THE CURE
Morning With
Jesus
Senin,
19 Nov
2018
#TheCurePart3
#MengapaharusrepotrepotBERDOA
Bacaan: Matius
6:5-13
Yesus
mengajarkan sebuah doa yang dikenal dengan nama Doa Bapa Kami (ayat
9-13). Doa ini terutama dimaksudkan untuk dipahami, bukan sekadar dihafalkan
(ayat 9a). Ini tentang bagaimana kita berdoa, bukan sekadar apa yang kita
doakan. Pertama,
berdoa berarti membangun relasi yang tepat dengan Allah (ayat 9b). Sebutan
“Bapa kami yang ada di surga” menyiratkan keunikan konsep Kristiani tentang
Allah. Ada keseimbangan antara kemuliaan dan kebesaran-Nya,dan
kedekatan-Nya.
Sebagai Bapa,
Allah sangat mengenal kita. Ia melihat apa yang kita lakukan di tempat
tersembunyi (6:4, 6, 18). Ia mengetahui kebutuhan kita (6:8, 32). Ia
selalu memberikan yang baik bagi kita (7:11). Sebagai Allah yang ada di
surga, Bapa adalah Raja atas semesta. Langit adalah tahta-Nya (5:34). Dia
adalah penguasa yang realisasi kerajaan-Nya kita doakan setiap hari
(6:9c). Kehendak-Nya menjadi kesukaan kita (6:10).
Kedua, berdoa
berarti mengutamakan kepentingan Allah (ayat 9c-10). Sebagian orang berpikir
bahwa tujuan doa adalah memenuhi kebutuhan mereka. Sebelum kita memikirkan
kebutuhan kita (ayat 11-13), kita diajar untuk berfokus pada kepentingan
Allah terlebih dahulu (ayat 9c-10). Doa bukan memberitahu Allah apa yang
kita mau, melainkan mencari tahu apa yang Allah mau. Ketiga, berdoa berarti menyandarkan
hidup kepada Allah (ayat 11-13). Doa bukanlah sarana untuk mengontrol Allah. Sebaliknya,
doa merupakan ekspresi ketidakberdayaan dan ketergantungan kita yang
terus-menerus kepada Allah. Sudahkah kita BERDOA SESUAI dengan KEHENDAK-NYA? Amin.
Allah ingin
kita BERDOA sebelum melakukan apa pun. Amin.
--Oswald
Chambers
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheCureSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Matius 1-4
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment