Straight Up Series
Hari: Minggu, 15 Juli 2018
#StraightUp
#Sword&Shuffle
#Sekop&PedangPart7
BUILDING
PROCESS IS A NEVER ENDING PROCESS IN LIFE (Proses membangun adalah proses
yang tidak pernah habis dalam hidup) --Nehemia
8:1-13, Nehemia
9:1-2&6, Nehemia 10:29.
Perhatikanlah cara kita mendengar, kadangkala hanya
sekedarnya tanpa menyimak dengan baik dan sepenuh hati. Akibatnya kita
seringkali salah kaprah dalam menjawab atau menanggapi sesuatu. Dalam hal
mendengarkan Firman Tuhan pun seringkali kita, tidak bersikap yang benar. Akibatnya kita tidak
meresponi Firman Tuhan dengan tepat. Bahkan tidak jarang kita mengabaikan
Firman Tuhan.
Dalam bukunya Christian Reflection, C.S. Lewis
mengatakan bahwa seseorang yang hendak mengabaikan suara Allah akan mengikuti
pesan ini: “Hindari ketenangan, dan setiap lintasan pikiran yang hendak
mengembalikan kita kepada tujuan dan kehendak Allah. Pusatkan perhatian kepada
uang, seks, status, kesehatan dan terutama keluhan anda. Terus hidupkan radio
(TV, BB, Game, dll), hiduplah dalam keramaian...” C.S. Lewis memang benar,
karena itulah sikap yang umumnya terlihat di tempat-tempat ibadah, pada saat
Firman Tuhan diuraikan, sementara banyak orang yang tetap mengaktifkan
handphone, asyik ber BB ria, menjawab telepon,
mengirim sms, bahkan bermain game online! Jika kita bersikap demikian,
bagaimana mungkin kita dapat memahami Firman Tuhan? Bagaimanakah kita dapat
mengintrospeksi diri? Dan bagaimana kita dapat melakukan kehendak Allah? Karena
itu melalui Nehemia 8:1-13, kita diingatkan bagaimana seharusnya sikap kita,
tatkala mendengarkan Firman Tuhan:
1.
Memiliki kerinduan untuk mendengarkan Firman Tuhan. “maka serentak berkumpullah seluruh rakyat...........Mereka meminta
kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab
hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel” (ay 2). Ayat ini menunjukkan
adanya hati yang haus dan rindu dari umat Tuhan untuk mendengar Firman Tuhan.
Sehingga mereka sendiri meminta supaya Taurat itu dibacakan, diuraikan sehingga
pembacaan itu dimengerti (ay 9). Hal ini berlangsung bahkan sampai tengah hari
(ay 4). Apakah kita memiliki kerinduan mendengarkan Firman Tuhan?
2.
Memiliki kesungguhan dalam mendengarkan Firman Tuhan. “....Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab
Taurat itu” (ay 4b). “Penuh perhatian” disini berarti mereka
betul-betul menyimak, fokus dengan baik isi pemberitaan Firman Tuhan supaya
dapat dimengerti. Hal ini terjadi karena mereka memahami Firman Tuhan sangat
penting bagi pemulihan kehidupan mereka dan masa depan mereka setelah mengalami
keterpurukan dalam segala bidang. Apakah kita masih merasa Firman Tuhan itu
penting? Sehingga mau mendengarkannya dengan penuh perhatian?
3.
Memiliki rasa hormat terhadap Firman Tuhan. “Ezra
membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi
dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit
berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN....Kemudian mereka berlutut sujud
menyembah....”
(ay 7-8). Di sini terlihat dengan jelas bagaimana rasa hormat umat
terhadap Tuhan dan FirmanNya. Dengan meletakkannya di tempat yang paling
tinggi, tempat yang paling utama dalam ibadah dan umat meresponinya dengan
berdiri sebagai rasa hormat terhadap Firman Tuhan yang dibacakan dan sujud
menyembah dengan muka sampai ke tanah. Di masa kini terlalu banyak contoh yang
dapat diungkapkan bagaimana “umat” yang tidak lagi memiliki rasa hormat
terhadap Tuhan dan FirmanNya (Alkitab).
4.
Memiliki kelembutan hati pada saat ditegur Firman Tuhan. “....karena semua orang itu menangis ketika mendengarkan
kalimat-kalimat Taurat itu” (ay 10b). Inilah contoh umat yang tidak
mengeraskan hatinya, sehingga ketika ditegur oleh Firman Tuhan mereka
meresponinya dengan hati yang hancur, dengan penyesalan dan pengakuan dosa.
5.
Memiliki sukacita karena mengerti dan mengalami pemulihan lewat Firman
Tuhan (ay 11-13).
Pada akhirnya umat mengalami sukacita yang luar biasa sebab hidupnya telah
diperbaharui oleh Tuhan. Di mana mereka berbalik dari dosa, memisahkan diri
dari cara hidup yang tidak berkenan (9:1-2). Selain itu, pengakuan bahwa hanya
Engkau adalah TUHAN! (9:6). Dan akhirnya mereka juga berkomitmen untuk tetap taat
dan setia melakukan Firman Tuhan (10:29). Akhirnya kita dapat melihat, lewat
Firman Tuhan yang disampaikan terjadilah kebangunan rohani yang luar
biasa. Dan semua itu dapat terjadi hanya karena anugerah Allah dan bagaimana
sikap kita ketika mendengarkan suaraNya. Amin.
Milikilah KOMITMEN untuk terus membangun setiap diri
kita masing-masing
terlebih saat kita mendengar Firman. Milikilah HATI YANG LEMBUT, yang
mudah dibentuk oleh Firman Tuhan. Miliki
HATI YANG SELALU RINDU akan FIRMAN NYA.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
PL:
Yesaya22-24
PB: -
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappySunday
#HappyServingGod

No comments:
Post a Comment