Straight Up Series
Hari: Rabu, 25 Juli 2018
#StraightUp
#SiapkanJalanBgTuhan
Lukas 3:1-6 (TB), “Dalam tahun kelima belas
dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri
Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah
Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu
Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes,
anak Zakharia, di padang gurun.
Maka datanglah
Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah
dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam
kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun
dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan
diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan
melihat keselamatan yang dari Tuhan.’”
Yohanes adalah sosok yang dinubuatkan Yesaya, bahwa ia
akan datang untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias. Lukas
sengaja memberikan catatan yang cukup detail mengenai masa
permulaan pelayanan Yohanes, mulai dari masa pemerintahan kaisar
Romawi, Tiberius (1) sampai pada konteks umat Yahudi yang dipimpin
oleh imam besar Kayafas (2). Merupakan suatu fakta sejarah
bahwa Yohanes memulai tugas panggilannya untuk merintis kedatangan
Sang Mesias. Pemberitaan Yohanes jelas dan lugas, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan
Allah akan mengampuni dosamu” (3). Juruselamat
akan datang untuk membawa keselamatan dari Allah kepada umat yang
mendurhakai-Nya. Maka bertobat menjadi kata kunci untuk menyambut Kristus.
Bertobat dalam pengertian Bahasa Yunani ialah merubah pikiran. Namun dalam
konsep orang Yahudi, termasuk di dalamnya ialah mengubah arah hidup. Maka
pertobatan harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan, dengan memberi diri
dibaptis. Dengan demikian, Allah melalui Tuhan Yesus akan
mengampuni umat-Nya.
Panggilan untuk bertobat yang disertai janji pengampunan
ini bukan hanya berlaku untuk umat Yahudi, tetapi juga bagi semua umat
di muka bumi ini. Maka, jadikan hari ini sebagai hari untuk merespons
panggilan Tuhan dengan bertobat. Artinya, bersedia mengubah pikiran dan
tindakan kita, mungkin kita hidup lebih banyak untuk diri sendiri, dengan
mengabaikan firman Tuhan dan tidak peduli pada sesama kita. Maka
sekaranglah waktunya untuk hidup bagi Tuhan dan menjadi
berkat buat sesama. Amin.
Tuhan memberkati!
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
PL:
Yesaya 43-45
PB: 1 Petrus 4
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment