Kita cenderung mengabaikan hal-hal yang baik dan lancar ketika
menghadapi masa sulit. Bagaimanapun, kita dapat berharap pada Allah yang setia
dan tidak berubah ketika musim kehidupan berubah, karena kita tahu bahwa Allah
itu sama sejak kemarin, sekarang, dan selamanya.
MUSIM DINGIN
Bersama
Tuhan, kita bisa mendapatkan kenyamanan ketika segala sesuatu menjadi sulit. Musim dingin yang beku dan kelam
membuat kita merindukan kehangatan dan kenyamanan. Kita tidak hanya dapat
mempersiapkan diri kita sebaik mungkin menghadapi hal-hal yang akan datang
dalam hidup kita, tapi kita bisa mendekatkan diri kepada Tuhan dalam
kehangatan dan penghiburan-Nya yang terus-menerus di masa ketidaknyamanan dan
penuh masalah. Dia adalah Allah yang mengenal setiap nama dan mengetahui dengan
pasti apa yang sedang terjadi dalam hidup kita.
MUSIM SEMI
Bersama
Tuhan, sebuah awal yang baru itu mungkin. Rerumputan menghijau, bunga-bunga
mulai mekar, burung-burung mulai bernyanyi dan kita merasakan musim semi dalam
langkah kehidupan kita. Waktu yang buruk tidak menetap selamanya. Ketika
segala sesuatu membaik, kita mulai optimis dan berpengharapan. Mari mengingat bahwa Tuhan membuat
segala sesuatunya mungkin dan senantiasa mengucap syukur atas semua yang telah
Ia lakukan dalam hidup kita. Amin.
Tuhan Yesus
memberkati!
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheCureSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Mazmur 122
2 Korintus 3-4
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappySunday
#HappyServingGod

No comments:
Post a Comment